<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>13 Ekor Sapi Kurban Mati di Kapal</title><description>Belasan sapi ini berada di KLM Nusantara Indah asal Kabupaten Nusa Tenggara Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/18/519/1041030/13-ekor-sapi-kurban-mati-di-kapal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/18/519/1041030/13-ekor-sapi-kurban-mati-di-kapal"/><item><title>13 Ekor Sapi Kurban Mati di Kapal</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/18/519/1041030/13-ekor-sapi-kurban-mati-di-kapal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/18/519/1041030/13-ekor-sapi-kurban-mati-di-kapal</guid><pubDate>Kamis 18 September 2014 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/18/519/1041030/Nmrk0c8tkr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi sapi kurban (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/18/519/1041030/Nmrk0c8tkr.jpg</image><title>Ilustrasi sapi kurban (Foto: Antara)</title></images><description>SURABAYA - Diduga karena kepanasan, 13 ekor sapi ditemukan mati di atas kapal yang sedang sandar di Terminal Kalimas, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
&amp;nbsp;
Belasan sapi ini, berada di KLM Nusantara Indah asal Kabupaten Nusa Tenggara Barat. Sapi-sapi tersebut sudah dua hari di atas kapal itu.
&amp;nbsp;
Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait kejadian ini sekira pukul 11.00 WIB. &quot;Tadi pemilik kapal melaporkan sudah 10 ekor sapi yang mati, sampai pukul 11.00 WIB, bertambah tiga ekor lagi,&quot; kata Lily, Kamis (18/9/2014).
&amp;nbsp;
Selanjutnya, polisi menurunkan anggota ke lokasi untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Termasuk meredam emoasi pemilik sapi agar tidak melakukan tindakkan yang berlebihan.
&amp;nbsp;
Menurut Lily, persoalan bongkar muat adalah kewenangan dan Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak dan otoritas pelabuhan. &quot;Polisi hanya melakukan pengamanan saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, di lokasi kejadian, Aziz Ismail, pemilik sapi-sapi tersebut mengatakan, jumlah sapi yang diangkut kapal sebanyak 250 ekor. Ratusan sapi ini berangkat dari Pelabuhan Bima pada Minggu 15 September sekira pukul 21.00 WIB.
&amp;nbsp;
Kemudian tiba di Surabaya pada Selasa 16 September sekira pukul 23.00 WIB. Kata Azis, sapi-sapi tersebut memang dipersiapkan untuk Idul Qurban dan akan dikirim ke Jabodetabek dan Jawa Barat. &quot;Memang sapi-sapi ini untuk hewan kurban akan dikirim ke Jabodetabek dan permintaan dari Jawa Barat,&quot; kata Pengusaha sapi ini.
&amp;nbsp;
Atas insiden ini, Azis mengaku kesal kepada pihak pengelola pelabuhan. Pasalnya, semua syarat administrasi sudah dipenuhi namun belum juga bisa melakukan bongkar muat.
&amp;nbsp;
Akibat kematian ini, ia merugi sekitar Rp100 Juta.&amp;nbsp; &quot;Sekarang saja kami sudah merugi lebih dari Rp100 juta, jika semakin lama di sini, sapi-sapi kami semakin banyak yang mati, dan kerugian kami akan semakin besar,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Selain KLM Nusantara Indah, tepat di belakangnya ada KLM Mitra yang juga mengangkut ratusan sapi asal Bima. Sementara KLM Nusantara Indah berada di&amp;nbsp; samping dermaga penyeberangan Ujung-Kamal milik PT ASDP, di ujung sungai Kalimas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.</description><content:encoded>SURABAYA - Diduga karena kepanasan, 13 ekor sapi ditemukan mati di atas kapal yang sedang sandar di Terminal Kalimas, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
&amp;nbsp;
Belasan sapi ini, berada di KLM Nusantara Indah asal Kabupaten Nusa Tenggara Barat. Sapi-sapi tersebut sudah dua hari di atas kapal itu.
&amp;nbsp;
Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar mengatakan, pihaknya mendapat laporan terkait kejadian ini sekira pukul 11.00 WIB. &quot;Tadi pemilik kapal melaporkan sudah 10 ekor sapi yang mati, sampai pukul 11.00 WIB, bertambah tiga ekor lagi,&quot; kata Lily, Kamis (18/9/2014).
&amp;nbsp;
Selanjutnya, polisi menurunkan anggota ke lokasi untuk melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Termasuk meredam emoasi pemilik sapi agar tidak melakukan tindakkan yang berlebihan.
&amp;nbsp;
Menurut Lily, persoalan bongkar muat adalah kewenangan dan Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak dan otoritas pelabuhan. &quot;Polisi hanya melakukan pengamanan saja,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Sementara itu, di lokasi kejadian, Aziz Ismail, pemilik sapi-sapi tersebut mengatakan, jumlah sapi yang diangkut kapal sebanyak 250 ekor. Ratusan sapi ini berangkat dari Pelabuhan Bima pada Minggu 15 September sekira pukul 21.00 WIB.
&amp;nbsp;
Kemudian tiba di Surabaya pada Selasa 16 September sekira pukul 23.00 WIB. Kata Azis, sapi-sapi tersebut memang dipersiapkan untuk Idul Qurban dan akan dikirim ke Jabodetabek dan Jawa Barat. &quot;Memang sapi-sapi ini untuk hewan kurban akan dikirim ke Jabodetabek dan permintaan dari Jawa Barat,&quot; kata Pengusaha sapi ini.
&amp;nbsp;
Atas insiden ini, Azis mengaku kesal kepada pihak pengelola pelabuhan. Pasalnya, semua syarat administrasi sudah dipenuhi namun belum juga bisa melakukan bongkar muat.
&amp;nbsp;
Akibat kematian ini, ia merugi sekitar Rp100 Juta.&amp;nbsp; &quot;Sekarang saja kami sudah merugi lebih dari Rp100 juta, jika semakin lama di sini, sapi-sapi kami semakin banyak yang mati, dan kerugian kami akan semakin besar,&quot; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Selain KLM Nusantara Indah, tepat di belakangnya ada KLM Mitra yang juga mengangkut ratusan sapi asal Bima. Sementara KLM Nusantara Indah berada di&amp;nbsp; samping dermaga penyeberangan Ujung-Kamal milik PT ASDP, di ujung sungai Kalimas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.</content:encoded></item></channel></rss>
