<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPK Tak Semestinya Larut dalam Hiruk Pikuk Politik</title><description>KPK terkesan ikut berpolitik, dengan menerbitkan tanda kuning dan merah para calon menteri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056430/kpk-tak-semestinya-larut-dalam-hiruk-pikuk-politik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056430/kpk-tak-semestinya-larut-dalam-hiruk-pikuk-politik"/><item><title>KPK Tak Semestinya Larut dalam Hiruk Pikuk Politik</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056430/kpk-tak-semestinya-larut-dalam-hiruk-pikuk-politik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/24/337/1056430/kpk-tak-semestinya-larut-dalam-hiruk-pikuk-politik</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2014 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Mohammad Saifulloh</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/24/337/1056430/kpk-tak-semestinya-larut-dalam-hiruk-pikuk-politik-3W6S9ayWE5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KPK Tak Semestinya Larut dalam Hiruk Pikuk Politik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/24/337/1056430/kpk-tak-semestinya-larut-dalam-hiruk-pikuk-politik-3W6S9ayWE5.jpg</image><title>KPK Tak Semestinya Larut dalam Hiruk Pikuk Politik</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Transisi demokrasi yang sedang terjadi di negeri ini seperti akrobat politik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang seharusnya fokus mengurus tugasnya terkesan ikut berpolitik, dengan menerbitkan tanda kuning dan merah para calon menteri.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8xLzU2NDU1LzM4NTIyNTM3NTUwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&amp;ldquo;KPK terpancing ikut masuk panggung akrobat politik, lupa dengan tugas pokok dan fungsinya. Lebih baik KPK konsentrasi menyelesaikan kasus korupsi yang sedang ditangani dan sudah diproses menjadi tersangka daripada menjadi bagian dari hiruk-pikuk peta politik yang sedang bergulir dan ramai diperbincangkan oleh media,&amp;rdquo; ujar Waketum Jaringan Kemandirian Nasional Mohamad Huda, Jumat (24/10/2014).

Tidak fokusnya KPK pada tugasnya, kata Huda, terindikasi dari munculnya kasus tersangka korupsi yang ada di rumah tahanan bisa membawa alat komunikasi. Kemudian ada juga tersangka korupsi yang masih bebas berkeliaran, bahkan masih bisa ikut-ikutan menentukan proses transisi demokrasi di negeri ini.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/22/16825/104830_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&amp;ldquo;Suryadharma Ali yang sudah dijadikan tersangka kasus korupsi haji oleh KPK pun bisa bermanuver dan berakrobat politik. Kenapa ini bisa terjadi ? Karena negeri ini sedang mengalami transisi, bahkan Transisi Korupsi,&amp;rdquo; cetusnya.

Fakta di atas, ujar dia, menunjukkan bahwa urat malu para politisi sudah hilang. Sudah tidak adanya rasa malu lagi para koruptor mengindikasikan negeri ini sudah masuk fase darurat koruptor.

&amp;ldquo;Para koruptor segeralah sadar, semakin koruptor ikut berakrobat di panggung transisi, semakin melukai hati rakyat, semakin membuat rakyat muak terhadap para koruptor,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Transisi demokrasi yang sedang terjadi di negeri ini seperti akrobat politik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang seharusnya fokus mengurus tugasnya terkesan ikut berpolitik, dengan menerbitkan tanda kuning dan merah para calon menteri.

&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8yMi8xLzU2NDU1LzM4NTIyNTM3NTUwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;

&amp;ldquo;KPK terpancing ikut masuk panggung akrobat politik, lupa dengan tugas pokok dan fungsinya. Lebih baik KPK konsentrasi menyelesaikan kasus korupsi yang sedang ditangani dan sudah diproses menjadi tersangka daripada menjadi bagian dari hiruk-pikuk peta politik yang sedang bergulir dan ramai diperbincangkan oleh media,&amp;rdquo; ujar Waketum Jaringan Kemandirian Nasional Mohamad Huda, Jumat (24/10/2014).

Tidak fokusnya KPK pada tugasnya, kata Huda, terindikasi dari munculnya kasus tersangka korupsi yang ada di rumah tahanan bisa membawa alat komunikasi. Kemudian ada juga tersangka korupsi yang masih bebas berkeliaran, bahkan masih bisa ikut-ikutan menentukan proses transisi demokrasi di negeri ini.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/22/16825/104830_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

&amp;ldquo;Suryadharma Ali yang sudah dijadikan tersangka kasus korupsi haji oleh KPK pun bisa bermanuver dan berakrobat politik. Kenapa ini bisa terjadi ? Karena negeri ini sedang mengalami transisi, bahkan Transisi Korupsi,&amp;rdquo; cetusnya.

Fakta di atas, ujar dia, menunjukkan bahwa urat malu para politisi sudah hilang. Sudah tidak adanya rasa malu lagi para koruptor mengindikasikan negeri ini sudah masuk fase darurat koruptor.

&amp;ldquo;Para koruptor segeralah sadar, semakin koruptor ikut berakrobat di panggung transisi, semakin melukai hati rakyat, semakin membuat rakyat muak terhadap para koruptor,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
