<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ruji Tewas Tertimbun Batu &amp; Tanah Sedalam 15 Meter</title><description>Ruji (23) tewas tertimbun batu dan tanah di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep saat melakukan penggalian tanah.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/29/521/1046030/ruji-tewas-tertimbun-batu-tanah-sedalam-15-meter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/09/29/521/1046030/ruji-tewas-tertimbun-batu-tanah-sedalam-15-meter"/><item><title>Ruji Tewas Tertimbun Batu &amp; Tanah Sedalam 15 Meter</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/09/29/521/1046030/ruji-tewas-tertimbun-batu-tanah-sedalam-15-meter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/09/29/521/1046030/ruji-tewas-tertimbun-batu-tanah-sedalam-15-meter</guid><pubDate>Senin 29 September 2014 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/09/29/521/1046030/ysUhixOGE5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ruji Tewas Tertimbun Batu &amp; Tanah Sedalam 15 Meter (ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/09/29/521/1046030/ysUhixOGE5.jpg</image><title>Ruji Tewas Tertimbun Batu &amp; Tanah Sedalam 15 Meter (ilustrasi)</title></images><description>SUMENEP - Seorang kuli penggali tanah tewas tertimbun batu dan tanah di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Korban tertimbun batu dan tanah longsor sedalam sekira 15 meter.Identitas korban diketahui bernama Ruji (23) warga Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Kini, jenazah korban sudah diambil pihak keluarga untuk dikebumikan. Setelah jenazah tersebut berhasil dievakuasi dari longsoran tanah, Senin (29/9/2014).Proses evakuasi untuk mengeluarkan korban dari timbunan tanah dan batu tidak mudah. Membutuhkan waktu sekira 30 menit. Saat berhasil dievakuasi, kondisi tubuh korban mengenaskan.&amp;nbsp; &quot;Sebelum musibah itu terjadi, korban sedang menggali tanah untuk dinaikkan dalam pikap. Tiba-tiba tanah dan batu yang ada di atasnya runtuh dan menimpa korban,&quot; kata salah seorang saksi mata, Syafik.Ia menjelaskan, korban hanya sebagai pekerja penggali tanah. Setiap berhasil menaikkan tanah dalam satu pikap, pekerja hanya mendapatkan upah Rp10 ribu sampai Rp15 ribu.&quot;Saat ditemukan tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Saat ini lokasi sudah dipasang garis polisi oleh petugas,&quot; tandasnya. Terpisah, Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Rosidy, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyatakan, peristiwa ini murni kecelakaan kerja yang dialami korban. Sebab, ketika menaikkan tanah ke pikap dijatuhi batu besar dan tanah hingga meninggal.&quot;Saat itu korban sedang bekerja bersama seorang temannya. Hasil olah TKP, ini terjadi lantaran kecelakaan kerja,&quot; terang Rosidy saat dikonfirmasi.</description><content:encoded>SUMENEP - Seorang kuli penggali tanah tewas tertimbun batu dan tanah di Desa Payudan Nangger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Korban tertimbun batu dan tanah longsor sedalam sekira 15 meter.Identitas korban diketahui bernama Ruji (23) warga Desa Bakeong, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep. Kini, jenazah korban sudah diambil pihak keluarga untuk dikebumikan. Setelah jenazah tersebut berhasil dievakuasi dari longsoran tanah, Senin (29/9/2014).Proses evakuasi untuk mengeluarkan korban dari timbunan tanah dan batu tidak mudah. Membutuhkan waktu sekira 30 menit. Saat berhasil dievakuasi, kondisi tubuh korban mengenaskan.&amp;nbsp; &quot;Sebelum musibah itu terjadi, korban sedang menggali tanah untuk dinaikkan dalam pikap. Tiba-tiba tanah dan batu yang ada di atasnya runtuh dan menimpa korban,&quot; kata salah seorang saksi mata, Syafik.Ia menjelaskan, korban hanya sebagai pekerja penggali tanah. Setiap berhasil menaikkan tanah dalam satu pikap, pekerja hanya mendapatkan upah Rp10 ribu sampai Rp15 ribu.&quot;Saat ditemukan tubuh korban dalam kondisi mengenaskan. Saat ini lokasi sudah dipasang garis polisi oleh petugas,&quot; tandasnya. Terpisah, Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Rosidy, membenarkan adanya kasus tersebut. Ia menyatakan, peristiwa ini murni kecelakaan kerja yang dialami korban. Sebab, ketika menaikkan tanah ke pikap dijatuhi batu besar dan tanah hingga meninggal.&quot;Saat itu korban sedang bekerja bersama seorang temannya. Hasil olah TKP, ini terjadi lantaran kecelakaan kerja,&quot; terang Rosidy saat dikonfirmasi.</content:encoded></item></channel></rss>
