<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok Tak Akan Ambil Kebijakan Sebelum Jokowi Dilantik</title><description>Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan tidak akan mengambil kebijakan strategis sebelum Gubernur Jokowi dilantik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043368/ahok-tak-akan-ambil-kebijakan-sebelum-jokowi-dilantik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043368/ahok-tak-akan-ambil-kebijakan-sebelum-jokowi-dilantik"/><item><title>Ahok Tak Akan Ambil Kebijakan Sebelum Jokowi Dilantik</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043368/ahok-tak-akan-ambil-kebijakan-sebelum-jokowi-dilantik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/23/500/1043368/ahok-tak-akan-ambil-kebijakan-sebelum-jokowi-dilantik</guid><pubDate>Selasa 23 September 2014 20:59 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/23/500/1043368/SNFLo4qBEc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/23/500/1043368/SNFLo4qBEc.jpg</image><title>Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Terpilih sebagai presiden, membuat Joko Widodo (Jokowi) bakal menyerahkan segala kebijakan strtategis menyangkut pembangunan Ibu Kota kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Menanggapi hal itu, Ahok memilih untuk menunggu Jokowi resmi menjadi presiden, dan dirinya naik pangkat jadi Gubernur untuk mengambil keputusan strategis.&quot;Kata beliau (Jokowi), enggak etis lagi dia memutuskan sesuatu yang penting kaya DKI masih beliau. Kan tinggal 1 bulan. Ya tunda semua (kebijakan strategis) sampai beliau ini dilantik,&quot; kata di Balai Kota Jakarta, Selasa (23/9/2014).Sebelumnya, Jokowi menegaskan tak lagi mengambil kebijakan strategis di Pemerintahan Provinsi. Dia mengaku sudah mengkomunikasikan hal ini ke Wakil Gubernur Ahok.&quot;Ini tanggal berapa sih? Sejak tanggal 20 kemarin, saya sudah sampaikan ke Pak Ahok. Saya tidak akan banyak melibatkan diri pada hal-hal strategis yang ada di Jakarta,&quot; ungkap Jokowi.Langkah itu diambil karena Jokowi mulai memikirkan persoalan negara, salah satunya adalah penyusunan kabinet yang kerap kali dikatakannya masih dalam proses perampungan. &quot;Ya mulai (memikirkan negara) dong, tapi tetap tanda tangan, tapi untuk yang strategis itu di Pak Ahok,&quot; terangnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Terpilih sebagai presiden, membuat Joko Widodo (Jokowi) bakal menyerahkan segala kebijakan strtategis menyangkut pembangunan Ibu Kota kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Menanggapi hal itu, Ahok memilih untuk menunggu Jokowi resmi menjadi presiden, dan dirinya naik pangkat jadi Gubernur untuk mengambil keputusan strategis.&quot;Kata beliau (Jokowi), enggak etis lagi dia memutuskan sesuatu yang penting kaya DKI masih beliau. Kan tinggal 1 bulan. Ya tunda semua (kebijakan strategis) sampai beliau ini dilantik,&quot; kata di Balai Kota Jakarta, Selasa (23/9/2014).Sebelumnya, Jokowi menegaskan tak lagi mengambil kebijakan strategis di Pemerintahan Provinsi. Dia mengaku sudah mengkomunikasikan hal ini ke Wakil Gubernur Ahok.&quot;Ini tanggal berapa sih? Sejak tanggal 20 kemarin, saya sudah sampaikan ke Pak Ahok. Saya tidak akan banyak melibatkan diri pada hal-hal strategis yang ada di Jakarta,&quot; ungkap Jokowi.Langkah itu diambil karena Jokowi mulai memikirkan persoalan negara, salah satunya adalah penyusunan kabinet yang kerap kali dikatakannya masih dalam proses perampungan. &quot;Ya mulai (memikirkan negara) dong, tapi tetap tanda tangan, tapi untuk yang strategis itu di Pak Ahok,&quot; terangnya.</content:encoded></item></channel></rss>
