<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suvenir Karapas Penyu Dijual Bebas di Berau </title><description>Ratusan suvenir dari karapas penyu sisik dijual sejumlah toko di Tanjung  Redeb, Berau. Padahal penyu jenis apapun dilindungi keberadaanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/09/340/1050066/suvenir-karapas-penyu-dijual-bebas-di-berau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/09/340/1050066/suvenir-karapas-penyu-dijual-bebas-di-berau"/><item><title>Suvenir Karapas Penyu Dijual Bebas di Berau </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/09/340/1050066/suvenir-karapas-penyu-dijual-bebas-di-berau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/09/340/1050066/suvenir-karapas-penyu-dijual-bebas-di-berau</guid><pubDate>Kamis 09 Oktober 2014 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Hari Istiawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/09/340/1050066/secbVxHLaJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyu di Pulau Berhala, Sumatera Utara (foto: Akbar Dongoran/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/09/340/1050066/secbVxHLaJ.jpg</image><title>Penyu di Pulau Berhala, Sumatera Utara (foto: Akbar Dongoran/Okezone)</title></images><description>MALANG - Organisasi perlindungan hutan dan satwa atau Protection of Forest and Fauna (Profauna) menemukan perdagangan suvenir yang terbuat dari karapas penyu sisik (eretmochelys imbricata) di sejumlah toko di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid mengatakan, temuan Profauna Berau di lapangan menunjukkan ada ratusan suvenir yang terbuat dari karapas penyu sisik. Suvenir itu dijual dalam bentuk cincin, gantungan kunci, dan kalung. Suvenir dari hewan dilindungi ini djual dengan harga bervariasi, mulai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per buah. &quot;Perdagangan penyu, termasuk bagian tubuhnya seperti telur atau karapas, melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Semua jenis penyu dilindungi dan dilarang untuk diperdagangkan,&amp;rdquo; katanya, Selasa (8/10/2014). Rosek menambahkan, pelaku penjualan penyu dan bagian tubuhnya diancam dengan hukuman pidana penjara lima tahun dan denda Rp100 juta. Pihak penegak hukum setempat, kata Rosek, harus menindak tegas para pelaku untuk menyelamatkan populasi penyu di kawasan tersebut. Rosek menduga penyu itu didapat dari Kepulauan Derawan yang menjadi habitat penyu sisik dan penyu hijau. Populasi penyu sisik sendiri di kepulauan ini kian menyusut dan lebih sedikit dibandingkan penyu hijau.</description><content:encoded>MALANG - Organisasi perlindungan hutan dan satwa atau Protection of Forest and Fauna (Profauna) menemukan perdagangan suvenir yang terbuat dari karapas penyu sisik (eretmochelys imbricata) di sejumlah toko di Tanjung Redeb, Berau, Kalimantan Timur. Ketua Profauna Indonesia Rosek Nursahid mengatakan, temuan Profauna Berau di lapangan menunjukkan ada ratusan suvenir yang terbuat dari karapas penyu sisik. Suvenir itu dijual dalam bentuk cincin, gantungan kunci, dan kalung. Suvenir dari hewan dilindungi ini djual dengan harga bervariasi, mulai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per buah. &quot;Perdagangan penyu, termasuk bagian tubuhnya seperti telur atau karapas, melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Semua jenis penyu dilindungi dan dilarang untuk diperdagangkan,&amp;rdquo; katanya, Selasa (8/10/2014). Rosek menambahkan, pelaku penjualan penyu dan bagian tubuhnya diancam dengan hukuman pidana penjara lima tahun dan denda Rp100 juta. Pihak penegak hukum setempat, kata Rosek, harus menindak tegas para pelaku untuk menyelamatkan populasi penyu di kawasan tersebut. Rosek menduga penyu itu didapat dari Kepulauan Derawan yang menjadi habitat penyu sisik dan penyu hijau. Populasi penyu sisik sendiri di kepulauan ini kian menyusut dan lebih sedikit dibandingkan penyu hijau.</content:encoded></item></channel></rss>
