<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Megawati Berperan dalam Tarik Menarik Kabinet Jokowi-JK</title><description>Pengaman politik Doni Edwin, menilai peran Megawati dalam tarik menarik kabinet Jokowi-JK sangat besar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056206/megawati-berperan-dalam-tarik-menarik-kabinet-jokowi-jk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056206/megawati-berperan-dalam-tarik-menarik-kabinet-jokowi-jk"/><item><title>Megawati Berperan dalam Tarik Menarik Kabinet Jokowi-JK</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056206/megawati-berperan-dalam-tarik-menarik-kabinet-jokowi-jk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/23/337/1056206/megawati-berperan-dalam-tarik-menarik-kabinet-jokowi-jk</guid><pubDate>Kamis 23 Oktober 2014 19:44 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/23/337/1056206/megawati-berperan-dalam-tarik-menarik-kabinet-jokowi-jk-ye9D9qCL8C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Megawati Berperan dalam Tarik Menarik Kabinet Jokowi-JK (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/23/337/1056206/megawati-berperan-dalam-tarik-menarik-kabinet-jokowi-jk-ye9D9qCL8C.jpg</image><title>Megawati Berperan dalam Tarik Menarik Kabinet Jokowi-JK (foto: Okezone)</title></images><description>DEPOK - Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Donni Edwin, menilai lambatnya pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, disebabkan adanya tarik-menarik kepentingan.

Proses tersebut bermula, setelah adanya catatan khusus delapan calon menteri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

&quot;Proses enggak mudah pasti ada akomodasi terutama berkaitan dengan jatah menteri untuk partai. Transaksional tak bisa dipungkiri terjadi pasti tarik-menarik,&quot; jelasnya saat berbincang di Kampus FISIP UI, Kamis (23/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/09/08/11157/69752_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Catatan dari KPK, lanjut Donni, membuat posisi Jokowi semakin sulit dan harus mengganti nama - nama tersebut. Dalam hal tarik - menarik kabinet, Donni menilai peran Megawati Soekarnoputri sangat besar.

&quot;Peran Bu Mega pasti sangat besar, jangan sampai orang-orang Bu Mega tersingkir. Menteri itu kan hak prerogratif dari presiden, di mana Jokowi katanya akan koalisi dengan rakyat, kalau seperti ini lalu di mana hak prerogratifnya. Awalnya ia memberikan nama ke KPK memang strategi membagi beban,&quot; jelasnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/01/10/12811/80381_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Donni menambahkan, Jokowi juga dibebankan dengan masalah titipan mitra koalisi. Meski demikian, dia menerangkan, delapan nama tersebut tetap harus mempertimbangkan azas praduga tak bersalah.

&quot;Harus mempertimbangkan azas praduga tak bersalah atas masukan KPK meski delapan orang itu sudah ada dalam radar KPK. Butuh kepiawaian strategi Jokowi agar dipercaya rakyat,&quot; tandasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMy8yMi81NjQ5OS8zODU0Mzg4NTU2MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
(fid)</description><content:encoded>DEPOK - Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Donni Edwin, menilai lambatnya pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, disebabkan adanya tarik-menarik kepentingan.

Proses tersebut bermula, setelah adanya catatan khusus delapan calon menteri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

&quot;Proses enggak mudah pasti ada akomodasi terutama berkaitan dengan jatah menteri untuk partai. Transaksional tak bisa dipungkiri terjadi pasti tarik-menarik,&quot; jelasnya saat berbincang di Kampus FISIP UI, Kamis (23/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/09/08/11157/69752_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Catatan dari KPK, lanjut Donni, membuat posisi Jokowi semakin sulit dan harus mengganti nama - nama tersebut. Dalam hal tarik - menarik kabinet, Donni menilai peran Megawati Soekarnoputri sangat besar.

&quot;Peran Bu Mega pasti sangat besar, jangan sampai orang-orang Bu Mega tersingkir. Menteri itu kan hak prerogratif dari presiden, di mana Jokowi katanya akan koalisi dengan rakyat, kalau seperti ini lalu di mana hak prerogratifnya. Awalnya ia memberikan nama ke KPK memang strategi membagi beban,&quot; jelasnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/01/10/12811/80381_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Donni menambahkan, Jokowi juga dibebankan dengan masalah titipan mitra koalisi. Meski demikian, dia menerangkan, delapan nama tersebut tetap harus mempertimbangkan azas praduga tak bersalah.

&quot;Harus mempertimbangkan azas praduga tak bersalah atas masukan KPK meski delapan orang itu sudah ada dalam radar KPK. Butuh kepiawaian strategi Jokowi agar dipercaya rakyat,&quot; tandasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMy8yMi81NjQ5OS8zODU0Mzg4NTU2MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
(fid)</content:encoded></item></channel></rss>
