<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Video Kekerasan Siswi Diperiksa Polisi</title><description>Pihak Polsek Tinambung melakukan pemeriksaan kepada seorang siswi yang diduga sebagai pemeran video kekerasan pelajar di medan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/24/340/1056271/pelaku-video-kekerasan-siswi-diperiksa-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/24/340/1056271/pelaku-video-kekerasan-siswi-diperiksa-polisi"/><item><title>Pelaku Video Kekerasan Siswi Diperiksa Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/24/340/1056271/pelaku-video-kekerasan-siswi-diperiksa-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/24/340/1056271/pelaku-video-kekerasan-siswi-diperiksa-polisi</guid><pubDate>Jum'at 24 Oktober 2014 02:29 WIB</pubDate><dc:creator>Andi Indra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/24/340/1056271/pelaku-video-kekerasan-siswi-diperiksa-polisi-OCFh7dDQyO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku Video Kekerasan Siswi Diperiksa Polisi (ilustrasi Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/24/340/1056271/pelaku-video-kekerasan-siswi-diperiksa-polisi-OCFh7dDQyO.jpg</image><title>Pelaku Video Kekerasan Siswi Diperiksa Polisi (ilustrasi Okezone)</title></images><description>POLEWALI &amp;ndash; Pihak Polsek Tinambung melakukan pemeriksaan kepada seorang siswi yang diduga sebagai pemeran dalam video kekerasan pelajar yang tengah beredar luas di masyarakat.

Pelaku berinisial S, yang merupakan warga Desa Napo, Kecamatan Balanipa, mengakui jika dirinya yang ada dalam video kekerasan tersebut. Namun, perempuan berusia 17 tahun itu mengaku, tidak menyadari perkelahian yang berlangsung di tengah kebun.

&amp;ldquo;Iya, saya yang ada dalam video itu. Tapi, saya tidak tahu kalau ada yang merekam saya saat berkelahi,&amp;rdquo; ujar S usai menjalani pemeriksaan, Kamis (23/10/2014).

Demi alasan kemaanan, pemeriksaan dilakukan aparat Polsek Tinambung di rumah S. Saat diperiksa, siswi Madrasah Aliyah Talolo, Kecamatan Tinambung, mengungkapkan bahwa yang menjadi lawannya dalam video itu adalah Nurhayati (18).

Kepada polisi, S mengaku bahwa video kekerasan yang tiba-tiba beredar luas di masyarakat tersebut sudah lama terjadi. Perkelahian antara dirinya dengan Nurhayati terjadi karena dipicu persoalan asmara.

Kini S, diketahui sudah putus sekolah karena harus menikah muda, sedangkan Nurhayati, masih menyelesaikan pendidikan hingga kelas tiga.

Kapolsek Tinambung, AKP Takdir Daud, membenarkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus video kekerasan tersebut.

&amp;ldquo;Ini kita lakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan sebagau respons terhadap keresahan warga sejak video itu beredar,&amp;rdquo; jelas Takdir.

Namun, dalam proses penyelesaian, pihaknya hanya menempuh langkah persuasif dan memberikan pembinaan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, khususnya bagi kalangan pelajar. &amp;ldquo;Langkah persuasif kita tempuh. Apalagi, kejadiannya sudah lama,&amp;rdquo; pungkasnya.(fid)</description><content:encoded>POLEWALI &amp;ndash; Pihak Polsek Tinambung melakukan pemeriksaan kepada seorang siswi yang diduga sebagai pemeran dalam video kekerasan pelajar yang tengah beredar luas di masyarakat.

Pelaku berinisial S, yang merupakan warga Desa Napo, Kecamatan Balanipa, mengakui jika dirinya yang ada dalam video kekerasan tersebut. Namun, perempuan berusia 17 tahun itu mengaku, tidak menyadari perkelahian yang berlangsung di tengah kebun.

&amp;ldquo;Iya, saya yang ada dalam video itu. Tapi, saya tidak tahu kalau ada yang merekam saya saat berkelahi,&amp;rdquo; ujar S usai menjalani pemeriksaan, Kamis (23/10/2014).

Demi alasan kemaanan, pemeriksaan dilakukan aparat Polsek Tinambung di rumah S. Saat diperiksa, siswi Madrasah Aliyah Talolo, Kecamatan Tinambung, mengungkapkan bahwa yang menjadi lawannya dalam video itu adalah Nurhayati (18).

Kepada polisi, S mengaku bahwa video kekerasan yang tiba-tiba beredar luas di masyarakat tersebut sudah lama terjadi. Perkelahian antara dirinya dengan Nurhayati terjadi karena dipicu persoalan asmara.

Kini S, diketahui sudah putus sekolah karena harus menikah muda, sedangkan Nurhayati, masih menyelesaikan pendidikan hingga kelas tiga.

Kapolsek Tinambung, AKP Takdir Daud, membenarkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus video kekerasan tersebut.

&amp;ldquo;Ini kita lakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan sebagau respons terhadap keresahan warga sejak video itu beredar,&amp;rdquo; jelas Takdir.

Namun, dalam proses penyelesaian, pihaknya hanya menempuh langkah persuasif dan memberikan pembinaan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi, khususnya bagi kalangan pelajar. &amp;ldquo;Langkah persuasif kita tempuh. Apalagi, kejadiannya sudah lama,&amp;rdquo; pungkasnya.(fid)</content:encoded></item></channel></rss>
