<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Surabaya Tembak Dua Perampok, Satu Tewas </title><description>Salah satu pelaku malah mengeluarkan senjata api dan memuntahkan tembakan ke petugas. Sementara seorang lagi berusaha kabur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/22/519/1042714/polisi-surabaya-tembak-dua-perampok-satu-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/22/519/1042714/polisi-surabaya-tembak-dua-perampok-satu-tewas"/><item><title>Polisi Surabaya Tembak Dua Perampok, Satu Tewas </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/22/519/1042714/polisi-surabaya-tembak-dua-perampok-satu-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/22/519/1042714/polisi-surabaya-tembak-dua-perampok-satu-tewas</guid><pubDate>Senin 22 September 2014 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Nurul Arifin</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>SURABAYA - Dua perampok diterjang timah panas milik anggota Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Salah seorang pelaku bernama Nicolas Sapulete tewas di lokasi kejadian, sementara seorang lagi yaitu Aris Setiyawan (35) terkena tembak di bagian kaki. Informasi yang dihimpun, penangkapan bermula ketika petugas memergoki keduanya hendak membobol rumah warga di Jalan Biloton Surabaya. Saat petugas mendekati keduanya, Nicolas mengeluarkan senjata api rakitan dan mengarahkan tembakan ke petugas. Tembakan itu meleset dan mengenai pagar rumah. Aksi saling tembak pun terjadi hingga akhirnya peluru mengenai punggung, pinggul, paha kiri, dan lengan Nicolas. Ia pun tewas bersimbah darah. Sementara saat aksi saling tembak berlangsung, Aris berusaha kabur. Guna menghindari kejaran petugas, Aris sempat berupaya merampas sepeda motor bernomor polisi L 5388 EC milik Umar. Namun, usaha tersebut gagal karena Umar juga berupaya mempertahankan motornya. Hingga akhirnya, Aris tak bisa lari setelah polisi menembak kaki kanannya. Berdasarkan catatan kepolisian, Aris dan Nicolas sudah tiga kali beraksi di wilayah Surabaya. Mereka pernah membobol rumah warga di Jalan Diponegoro, Jalan Gubeng, dan terakhir di Jalan Biliton yang merupakan lokasi baku tembak berlangsung. Keduanya ternyata merupakan DPO kasus perampokan. &quot;LP (laporan polisi) yang pertama di Jalan Diponegoro, kasus pembobolan rumah. Kedua di Jalan Gubeng dan terakhir di Jalan Biliton, keperegok anggota,&quot; kata seorang anggota Reserse Polsek Gubeng saat menggelar olah TKP, Senin (22/9/2014).</description><content:encoded>SURABAYA - Dua perampok diterjang timah panas milik anggota Polrestabes Surabaya, Jawa Timur. Salah seorang pelaku bernama Nicolas Sapulete tewas di lokasi kejadian, sementara seorang lagi yaitu Aris Setiyawan (35) terkena tembak di bagian kaki. Informasi yang dihimpun, penangkapan bermula ketika petugas memergoki keduanya hendak membobol rumah warga di Jalan Biloton Surabaya. Saat petugas mendekati keduanya, Nicolas mengeluarkan senjata api rakitan dan mengarahkan tembakan ke petugas. Tembakan itu meleset dan mengenai pagar rumah. Aksi saling tembak pun terjadi hingga akhirnya peluru mengenai punggung, pinggul, paha kiri, dan lengan Nicolas. Ia pun tewas bersimbah darah. Sementara saat aksi saling tembak berlangsung, Aris berusaha kabur. Guna menghindari kejaran petugas, Aris sempat berupaya merampas sepeda motor bernomor polisi L 5388 EC milik Umar. Namun, usaha tersebut gagal karena Umar juga berupaya mempertahankan motornya. Hingga akhirnya, Aris tak bisa lari setelah polisi menembak kaki kanannya. Berdasarkan catatan kepolisian, Aris dan Nicolas sudah tiga kali beraksi di wilayah Surabaya. Mereka pernah membobol rumah warga di Jalan Diponegoro, Jalan Gubeng, dan terakhir di Jalan Biliton yang merupakan lokasi baku tembak berlangsung. Keduanya ternyata merupakan DPO kasus perampokan. &quot;LP (laporan polisi) yang pertama di Jalan Diponegoro, kasus pembobolan rumah. Kedua di Jalan Gubeng dan terakhir di Jalan Biliton, keperegok anggota,&quot; kata seorang anggota Reserse Polsek Gubeng saat menggelar olah TKP, Senin (22/9/2014).</content:encoded></item></channel></rss>
