<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PVMBG: Tidak Ada Tanda Akan Terjadi Letusan Besar Slamet</title><description>Aktivitas vulkanik Gunung Slamet hingga hari ini masih fluktuatif. Pusat  Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun masih menetapkan  status Level III atau Siaga.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/19/513/1041591/pvmbg-tidak-ada-tanda-akan-terjadi-letusan-besar-slamet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/19/513/1041591/pvmbg-tidak-ada-tanda-akan-terjadi-letusan-besar-slamet"/><item><title>PVMBG: Tidak Ada Tanda Akan Terjadi Letusan Besar Slamet</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/19/513/1041591/pvmbg-tidak-ada-tanda-akan-terjadi-letusan-besar-slamet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/19/513/1041591/pvmbg-tidak-ada-tanda-akan-terjadi-letusan-besar-slamet</guid><pubDate>Jum'at 19 September 2014 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet hingga hari ini masih fluktuatif. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun masih menetapkan status Level III atau Siaga.&quot;Sampai siang ini Gunung Slamet masih Siaga, artinya letusan-letusan masih terjadi, semburan lava juga masih ada,&quot; ujar Kepala PVMBG, Hendrasto, di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2014). Menurutnya, aktivitas vulkanik di lokasi kadang naik dan kadang turun. Misalnya pekan lalu, saat itu kondisinya sedang tenang, tapi tiba-tiba terjadi letusan, dan sekarang kondisinya kembali tenang. Mengenai tren Gunung Slamet, belum dipastikan apakah menuju Normal atau justru naik. &quot;Tidak ada tanda-tanda akan terjadi letusan besar, tapi juga tidak ada tanda-tanda bahwa (aktivitas vulkanik) Gunung Slamet akan berhenti,&quot; jelasnya. Hendrasto mengatakan, secara umum sebenarnya aktivitas vulkanik Gunung Slamet terjadi penurunan. Misalnya dari segi letusan, per enam jam kini terjadi kurang dari lima kali letusan. &quot;Sebelumnya dalam enam jam itu terjadi antara enam sampai 12 kali letusan,&quot; tuturnya. Oleh karena itu, PVMBG belum berani mencabut status Siaga di lokasi. Radius steril di sana pun masih 4 kilometer. &quot;Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dan tidak mendengarkan isu yang tidak jelas,&quot; imbau Hendrasto.</description><content:encoded>BANDUNG - Aktivitas vulkanik Gunung Slamet hingga hari ini masih fluktuatif. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun masih menetapkan status Level III atau Siaga.&quot;Sampai siang ini Gunung Slamet masih Siaga, artinya letusan-letusan masih terjadi, semburan lava juga masih ada,&quot; ujar Kepala PVMBG, Hendrasto, di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/9/2014). Menurutnya, aktivitas vulkanik di lokasi kadang naik dan kadang turun. Misalnya pekan lalu, saat itu kondisinya sedang tenang, tapi tiba-tiba terjadi letusan, dan sekarang kondisinya kembali tenang. Mengenai tren Gunung Slamet, belum dipastikan apakah menuju Normal atau justru naik. &quot;Tidak ada tanda-tanda akan terjadi letusan besar, tapi juga tidak ada tanda-tanda bahwa (aktivitas vulkanik) Gunung Slamet akan berhenti,&quot; jelasnya. Hendrasto mengatakan, secara umum sebenarnya aktivitas vulkanik Gunung Slamet terjadi penurunan. Misalnya dari segi letusan, per enam jam kini terjadi kurang dari lima kali letusan. &quot;Sebelumnya dalam enam jam itu terjadi antara enam sampai 12 kali letusan,&quot; tuturnya. Oleh karena itu, PVMBG belum berani mencabut status Siaga di lokasi. Radius steril di sana pun masih 4 kilometer. &quot;Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dan tidak mendengarkan isu yang tidak jelas,&quot; imbau Hendrasto.</content:encoded></item></channel></rss>
