<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Hilangnya Ade Sara hingga Ditemukan Tewas</title><description>Cerita hilangnya Ade Sara disampaikan Suroto sambil menangis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043280/cerita-hilangnya-ade-sara-hingga-ditemukan-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043280/cerita-hilangnya-ade-sara-hingga-ditemukan-tewas"/><item><title>Cerita Hilangnya Ade Sara hingga Ditemukan Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043280/cerita-hilangnya-ade-sara-hingga-ditemukan-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043280/cerita-hilangnya-ade-sara-hingga-ditemukan-tewas</guid><pubDate>Selasa 23 September 2014 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/23/500/1043280/vLQMgXuGsV.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/23/500/1043280/vLQMgXuGsV.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Suroto, menceritakan kronologis hilangnya Ade Sara Angelina Suroto hingga ditemukan tewas di pinggir Jalan Tol Bintara, Bekasi. Suroto bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2014).Sang ayah bercerita, pada 3 Maret 2014, Ade Sara pamit pergi untuk les Bahasa Jerman sekira pukul 17.00 WIB. Hingga pukul 22.00 WIB, Sara belum juga pulang.&quot;Tapi pada malam itu, Sara belum pulang dan belum menghubungi saya. Saya pikir ponsel Sara kehabisan baterai. Akhirnya, saya inisiatif jemput Sara di Stasiun Klender,&quot; kenang Suroto kepada majelis hakim.Setibanya di Stasiun Klender, Suroto tak mendapati keberadaan Sara hingga jadwal kedatangan kereta api hari itu berakhir. Dia pun pulang. Tiba di rumah, Suroto menghubungi call center provider nomor telefon Ade Sara untuk mendeteksi keberadaan nomor ponsel anaknya. Namun, nomor ponsel Ade Sara tak terlacak.Beberapa saat kemudian, Suroto menerima capture percakapan terakhir antara Ade Sara dengan teman lesnya, Nadia. Capture foto itu menjelaskan bahwa Ade Sara pergi bersama mantan pacarnya, Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani. Hari berikutnya, Ade Sara belum juga pulang. Suroto melapor ke polisi. Beberapa jam setelah itu, Suroto didatangi polisi yang mengabarkan anaknya ditemukan telah meninggal dunia.&quot;Saya diam, saya izin kepada tim penyidik mau ke belakang. Saya hubungi istri saya,&quot; ujar Suroto sambil menangis.&amp;nbsp;&quot;Saya bilang ke istri 'Ma, mama di tempat kerja aja jangan kemana-mana. Pokoknya mama di tempat kerja'. Lalu saya jelaskan Sara sudah meninggal. Istri saya cuma nangis. Enggak bisa ngomong,&quot; lanjut Suroto terisak. Kemudian, Suroto pergi menjemput istrinya Elisabeth, untuk kemudian melihat jasad Ade Sara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Keduanya terkejut saat melihat kepala Ade Sara sudah menghitam dengan mata nyaris keluar dan lidah menjulur. Suroto pun sempat tak yakin kalau jasad tersebut adalah Ade Sara.</description><content:encoded>JAKARTA - Suroto, menceritakan kronologis hilangnya Ade Sara Angelina Suroto hingga ditemukan tewas di pinggir Jalan Tol Bintara, Bekasi. Suroto bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2014).Sang ayah bercerita, pada 3 Maret 2014, Ade Sara pamit pergi untuk les Bahasa Jerman sekira pukul 17.00 WIB. Hingga pukul 22.00 WIB, Sara belum juga pulang.&quot;Tapi pada malam itu, Sara belum pulang dan belum menghubungi saya. Saya pikir ponsel Sara kehabisan baterai. Akhirnya, saya inisiatif jemput Sara di Stasiun Klender,&quot; kenang Suroto kepada majelis hakim.Setibanya di Stasiun Klender, Suroto tak mendapati keberadaan Sara hingga jadwal kedatangan kereta api hari itu berakhir. Dia pun pulang. Tiba di rumah, Suroto menghubungi call center provider nomor telefon Ade Sara untuk mendeteksi keberadaan nomor ponsel anaknya. Namun, nomor ponsel Ade Sara tak terlacak.Beberapa saat kemudian, Suroto menerima capture percakapan terakhir antara Ade Sara dengan teman lesnya, Nadia. Capture foto itu menjelaskan bahwa Ade Sara pergi bersama mantan pacarnya, Ahmad Imam Al Hafitd dan Assyifa Ramadhani. Hari berikutnya, Ade Sara belum juga pulang. Suroto melapor ke polisi. Beberapa jam setelah itu, Suroto didatangi polisi yang mengabarkan anaknya ditemukan telah meninggal dunia.&quot;Saya diam, saya izin kepada tim penyidik mau ke belakang. Saya hubungi istri saya,&quot; ujar Suroto sambil menangis.&amp;nbsp;&quot;Saya bilang ke istri 'Ma, mama di tempat kerja aja jangan kemana-mana. Pokoknya mama di tempat kerja'. Lalu saya jelaskan Sara sudah meninggal. Istri saya cuma nangis. Enggak bisa ngomong,&quot; lanjut Suroto terisak. Kemudian, Suroto pergi menjemput istrinya Elisabeth, untuk kemudian melihat jasad Ade Sara di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Keduanya terkejut saat melihat kepala Ade Sara sudah menghitam dengan mata nyaris keluar dan lidah menjulur. Suroto pun sempat tak yakin kalau jasad tersebut adalah Ade Sara.</content:encoded></item></channel></rss>
