<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Abaikan Revolusi Mental</title><description>Jokowi abaikan revolusi mental yang dikampanyekan pada pilpres lalu. Sebab, dalam memilih menteri Jokowi terjebak nepotisme.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1055862/jokowi-abaikan-revolusi-mental</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1055862/jokowi-abaikan-revolusi-mental"/><item><title>Jokowi Abaikan Revolusi Mental</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1055862/jokowi-abaikan-revolusi-mental</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1055862/jokowi-abaikan-revolusi-mental</guid><pubDate>Kamis 23 Oktober 2014 08:43 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/23/337/1055862/jokowi-abaikan-revolusi-mental-KRRcIIGIvJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Abaikan Revolusi Mental (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/23/337/1055862/jokowi-abaikan-revolusi-mental-KRRcIIGIvJ.jpg</image><title>Jokowi Abaikan Revolusi Mental (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam memilih menteri yang akan menjadi pembantunya, Presiden Jokowi seharusnya tidak melupakan atau mengabaikan konsep revolusi mental yang dikumandangkannya saat kampanye pilpres.
&amp;nbsp;
Hal itu dikatakan oleh Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane dalam rilisnya, Rabu (23/10/2014).
&amp;nbsp;
Kata Neta, esensi dari revolusi mental adalah penegakan supremasi hukum, perbaikan birokrasi, pemberantasan korupsi, bebas kolusi maupun nepotisme.
&amp;nbsp;
&quot;Sayangnya Jokowi seakan mulai mengabaikan esensi revolusi mental tersebut,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16786/104599_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;nbsp;
Setidaknya hal itu terlihat dari diangkatnya menantu Hendropriyono yaitu Mayjen TNI Andika Perkasa sebagai Komandan Paspampres. Lalu diangkatnya menantu Luhut Panjaitan yaitu Kolonel Inf Maruli Simanjuntak sebagai Komandan Grup A Paspampres. Hendropriyono dan Luhut Panjaitan adalah tim sukses Jokowi saat pilpres.
&amp;nbsp;
&quot;Sepertinya ada upaya balas jasa yang dilakukan Jokowi terhadap kedua jenderal purnawirawan itu. Padahal sebelumnya Jokowi menekankan konsep politiknya adalah koalisi tanpa kompensasi atau balas jasa,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Neta berharap ke depan, dalam menyusun kabinetnya, Jokowi konsisten dengan cita-cita revolusi mental, sehingga tidak terjebak pada nepotisme dan upaya balas jasa. Dengan demikian Jokowi bisa membangun kabinet yang profesional. Konsep bekerja untuk bekerja bisa berjalan efektif dan maksimal.
&amp;nbsp;
&quot;Hanya sikap konsisten pada Revolusi Mental, upaya penegakan supremasi hukum, perbaikan birokrasi, pemberantasan korupsi, pemerintahan bebas kolusi maupun nepotisme, bisa dilakukan dengan tegas dan konsisten,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8yMi81NjQzMC8zODUxODY1NDM0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam memilih menteri yang akan menjadi pembantunya, Presiden Jokowi seharusnya tidak melupakan atau mengabaikan konsep revolusi mental yang dikumandangkannya saat kampanye pilpres.
&amp;nbsp;
Hal itu dikatakan oleh Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane dalam rilisnya, Rabu (23/10/2014).
&amp;nbsp;
Kata Neta, esensi dari revolusi mental adalah penegakan supremasi hukum, perbaikan birokrasi, pemberantasan korupsi, bebas kolusi maupun nepotisme.
&amp;nbsp;
&quot;Sayangnya Jokowi seakan mulai mengabaikan esensi revolusi mental tersebut,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16786/104599_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;nbsp;
Setidaknya hal itu terlihat dari diangkatnya menantu Hendropriyono yaitu Mayjen TNI Andika Perkasa sebagai Komandan Paspampres. Lalu diangkatnya menantu Luhut Panjaitan yaitu Kolonel Inf Maruli Simanjuntak sebagai Komandan Grup A Paspampres. Hendropriyono dan Luhut Panjaitan adalah tim sukses Jokowi saat pilpres.
&amp;nbsp;
&quot;Sepertinya ada upaya balas jasa yang dilakukan Jokowi terhadap kedua jenderal purnawirawan itu. Padahal sebelumnya Jokowi menekankan konsep politiknya adalah koalisi tanpa kompensasi atau balas jasa,&quot; tegasnya.
&amp;nbsp;
Neta berharap ke depan, dalam menyusun kabinetnya, Jokowi konsisten dengan cita-cita revolusi mental, sehingga tidak terjebak pada nepotisme dan upaya balas jasa. Dengan demikian Jokowi bisa membangun kabinet yang profesional. Konsep bekerja untuk bekerja bisa berjalan efektif dan maksimal.
&amp;nbsp;
&quot;Hanya sikap konsisten pada Revolusi Mental, upaya penegakan supremasi hukum, perbaikan birokrasi, pemberantasan korupsi, pemerintahan bebas kolusi maupun nepotisme, bisa dilakukan dengan tegas dan konsisten,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8yMi81NjQzMC8zODUxODY1NDM0MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
