<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Harus Waspada dengan Barisan Sakit Hati </title><description>Jokowi harus waspada terhadap barisan sakit hati yang kemungkinan akan menggangu jalannya pemerintahan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056046/jokowi-harus-waspada-dengan-barisan-sakit-hati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056046/jokowi-harus-waspada-dengan-barisan-sakit-hati"/><item><title>Jokowi Harus Waspada dengan Barisan Sakit Hati </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056046/jokowi-harus-waspada-dengan-barisan-sakit-hati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056046/jokowi-harus-waspada-dengan-barisan-sakit-hati</guid><pubDate>Kamis 23 Oktober 2014 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/23/337/1056046/jokowi-harus-waspada-dengan-barisan-sakit-hati-KJngSmLqCO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Harus Waspada dengan Barisan Sakit Hati (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/23/337/1056046/jokowi-harus-waspada-dengan-barisan-sakit-hati-KJngSmLqCO.jpg</image><title>Jokowi Harus Waspada dengan Barisan Sakit Hati (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta selalu berwaspada terhadap orang-orang yang berpotensi menjadi barisan sakit hati, lantaran tidak di tunjuk menjadi pembantunya.

&quot;Selama saya 10 tahun mendampingi SBY, kalian tahu yang paling capek dihadapi SBY itu bukan lawan, bukan rival, tapi teman yang sama-sama berjuang tapi tidak jadi (menteri). Kita tahu di era SBY ada Rizal Ramli itu gagal, jadinya 'mencak-mencak' terus bilang tidak ada yang bagus dari SBY, lalu Egi Sujana, itu kan timses tapi tidak jadi menteri, merecoki terus,&quot;ujar Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, Kamis (22/10/2014).

Dirinya mengaku hal tersebut sudah disampaikan kepada kubu Jokowi agar mewaspadai orang semacam itu, supaya tidak menggangu pemerintahan mendatang.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16791/104634_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Kalau lawan aneh-aneh itu wajar, tapi kalau orang yang tidurnya bareng tapi aneh-aneh itu yang ngeri, menggunting dalam lipatan,&quot;akunya

Ditambahkannya, terkait pengumumam kabinet belum dilaksanakan ditengarai Jokowi masih mencari pengganti dari sejumlah nama menteri yang sebelumnya ditandai oleh KPK karena berpotensi berurusan dengan hukum.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta selalu berwaspada terhadap orang-orang yang berpotensi menjadi barisan sakit hati, lantaran tidak di tunjuk menjadi pembantunya.

&quot;Selama saya 10 tahun mendampingi SBY, kalian tahu yang paling capek dihadapi SBY itu bukan lawan, bukan rival, tapi teman yang sama-sama berjuang tapi tidak jadi (menteri). Kita tahu di era SBY ada Rizal Ramli itu gagal, jadinya 'mencak-mencak' terus bilang tidak ada yang bagus dari SBY, lalu Egi Sujana, itu kan timses tapi tidak jadi menteri, merecoki terus,&quot;ujar Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, Kamis (22/10/2014).

Dirinya mengaku hal tersebut sudah disampaikan kepada kubu Jokowi agar mewaspadai orang semacam itu, supaya tidak menggangu pemerintahan mendatang.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16791/104634_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&quot;Kalau lawan aneh-aneh itu wajar, tapi kalau orang yang tidurnya bareng tapi aneh-aneh itu yang ngeri, menggunting dalam lipatan,&quot;akunya

Ditambahkannya, terkait pengumumam kabinet belum dilaksanakan ditengarai Jokowi masih mencari pengganti dari sejumlah nama menteri yang sebelumnya ditandai oleh KPK karena berpotensi berurusan dengan hukum.</content:encoded></item></channel></rss>
