<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KMP Kuasai Parlemen, Fahri Minta Jokowi Santai Saja</title><description>Kemenangan KMP di DPR harus dimaknai sebagai bagian dari pelaksanaan sistem presidensial</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/08/337/1049881/kmp-kuasai-parlemen-fahri-minta-jokowi-santai-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/08/337/1049881/kmp-kuasai-parlemen-fahri-minta-jokowi-santai-saja"/><item><title>KMP Kuasai Parlemen, Fahri Minta Jokowi Santai Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/08/337/1049881/kmp-kuasai-parlemen-fahri-minta-jokowi-santai-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/08/337/1049881/kmp-kuasai-parlemen-fahri-minta-jokowi-santai-saja</guid><pubDate>Rabu 08 Oktober 2014 19:04 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/08/337/1049881/2c83ticteC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KMP Kuasai Parlemen, Fahri Minta Jokowi Santai Saja</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/08/337/1049881/2c83ticteC.jpg</image><title>KMP Kuasai Parlemen, Fahri Minta Jokowi Santai Saja</title></images><description>JAKARTA - Kemenangan Koalisi Merah Putih (KMP) pada pemilihan paket pimpinan DPR dan MPR harus dimaknai presiden terpilih Jokowi sebagai bagian dari pelaksanaan sistem presidensial secara baik.
&amp;nbsp;
Dalam sistem presidensial presiden memegang penuh kekuasaan di eksekutif, dan kekuatan lain dalam hal ini KMP memegang kendali di parlemen, sehingga terjadi keseimbangan.
&quot;Ini sejalan check and balances,&quot; &amp;nbsp;kata Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu. (8/10/2014).
&amp;nbsp;
Fahri mengatakan, Jokowi tidak perlu merasa khawatir dengan keberadaan&amp;nbsp; KMP yang kini menguasai parlemen, apalagi berpikir akan menjegal pemerintahannya hingga berhalusinasi akan memakzulkan.
&amp;nbsp;
&quot;Menjatuhkan presiden itu susah, bahkan mekanismenya berbelit, angket dulu, angket harus temukan kasus 12 kategori, pidana, apakah layak di-impeachment, setelah itu muncul hak menyatakn pendapat, diajukan ke MK, lalu di sana pemerintah ada pembelaan, di MK toh kalau bersalah ke sidang istimewa ladi. Artinya santai saja, pemerintah jangan khawatir,&quot;tuturnya.
&amp;nbsp;
Fahri menambahkan, yang perlu dilakukan Jokowi sebaiknya konsentrasi untuk menyusun kabinet dengan baik. Nah, parlemen nanti akan bertindak melakukan fungsi pengawasan dari kinerja pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi sebetulnya tidak ada ruang ganggu pemerintah. Opini KMP ganggu Jokowi, tidak sehat. DKI juga kami mayoritas, kami santai-santai saja,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kemenangan Koalisi Merah Putih (KMP) pada pemilihan paket pimpinan DPR dan MPR harus dimaknai presiden terpilih Jokowi sebagai bagian dari pelaksanaan sistem presidensial secara baik.
&amp;nbsp;
Dalam sistem presidensial presiden memegang penuh kekuasaan di eksekutif, dan kekuatan lain dalam hal ini KMP memegang kendali di parlemen, sehingga terjadi keseimbangan.
&quot;Ini sejalan check and balances,&quot; &amp;nbsp;kata Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu. (8/10/2014).
&amp;nbsp;
Fahri mengatakan, Jokowi tidak perlu merasa khawatir dengan keberadaan&amp;nbsp; KMP yang kini menguasai parlemen, apalagi berpikir akan menjegal pemerintahannya hingga berhalusinasi akan memakzulkan.
&amp;nbsp;
&quot;Menjatuhkan presiden itu susah, bahkan mekanismenya berbelit, angket dulu, angket harus temukan kasus 12 kategori, pidana, apakah layak di-impeachment, setelah itu muncul hak menyatakn pendapat, diajukan ke MK, lalu di sana pemerintah ada pembelaan, di MK toh kalau bersalah ke sidang istimewa ladi. Artinya santai saja, pemerintah jangan khawatir,&quot;tuturnya.
&amp;nbsp;
Fahri menambahkan, yang perlu dilakukan Jokowi sebaiknya konsentrasi untuk menyusun kabinet dengan baik. Nah, parlemen nanti akan bertindak melakukan fungsi pengawasan dari kinerja pemerintah.
&amp;nbsp;
&quot;Jadi sebetulnya tidak ada ruang ganggu pemerintah. Opini KMP ganggu Jokowi, tidak sehat. DKI juga kami mayoritas, kami santai-santai saja,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
