<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sebulan Lagi, Penelitian Gunung Padang Ditargetkan Buahkan Hasil</title><description>Penelitian tim arkeologi nasional di situs megalitukum Gunung Padang,  Cianjur, Jawa Barat, akan membuahkan hasil pada 20 Oktober 2014. </description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/18/527/1040899/sebulan-lagi-penelitian-gunung-padang-ditargetkan-buahkan-hasil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/18/527/1040899/sebulan-lagi-penelitian-gunung-padang-ditargetkan-buahkan-hasil"/><item><title>Sebulan Lagi, Penelitian Gunung Padang Ditargetkan Buahkan Hasil</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/18/527/1040899/sebulan-lagi-penelitian-gunung-padang-ditargetkan-buahkan-hasil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/18/527/1040899/sebulan-lagi-penelitian-gunung-padang-ditargetkan-buahkan-hasil</guid><pubDate>Kamis 18 September 2014 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Rachmad Faisal Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/18/527/1040899/R2dNmKFP21.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Situs megalitikum Gunung Padang (foto: Rachmad Faisal H/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/18/527/1040899/R2dNmKFP21.jpg</image><title>Situs megalitikum Gunung Padang (foto: Rachmad Faisal H/Okezone)</title></images><description>CIANJUR - Penelitian tim arkeologi nasional di situs megalitukum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, akan membuahkan hasil pada 20 Oktober 2014. Fokus penelitian berlangsung di lapisan satu dan dua.Ketua tim peneliti, Ali Akbar, menjelaskan, penelitian lapis pertama meliputi permukaan tanah hingga kedalaman 30 sentimeter. Hasil sementara ditemukan bukti budaya berusia 5.000 tahun sebelum masehi (SM) berukuran lebih luas dari Candi Borobudur di Magelang.Sedangkan pada lapisan kedua terdapat artefak struktur batu berusia 5.200 tahun SM berukuran lebih luas dari Piramida di Mesir. &quot;Fokus penelitian kami pada kedua lapisan tersebut,&quot; ujar Ali di situs Gunung Padang, Cianjur.Selama proses penelitian berlangsung, lanjutnya, tim juga menemukan koin hijau berukuran 1,7 sentimeter di Teras Lima Gunung Padang. Saat itu, peneliti sedang melakukan pengeboran dengan pipa berdiameter lima sentimeter sedalam 11 meter. &quot;Artefak itu diperikran berusia 10 ribu tahun sebelum masehi, tapi butuh bukti lain untuk memastikannya. Koin itu diduga hasil dari proses berteknologi tinggi,&quot; terangnya.Selain koin, sambungnya, tim juga menemukan artefak berbentuk relief yang terdapat aksara atau gambar. Temuan-temuan tersebut kini berada di laboratorium untuk dianalisis. &quot;Reliefnya masih misterius,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>CIANJUR - Penelitian tim arkeologi nasional di situs megalitukum Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, akan membuahkan hasil pada 20 Oktober 2014. Fokus penelitian berlangsung di lapisan satu dan dua.Ketua tim peneliti, Ali Akbar, menjelaskan, penelitian lapis pertama meliputi permukaan tanah hingga kedalaman 30 sentimeter. Hasil sementara ditemukan bukti budaya berusia 5.000 tahun sebelum masehi (SM) berukuran lebih luas dari Candi Borobudur di Magelang.Sedangkan pada lapisan kedua terdapat artefak struktur batu berusia 5.200 tahun SM berukuran lebih luas dari Piramida di Mesir. &quot;Fokus penelitian kami pada kedua lapisan tersebut,&quot; ujar Ali di situs Gunung Padang, Cianjur.Selama proses penelitian berlangsung, lanjutnya, tim juga menemukan koin hijau berukuran 1,7 sentimeter di Teras Lima Gunung Padang. Saat itu, peneliti sedang melakukan pengeboran dengan pipa berdiameter lima sentimeter sedalam 11 meter. &quot;Artefak itu diperikran berusia 10 ribu tahun sebelum masehi, tapi butuh bukti lain untuk memastikannya. Koin itu diduga hasil dari proses berteknologi tinggi,&quot; terangnya.Selain koin, sambungnya, tim juga menemukan artefak berbentuk relief yang terdapat aksara atau gambar. Temuan-temuan tersebut kini berada di laboratorium untuk dianalisis. &quot;Reliefnya masih misterius,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
