<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenlu: Indonesia Bisa Contoh Jerman </title><description>Wamenlu mengatakan Indonesia bisa mencontoh Jerman yang berhasil menyatukan wilayah barat dan timur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/04/18/1048170/wamenlu-indonesia-bisa-contoh-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/04/18/1048170/wamenlu-indonesia-bisa-contoh-jerman"/><item><title>Wamenlu: Indonesia Bisa Contoh Jerman </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/04/18/1048170/wamenlu-indonesia-bisa-contoh-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/04/18/1048170/wamenlu-indonesia-bisa-contoh-jerman</guid><pubDate>Sabtu 04 Oktober 2014 14:48 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/04/18/1048170/GUBHdynV21.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenlu: Indonesia Bisa Contoh Jerman. (Foto: Hendra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/04/18/1048170/GUBHdynV21.jpg</image><title>Wamenlu: Indonesia Bisa Contoh Jerman. (Foto: Hendra/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyatakan Pemerintah Indonesia bisa meniru Jerman. Sebab, negara dari Benua Eropa itu berhasil menyatukan dua wilayah tanpa pertumpahan darah.Pada 3 Oktober 1990, sebuah sejarah tercipta. Mantan daerah Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) digabungkan dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat).Sabtu 3 Oktober 2014, Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia merayakan Hari Penyatuan Jerman untuk ke-24 kalinya. Beberapa orang Indonesia diundang hadir di acara itu, seperti mantan presiden BJ Habibie dan Wamenlu Dino Patti Djalal.Pria yang akrab disapa Dino itu mengeluarkan pendapat mengenai Penyatuan Jerman tersebut. &amp;ldquo;Kalau saya melihatnya Jerman Barat dan Timur bersatu itu kan suatu contoh positif perang dingin berakhir. Kedua bahwa Jerman akhirnya bisa bersatu menemukan jati dirinya dan nasionalisme,&amp;rdquo; katanya di Jakarta, kemarin.&amp;ldquo;Di Indonesia saya kira itu bisa menjadi inspirasi bahwa persatuan bisa dijaga. Lihat saja Jerman Barat dan Jerman Timur mati-matian mencapai persatuan dan mereka menjaga itu,&amp;rdquo; lanjutnya.Dino mengatakan, perjuangan Jerman untuk menyatukan wilayah timur dan barat harus bisa menjadi pelajaran untuk bangsa Indonesia. &amp;ldquo;Saya rasa ini bisa menjadi pelajaran untuk kita. Kita sudah ada dan harus menjaga persatuan ini,&amp;rdquo; tambah dia. (hmr)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal menyatakan Pemerintah Indonesia bisa meniru Jerman. Sebab, negara dari Benua Eropa itu berhasil menyatukan dua wilayah tanpa pertumpahan darah.Pada 3 Oktober 1990, sebuah sejarah tercipta. Mantan daerah Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) digabungkan dengan Republik Federal Jerman (Jerman Barat).Sabtu 3 Oktober 2014, Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia merayakan Hari Penyatuan Jerman untuk ke-24 kalinya. Beberapa orang Indonesia diundang hadir di acara itu, seperti mantan presiden BJ Habibie dan Wamenlu Dino Patti Djalal.Pria yang akrab disapa Dino itu mengeluarkan pendapat mengenai Penyatuan Jerman tersebut. &amp;ldquo;Kalau saya melihatnya Jerman Barat dan Timur bersatu itu kan suatu contoh positif perang dingin berakhir. Kedua bahwa Jerman akhirnya bisa bersatu menemukan jati dirinya dan nasionalisme,&amp;rdquo; katanya di Jakarta, kemarin.&amp;ldquo;Di Indonesia saya kira itu bisa menjadi inspirasi bahwa persatuan bisa dijaga. Lihat saja Jerman Barat dan Jerman Timur mati-matian mencapai persatuan dan mereka menjaga itu,&amp;rdquo; lanjutnya.Dino mengatakan, perjuangan Jerman untuk menyatukan wilayah timur dan barat harus bisa menjadi pelajaran untuk bangsa Indonesia. &amp;ldquo;Saya rasa ini bisa menjadi pelajaran untuk kita. Kita sudah ada dan harus menjaga persatuan ini,&amp;rdquo; tambah dia. (hmr)</content:encoded></item></channel></rss>
