<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ignasius Jonan Rebut Alat Perekam Wartawan</title><description>Dirut PT KAI, Ignasius Jonan, tiba-tiba merebut perekam  suara milik wartawan usai bertemu&amp;nbsp; Wagub DKI Basuki  Tjahaja Purnama (Ahok)</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/01/500/1046883/ignasius-jonan-rebut-alat-perekam-wartawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/01/500/1046883/ignasius-jonan-rebut-alat-perekam-wartawan"/><item><title>Ignasius Jonan Rebut Alat Perekam Wartawan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/01/500/1046883/ignasius-jonan-rebut-alat-perekam-wartawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/01/500/1046883/ignasius-jonan-rebut-alat-perekam-wartawan</guid><pubDate>Rabu 01 Oktober 2014 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/01/500/1046883/S68DXJVuTC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ignasius Jonan bersama Ahok (Foto: Dayat/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/01/500/1046883/S68DXJVuTC.jpg</image><title>Ignasius Jonan bersama Ahok (Foto: Dayat/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Ignasius Jonan, tiba-tiba merebut perekam suara milik wartawan usai bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Pertemuan kedua tokoh ini untuk menandatangani nota kesepakatan (MoU) tentang pengembangan kawasan pemukiman yang terintegrasi dengan moda transportasi stasiun.Beruntung, tindakan Jonan ini bukan merampas, apalagi menghalang-halangi kerja awak media. Jonan hanya iseng sekaligus menolong wartawan yang kesulitan merekam pernyataan Ahok lantaran kejauhan.Jonan sempat menangkap alat perekam milik Okezone yang kala itu tepat berada di depannya. Pria kelahiran Singapura ini pun langsung mengarahkan alat perekam tersebut ke mulut Ahok.Saat alat perekam diminta kembali, Jonan pun langsung memberikan &amp;ldquo;senjata&amp;rdquo; itu sambil tersenyum. Tak lama berselang, Jonan kembali mengulangi aksinya kepada wartawan lain yang kesulitan menyodorkan alat perekam suara.Sontak wartawan itu meminta kembali alat perekamnya karena merasa segan. &quot;Udah (tidak apa-apa),&quot; ucap Jonan pelan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2014).Terhitung beberapa menit, Jonan memegang alat perekam itu sebelum Ahok berpamitan dari sesi wawancara karena harus mengerjakan aktivitas yang lain. </description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Ignasius Jonan, tiba-tiba merebut perekam suara milik wartawan usai bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).Pertemuan kedua tokoh ini untuk menandatangani nota kesepakatan (MoU) tentang pengembangan kawasan pemukiman yang terintegrasi dengan moda transportasi stasiun.Beruntung, tindakan Jonan ini bukan merampas, apalagi menghalang-halangi kerja awak media. Jonan hanya iseng sekaligus menolong wartawan yang kesulitan merekam pernyataan Ahok lantaran kejauhan.Jonan sempat menangkap alat perekam milik Okezone yang kala itu tepat berada di depannya. Pria kelahiran Singapura ini pun langsung mengarahkan alat perekam tersebut ke mulut Ahok.Saat alat perekam diminta kembali, Jonan pun langsung memberikan &amp;ldquo;senjata&amp;rdquo; itu sambil tersenyum. Tak lama berselang, Jonan kembali mengulangi aksinya kepada wartawan lain yang kesulitan menyodorkan alat perekam suara.Sontak wartawan itu meminta kembali alat perekamnya karena merasa segan. &quot;Udah (tidak apa-apa),&quot; ucap Jonan pelan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2014).Terhitung beberapa menit, Jonan memegang alat perekam itu sebelum Ahok berpamitan dari sesi wawancara karena harus mengerjakan aktivitas yang lain. </content:encoded></item></channel></rss>
