<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rekomendasi KPK Soal Menteri Jokowi Tak Perlu Diumumkan ke Publik</title><description>Rumitnya penyusunan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, disebabkan adanya rekomendasi KPK yang dibuka ke publik.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056277/rekomendasi-kpk-soal-menteri-jokowi-tak-perlu-diumumkan-ke-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056277/rekomendasi-kpk-soal-menteri-jokowi-tak-perlu-diumumkan-ke-publik"/><item><title>Rekomendasi KPK Soal Menteri Jokowi Tak Perlu Diumumkan ke Publik</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056277/rekomendasi-kpk-soal-menteri-jokowi-tak-perlu-diumumkan-ke-publik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056277/rekomendasi-kpk-soal-menteri-jokowi-tak-perlu-diumumkan-ke-publik</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2014 04:37 WIB</pubDate><dc:creator>Fiddy Anggriawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/24/337/1056277/rekomendasi-kpk-soal-menteri-jokowi-tak-perlu-diumumkan-ke-publik-yxwEeP1nE5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rekomendasi KPK Soal Menteri Jokowi Tak Perlu Diumumkan ke Publik (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/24/337/1056277/rekomendasi-kpk-soal-menteri-jokowi-tak-perlu-diumumkan-ke-publik-yxwEeP1nE5.jpg</image><title>Rekomendasi KPK Soal Menteri Jokowi Tak Perlu Diumumkan ke Publik (foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, rumitnya penyusunan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, disebabkan adanya rekomendasi Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang dibuka ke publik.

&amp;ldquo;Menurut pengertian saya yang awam, rekomendasi tersebut sangat perlu. Namun, berstatus rahasia negara, sangat tertutup dan hanya bisa dibaca oleh Presiden,&amp;rdquo; kata Hasyim Muzadi di Jakarta, kamis (22/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16787/104613_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurutnya, perlu ada keseimbangan antara pemerintahan yang bersih dengan hak prerogratif Presiden dalam menyusun kabinet, sesuai undang-undang.

&amp;ldquo;Kita harus ingat bahwa Presiden ex officio adalah kepala negara yang dapat mengatur trias politika sekaligus sesuai dangan alur demokrasi, tidak hanya kepala eksekutif,&amp;rdquo; jelasnya.

Andaikan saja, lanjut Hasyim, rekomendasi KPK disampaikan kepada Presiden Jokowi secara tertutup, tentu presiden akan bijak dalam menentukan kabinet bersih tanpa goncangan.

&amp;ldquo;Saya percaya Pak Jokowi berkepribadian anti-korupsi.&amp;#8233;Tapi semua telah terlanjur, kotak pandora telah dibuka tanpa bisa ditutup lagi. Tinggal kembali ke Presiden. Jokowi tidak perlu merasa fait acomply dengan rekomendasi yang dipublisir itu,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/22/16825/104833_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Hasyim menilai, tak hanya yang diberi tanda merah dan kuning bisa korupsi. Namun, yang bertanda hijau pun, bisa jadi melakukan korupsi saat menjabat sebagai menteri.

&quot;Siapa yang menjamin ke depan tidak korupsi. Yang hijaupun nanti kalau korupsi harus dicopot, dan tidak menjadi aib untuk Presiden. Maka pendapat saya, perhatikan KPK dengan saran-saranya sekaligus tegakkan kepala sebagai kepala negara, agar ada keseimangan antara peringatan keras KPK tentang korupsi seorang menteri dan praduga tak bersalah,&amp;rdquo; paparnya.

Dia juga mengimbau, agar masyarakat proporsional dalam menilai keadaan ini. &amp;ldquo;Hari ini ujian pertama Jokowi dan akan terus banyak ujian, serta pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah Presiden sendiri, bukan orang lain,&amp;rdquo; pungkasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8xLzU2NDU1LzM4NTIyNTM3NTUwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
(fid)</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, rumitnya penyusunan kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla, disebabkan adanya rekomendasi Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) yang dibuka ke publik.

&amp;ldquo;Menurut pengertian saya yang awam, rekomendasi tersebut sangat perlu. Namun, berstatus rahasia negara, sangat tertutup dan hanya bisa dibaca oleh Presiden,&amp;rdquo; kata Hasyim Muzadi di Jakarta, kamis (22/10/2014).

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16787/104613_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Menurutnya, perlu ada keseimbangan antara pemerintahan yang bersih dengan hak prerogratif Presiden dalam menyusun kabinet, sesuai undang-undang.

&amp;ldquo;Kita harus ingat bahwa Presiden ex officio adalah kepala negara yang dapat mengatur trias politika sekaligus sesuai dangan alur demokrasi, tidak hanya kepala eksekutif,&amp;rdquo; jelasnya.

Andaikan saja, lanjut Hasyim, rekomendasi KPK disampaikan kepada Presiden Jokowi secara tertutup, tentu presiden akan bijak dalam menentukan kabinet bersih tanpa goncangan.

&amp;ldquo;Saya percaya Pak Jokowi berkepribadian anti-korupsi.&amp;#8233;Tapi semua telah terlanjur, kotak pandora telah dibuka tanpa bisa ditutup lagi. Tinggal kembali ke Presiden. Jokowi tidak perlu merasa fait acomply dengan rekomendasi yang dipublisir itu,&amp;rdquo; terangnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/22/16825/104833_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Hasyim menilai, tak hanya yang diberi tanda merah dan kuning bisa korupsi. Namun, yang bertanda hijau pun, bisa jadi melakukan korupsi saat menjabat sebagai menteri.

&quot;Siapa yang menjamin ke depan tidak korupsi. Yang hijaupun nanti kalau korupsi harus dicopot, dan tidak menjadi aib untuk Presiden. Maka pendapat saya, perhatikan KPK dengan saran-saranya sekaligus tegakkan kepala sebagai kepala negara, agar ada keseimangan antara peringatan keras KPK tentang korupsi seorang menteri dan praduga tak bersalah,&amp;rdquo; paparnya.

Dia juga mengimbau, agar masyarakat proporsional dalam menilai keadaan ini. &amp;ldquo;Hari ini ujian pertama Jokowi dan akan terus banyak ujian, serta pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah Presiden sendiri, bukan orang lain,&amp;rdquo; pungkasnya.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8xLzU2NDU1LzM4NTIyNTM3NTUwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
(fid)</content:encoded></item></channel></rss>
