<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ulil Abshar Dicekal Pemerintah Malaysia</title><description>Ulil Abshar dicekal Pemerintah Malaysia terkait keikutsertaannya dalam acara diskusi yang gelar IRF pada, Sabtu (18/10).</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/14/337/1052228/ulil-abshar-dicekal-pemerintah-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/14/337/1052228/ulil-abshar-dicekal-pemerintah-malaysia"/><item><title>Ulil Abshar Dicekal Pemerintah Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/14/337/1052228/ulil-abshar-dicekal-pemerintah-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/14/337/1052228/ulil-abshar-dicekal-pemerintah-malaysia</guid><pubDate>Selasa 14 Oktober 2014 20:49 WIB</pubDate><dc:creator>Misbahol Munir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/14/337/1052228/Y3vpw2RyIr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ulil Abshar Abdalla dicekal Pemerintah Malaysia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/14/337/1052228/Y3vpw2RyIr.jpg</image><title>Ulil Abshar Abdalla dicekal Pemerintah Malaysia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah Malaysia mencekal tokoh muda yang juga pendiri Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla untuk berkunjung ke negaranya.
&amp;nbsp;

Melalui akun twitternya, @ulil, dia menejelaskan awal mula pelarangan tersebut.
&amp;nbsp;
Bermula ketika dia dijadwalkan akan menghadiri acara diskusi yang bertajuk &quot;Ancaman Agama Fundamentalisme di Abad Ini' pada Sabtu (18/10).
&amp;nbsp;
&quot;I am scheduled to appear on a panel on &quot;Religious Fundamentalism Threat in This Century&quot; on Saturday, 18/10 in Kuala Lumpur, Malaysia,&quot; tulis Ulil dalam akunnya, pada Sabtu, 11 Oktober 2014.
&amp;nbsp;
Namun, dia tak akan bisa hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh gelar Islamic Renaissance (IRF) tersebut.
&amp;nbsp;
Pasalnya, Persatuan Ulama Malaysia mengajukan protes terhadap pemerintah Malaysia atas keikutsertaan Ulil.
&amp;nbsp;
&quot;The event is organized by IRF (Islamic Renaissance). But unfortunately, my appearance is not gonna happen. Persatuan Ulama Malaysia (PIM) filed a protest against my participation in the event. And I am banned now from entering Malaysia,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Kader Partai Demokrat itu merasa sangat sedih atas pencekalan yang dilakukan Pemerintah Malaysia, sebab masyarakat muslim saat ini, termasuk di Malaysia, tengah membutuhkan dialog untuk membendung maraknya gerakan radikalisme.
&amp;nbsp;
&quot;I am sad that this ban happens in time when Muslim society needs more dialogue to stem radicalism in their midst,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Kata dia, maraknya gerakan Islam konservatif yang ada terjadi di Indonesia juga mulai di Malaysia, dan hal itu bukan sebuah kabar baik bagi masyarakat muslim Nusantara.
&amp;nbsp;
&quot;As in Indonesia, trend of Islamic conservatism seems to be increasing in Malaysia. And this is not good news for Muslim in Nusantara. I endured too few bans of appearing on public discussions back home in Indonesia, in Surabaya and Riau,&quot; twettnya lagi.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah Malaysia mencekal tokoh muda yang juga pendiri Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla untuk berkunjung ke negaranya.
&amp;nbsp;

Melalui akun twitternya, @ulil, dia menejelaskan awal mula pelarangan tersebut.
&amp;nbsp;
Bermula ketika dia dijadwalkan akan menghadiri acara diskusi yang bertajuk &quot;Ancaman Agama Fundamentalisme di Abad Ini' pada Sabtu (18/10).
&amp;nbsp;
&quot;I am scheduled to appear on a panel on &quot;Religious Fundamentalism Threat in This Century&quot; on Saturday, 18/10 in Kuala Lumpur, Malaysia,&quot; tulis Ulil dalam akunnya, pada Sabtu, 11 Oktober 2014.
&amp;nbsp;
Namun, dia tak akan bisa hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh gelar Islamic Renaissance (IRF) tersebut.
&amp;nbsp;
Pasalnya, Persatuan Ulama Malaysia mengajukan protes terhadap pemerintah Malaysia atas keikutsertaan Ulil.
&amp;nbsp;
&quot;The event is organized by IRF (Islamic Renaissance). But unfortunately, my appearance is not gonna happen. Persatuan Ulama Malaysia (PIM) filed a protest against my participation in the event. And I am banned now from entering Malaysia,&quot; jelas dia.
&amp;nbsp;
Kader Partai Demokrat itu merasa sangat sedih atas pencekalan yang dilakukan Pemerintah Malaysia, sebab masyarakat muslim saat ini, termasuk di Malaysia, tengah membutuhkan dialog untuk membendung maraknya gerakan radikalisme.
&amp;nbsp;
&quot;I am sad that this ban happens in time when Muslim society needs more dialogue to stem radicalism in their midst,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Kata dia, maraknya gerakan Islam konservatif yang ada terjadi di Indonesia juga mulai di Malaysia, dan hal itu bukan sebuah kabar baik bagi masyarakat muslim Nusantara.
&amp;nbsp;
&quot;As in Indonesia, trend of Islamic conservatism seems to be increasing in Malaysia. And this is not good news for Muslim in Nusantara. I endured too few bans of appearing on public discussions back home in Indonesia, in Surabaya and Riau,&quot; twettnya lagi.</content:encoded></item></channel></rss>
