<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bekasi Di-Bully karena Tata Kota Jelek</title><description>Kritik sosial yang disampaikan masyarakat akibat tata kota Bekasi yang semakin tak nyaman.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/14/338/1051921/bekasi-di-bully-karena-tata-kota-jelek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/14/338/1051921/bekasi-di-bully-karena-tata-kota-jelek"/><item><title>Bekasi Di-Bully karena Tata Kota Jelek</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/14/338/1051921/bekasi-di-bully-karena-tata-kota-jelek</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/14/338/1051921/bekasi-di-bully-karena-tata-kota-jelek</guid><pubDate>Selasa 14 Oktober 2014 11:48 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/14/338/1051921/TMG4xiYTX3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tata kota yang buruk dinilai jadi penyebab Kota Bekasi dibully di media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/14/338/1051921/TMG4xiYTX3.jpg</image><title>Tata kota yang buruk dinilai jadi penyebab Kota Bekasi dibully di media sosial</title></images><description>JAKARTA - Hampir sepekan terakhir, Kota Bekasi menjadi trending topic di media sosial. Kota Bekasi jadi pembicaraan di dunia maya karena beragam permasalahannya.Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna menilai, joke atau kata-kata plesetan tentang Bekasi merupakan kritik sosial yang disampaikan masyarakat akibat tata kota Bekasi yang semakin tak nyaman.&quot;Ini kan persoalannya adalah ketika pengelola kotanya jalan sendiri, kurang membuka ruang diskusi dan ruang dialog dengan masyarakat,&quot; kata Yayat kepada Okezone, Selasa (14/10/2014). Menurut Yayat, warga Bekasi sedang menuntut ada perbaikan tata kota. &quot;Dan mereka pasti menuntut kota tersebut juga semakin membuat kehidupan mereka lebih baik dan nyaman,&quot; jelasnya.Pembangunan di Bekasi, lanjut Yayat, berkembang sangat pesat namun tidak terkontrol hingga terasa sesak. Padahal, Bekasi merupakan pintu masuk dan keluar lalulintas dari daerah lain.&quot;Jadi ibaratnya Bekasi tidak membentuk karakter sendiri,&quot; tegasnya.Yayat menyontohkan, setiap hari ada 1,2 juta kendaraan bermotor yang melintasi Bekasi. Hal itu tidak berbanding lurus dengan ketersedian jalan. Alhasil, kemacetan kerap mewarnai arus lalu lintas di Bekasi.&quot;Kemudian Bekasi setiap satu hektare penduduknya hampir 2,6 juta. Kepadatan per kilo meternya di setiap satu kecamatan sampai 17 ribu. Itu menunjukkan sudah semakin sesaknya Bekasi,&quot; imbuhnya.Jika sebuah kota semakin sesak, otomatis ruang terbukanya semakin berkurang dan berdampak pada kualitas udara. Menurut Yayat, udara di Bekasi makin panas, polusi juga terus meningkat.&quot;Ketika Bekasi makin panas, ada tuntutan dari masyarakat agar Bekasi menjadi lebih baik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Hampir sepekan terakhir, Kota Bekasi menjadi trending topic di media sosial. Kota Bekasi jadi pembicaraan di dunia maya karena beragam permasalahannya.Pengamat Tata Kota, Yayat Supriyatna menilai, joke atau kata-kata plesetan tentang Bekasi merupakan kritik sosial yang disampaikan masyarakat akibat tata kota Bekasi yang semakin tak nyaman.&quot;Ini kan persoalannya adalah ketika pengelola kotanya jalan sendiri, kurang membuka ruang diskusi dan ruang dialog dengan masyarakat,&quot; kata Yayat kepada Okezone, Selasa (14/10/2014). Menurut Yayat, warga Bekasi sedang menuntut ada perbaikan tata kota. &quot;Dan mereka pasti menuntut kota tersebut juga semakin membuat kehidupan mereka lebih baik dan nyaman,&quot; jelasnya.Pembangunan di Bekasi, lanjut Yayat, berkembang sangat pesat namun tidak terkontrol hingga terasa sesak. Padahal, Bekasi merupakan pintu masuk dan keluar lalulintas dari daerah lain.&quot;Jadi ibaratnya Bekasi tidak membentuk karakter sendiri,&quot; tegasnya.Yayat menyontohkan, setiap hari ada 1,2 juta kendaraan bermotor yang melintasi Bekasi. Hal itu tidak berbanding lurus dengan ketersedian jalan. Alhasil, kemacetan kerap mewarnai arus lalu lintas di Bekasi.&quot;Kemudian Bekasi setiap satu hektare penduduknya hampir 2,6 juta. Kepadatan per kilo meternya di setiap satu kecamatan sampai 17 ribu. Itu menunjukkan sudah semakin sesaknya Bekasi,&quot; imbuhnya.Jika sebuah kota semakin sesak, otomatis ruang terbukanya semakin berkurang dan berdampak pada kualitas udara. Menurut Yayat, udara di Bekasi makin panas, polusi juga terus meningkat.&quot;Ketika Bekasi makin panas, ada tuntutan dari masyarakat agar Bekasi menjadi lebih baik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
