<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Demokrat: Daripada Pesta, Mendingan Banyak Zikir</title><description>Politikus Partai Demokrat Ramadhan Pohan berpendapat, ketimbang melakukan pesta sebaiknya pemimpin lebih banyak melakukan zikir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/21/337/1054865/demokrat-daripada-pesta-mendingan-banyak-zikir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/21/337/1054865/demokrat-daripada-pesta-mendingan-banyak-zikir"/><item><title>Demokrat: Daripada Pesta, Mendingan Banyak Zikir</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/21/337/1054865/demokrat-daripada-pesta-mendingan-banyak-zikir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/21/337/1054865/demokrat-daripada-pesta-mendingan-banyak-zikir</guid><pubDate>Selasa 21 Oktober 2014 07:33 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/21/337/1054865/1D1rSgzdhJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Demokrat: Daripada Pesta, Mendingan Banyak Zikir</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/21/337/1054865/1D1rSgzdhJ.jpg</image><title>Demokrat: Daripada Pesta, Mendingan Banyak Zikir</title></images><description>JAKARTA - Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, menilai pesta pora pelantikan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terlalu berlebihan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurutnya, pesta yang diklaim atas nama rakyat tersebut, tidak ada maknanya. Bahkan Rampo (sapaan Ramadhan) mengatakan, dana dari pesta pora tersebut harus dibuka ke publik agar transaparan asal muasal dana tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Pesta pora, hura-hura dilakukan sejak siang hingga malam. Maknanya apa buat rakyat? Saya kira, rakyat semu saja. Transparansi dana nya juga enggak jelas. Kalau dibuka publik, bagus juga,&quot; ujar Rampo kepada Okezone di Jakarta, Selasa (21/10/2014).
&amp;nbsp;
Karenanya, diawal jabatanya menjadi Presiden RI, ditegaskan Rampo, Jokowi lebih baik memikirkan rencana ke depan Indonesia, ketimbang pesta pora tersebut. &quot;Mustinya ini momen kerja bagi Jokowi. Zikir dan doa, itu lebih baik dibandingkan pesta-pesta,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Mantan anggota DPR RI ini juga melihat, bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) lebih mulia ketimbang pesta mewah dari perayaan tersebut. Lantaran KMP sendiri menyisihkan anggaran guna mengakomodir kepentingan rakyat-rakyat tidak mampu dengan cara membagikannya.
&amp;nbsp;
Dengan demikian alangkah bagusnya, jika dana tersebut dialokasikan kepada pihak yang membutuhkan, daripada penyelenggaraan pesta mewah tersebut, yang diyakininya telah menghabiskan  miliaran uang.
&amp;nbsp;
&quot;Jika dipakai kebutuhan warga miskin, lebih mulia sebenarnya,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, menilai pesta pora pelantikan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI terlalu berlebihan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Menurutnya, pesta yang diklaim atas nama rakyat tersebut, tidak ada maknanya. Bahkan Rampo (sapaan Ramadhan) mengatakan, dana dari pesta pora tersebut harus dibuka ke publik agar transaparan asal muasal dana tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Pesta pora, hura-hura dilakukan sejak siang hingga malam. Maknanya apa buat rakyat? Saya kira, rakyat semu saja. Transparansi dana nya juga enggak jelas. Kalau dibuka publik, bagus juga,&quot; ujar Rampo kepada Okezone di Jakarta, Selasa (21/10/2014).
&amp;nbsp;
Karenanya, diawal jabatanya menjadi Presiden RI, ditegaskan Rampo, Jokowi lebih baik memikirkan rencana ke depan Indonesia, ketimbang pesta pora tersebut. &quot;Mustinya ini momen kerja bagi Jokowi. Zikir dan doa, itu lebih baik dibandingkan pesta-pesta,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Mantan anggota DPR RI ini juga melihat, bahwa Koalisi Merah Putih (KMP) lebih mulia ketimbang pesta mewah dari perayaan tersebut. Lantaran KMP sendiri menyisihkan anggaran guna mengakomodir kepentingan rakyat-rakyat tidak mampu dengan cara membagikannya.
&amp;nbsp;
Dengan demikian alangkah bagusnya, jika dana tersebut dialokasikan kepada pihak yang membutuhkan, daripada penyelenggaraan pesta mewah tersebut, yang diyakininya telah menghabiskan  miliaran uang.
&amp;nbsp;
&quot;Jika dipakai kebutuhan warga miskin, lebih mulia sebenarnya,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
