<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aditya Tewas Saat Mendaki Gunung Dieng</title><description>Aditya Gunansar, mahasiswa Universitas Semarang meninggal dunia  saat mengikuti kegiatan pecinta alam di Gunung Dieng, Wonosobo.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/15/340/1052519/aditya-tewas-saat-mendaki-gunung-dieng</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/15/340/1052519/aditya-tewas-saat-mendaki-gunung-dieng"/><item><title>Aditya Tewas Saat Mendaki Gunung Dieng</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/15/340/1052519/aditya-tewas-saat-mendaki-gunung-dieng</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/15/340/1052519/aditya-tewas-saat-mendaki-gunung-dieng</guid><pubDate>Rabu 15 Oktober 2014 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/15/340/1052519/eNm0kmeBBD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi jenazah (foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/15/340/1052519/eNm0kmeBBD.jpg</image><title>Ilustrasi jenazah (foto: Shutterstock)</title></images><description>SEMARANG - Aditya Gunansar, mahasiswa Universitas Semarang (USM) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pecinta alam di Gunung Dieng, Wonosobo. Ayah Aditya, Gunansar, menyatakan anaknya meninggal dalam kondisi yang tidak wajar.&quot;Waktu berangkat anak saya sehat. Meninggalnya karena tidak wajar. Karena kaki anak saya juga luka,&quot; kata Gunansar saat dihubungi Okezone, Rabu (15/10/2014).Aditya meninggal pada 8 Juni 2014. Gunansar menyatakan, saat itu Aditya mengikuti pendakian Gunung Dieng atas undangan pihak Stikes Ngudi Waluyo. &quot;Anak saya diundang mengikuti pendakian gunung Dieng. Yang mengundang organisasi di Stikes Ngudi Waluyo. Nah, Rektor Stikes udah tanda tangan menyetujui adanya kegiatan tersebut,&quot; ujar Gunansar menambahkan.Sebagai ayah, Gunansar menuntut pertanggungjawaban dari Stikes Ngudi Waluyo. Pihak Stikes pun mengajukan jalur damai dan siap memberikan santunan dan asuransi bagi keluarga mendiang Aditya. &quot;Mereka minta foto kopi KTP dan KK saya. Katanya mau ngurus asuransi dan santunan. Tapi, saya tunggu-tunggu tidak datang,&quot; terang Gunansar.Gunansar mengaku sempat mendatangi kampus Stikes Ngudi Waluyo untuk bertemu rektor. Namun ia justru 'diputar-putar' oleh pihak kampus. &quot;Saya datang ke Stikes ditolak terus, saya ditanya mau ketemu siapa. Senin kemarin, Ibu Yuni (Kepala Kelas Stikes) menghubungi, tidak bisa menemui saya,&quot; terang Gunansar.Belum ada penjelasan dari pihak kampus Stikes Ngudi Waluyo. Saat Okezone mencoba menghubungi telepon kampus tersebut, terdengar operator yang menyatakan bahwa nomor yang dituju sedang sibuk.</description><content:encoded>SEMARANG - Aditya Gunansar, mahasiswa Universitas Semarang (USM) meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pecinta alam di Gunung Dieng, Wonosobo. Ayah Aditya, Gunansar, menyatakan anaknya meninggal dalam kondisi yang tidak wajar.&quot;Waktu berangkat anak saya sehat. Meninggalnya karena tidak wajar. Karena kaki anak saya juga luka,&quot; kata Gunansar saat dihubungi Okezone, Rabu (15/10/2014).Aditya meninggal pada 8 Juni 2014. Gunansar menyatakan, saat itu Aditya mengikuti pendakian Gunung Dieng atas undangan pihak Stikes Ngudi Waluyo. &quot;Anak saya diundang mengikuti pendakian gunung Dieng. Yang mengundang organisasi di Stikes Ngudi Waluyo. Nah, Rektor Stikes udah tanda tangan menyetujui adanya kegiatan tersebut,&quot; ujar Gunansar menambahkan.Sebagai ayah, Gunansar menuntut pertanggungjawaban dari Stikes Ngudi Waluyo. Pihak Stikes pun mengajukan jalur damai dan siap memberikan santunan dan asuransi bagi keluarga mendiang Aditya. &quot;Mereka minta foto kopi KTP dan KK saya. Katanya mau ngurus asuransi dan santunan. Tapi, saya tunggu-tunggu tidak datang,&quot; terang Gunansar.Gunansar mengaku sempat mendatangi kampus Stikes Ngudi Waluyo untuk bertemu rektor. Namun ia justru 'diputar-putar' oleh pihak kampus. &quot;Saya datang ke Stikes ditolak terus, saya ditanya mau ketemu siapa. Senin kemarin, Ibu Yuni (Kepala Kelas Stikes) menghubungi, tidak bisa menemui saya,&quot; terang Gunansar.Belum ada penjelasan dari pihak kampus Stikes Ngudi Waluyo. Saat Okezone mencoba menghubungi telepon kampus tersebut, terdengar operator yang menyatakan bahwa nomor yang dituju sedang sibuk.</content:encoded></item></channel></rss>
