<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asal Muasal Bahasa Madura yang Kini Mulai Luntur</title><description>Bahasa Madura merupakan cabang dari bahasa Austronesia ranting  Melayu-Polinesia. Sistem vokalnya mengenal huruf a kuat serta i, u, e dan o.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/25/340/1056780/asal-muasal-bahasa-madura-yang-kini-mulai-luntur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/25/340/1056780/asal-muasal-bahasa-madura-yang-kini-mulai-luntur"/><item><title>Asal Muasal Bahasa Madura yang Kini Mulai Luntur</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/25/340/1056780/asal-muasal-bahasa-madura-yang-kini-mulai-luntur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/25/340/1056780/asal-muasal-bahasa-madura-yang-kini-mulai-luntur</guid><pubDate>Sabtu 25 Oktober 2014 12:23 WIB</pubDate><dc:creator>Syaiful Islam</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/25/340/1056780/asal-muasal-bahasa-madura-yang-kini-mulai-luntur-do9xOnAh4o.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Prosesi Sra' Pasra'an Mantan Madhura (foto: Syaiful Islam/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/25/340/1056780/asal-muasal-bahasa-madura-yang-kini-mulai-luntur-do9xOnAh4o.jpg</image><title>Prosesi Sra' Pasra'an Mantan Madhura (foto: Syaiful Islam/Okezone)</title></images><description>
BANGKALAN - Bahasa Madura mempunyai sistem sebutan yang unik, sehingga membuat orang luar daerah sulit mempelajarinya terutama dalam hal pengucapan. Sistem vokal bahasa madura mengenal huruf a kuat serta i, u, e dan o.

Tidak hanya itu, bahasa Madura juga mempunyai banyak dialek. Di mana pada masing-masing daerah mempunyai dialek sendiri seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. &quot;Bahasa Madura sulit dipelajari orang luar. Karena memang bahasanya berbeda dengan Jawa dan Indonesia,&quot; terang Budayawan Madura asal Bangkalan, RM Hasan Sasra.

&quot;Mungkin mereka bisa mengerti arti dari ucapan, namun kesulitan ketika mengucapkan. Orang Jawa yang belajar bahasa Madura, meskipun sudah pintar, pasti diketahui bahwa ia orang Jawa. Sebab, dialeknya tidak sama&quot; tambahnya.

Meskipun begitu, sambungnya, bahasa Madura tetap bisa dipelajari oleh orang luar. Berbeda jika orang Madura belajar bahasa daerah lain. Mereka cepat mengusasi bahasa daerah lain sekaligus dengan dialeknya.

&quot;Misal orang Madura merantau ke Jawa dan Kalimantan, mereka bisa dengan cepat menguasai daerah lain. Bahasa madura yang dipakai orang Bangkalan dengan kabupaten lain sama, cuma dialeknya saja yang berbeda,&quot; paparnya.

Ia menambahkan, bahasa Madura merupakan cabang dari bahasa Austronesia ranting Melayu-Polinesia, dan hampir mempunyai persamaan dengan bahasa daerah lain di Indonesia. Bahasa Madura banyak dipengaruhi Bahasa Jawa, Melayu, Bugis dan Tionghoa.

&quot;Seperti kata taddha' artinya tidak ada, ini hampir sama dengan kata tadak dalam Bahasa Melayu Pontianak. Serta kata dhimmah yang mempunyai arti mana, hampir sama dengan dima di Minangkabau,&quot; paparnya.

Namun, sambungnya, bahasa Madura mempunyai aturan baku sendiri. Kemudian bahasa Madura juga terdiri ada beberapa bagian, ada bahasa yang halus dan bahasa sehari-hari. &quot;Bahasa Madura juga ada yang bermacam kata, tetapi mempunyai arti yang sama. Misal, kata hedeh, sampean, ajungan, dan beknah, artinya sama yakni kamu,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>
BANGKALAN - Bahasa Madura mempunyai sistem sebutan yang unik, sehingga membuat orang luar daerah sulit mempelajarinya terutama dalam hal pengucapan. Sistem vokal bahasa madura mengenal huruf a kuat serta i, u, e dan o.

Tidak hanya itu, bahasa Madura juga mempunyai banyak dialek. Di mana pada masing-masing daerah mempunyai dialek sendiri seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. &quot;Bahasa Madura sulit dipelajari orang luar. Karena memang bahasanya berbeda dengan Jawa dan Indonesia,&quot; terang Budayawan Madura asal Bangkalan, RM Hasan Sasra.

&quot;Mungkin mereka bisa mengerti arti dari ucapan, namun kesulitan ketika mengucapkan. Orang Jawa yang belajar bahasa Madura, meskipun sudah pintar, pasti diketahui bahwa ia orang Jawa. Sebab, dialeknya tidak sama&quot; tambahnya.

Meskipun begitu, sambungnya, bahasa Madura tetap bisa dipelajari oleh orang luar. Berbeda jika orang Madura belajar bahasa daerah lain. Mereka cepat mengusasi bahasa daerah lain sekaligus dengan dialeknya.

&quot;Misal orang Madura merantau ke Jawa dan Kalimantan, mereka bisa dengan cepat menguasai daerah lain. Bahasa madura yang dipakai orang Bangkalan dengan kabupaten lain sama, cuma dialeknya saja yang berbeda,&quot; paparnya.

Ia menambahkan, bahasa Madura merupakan cabang dari bahasa Austronesia ranting Melayu-Polinesia, dan hampir mempunyai persamaan dengan bahasa daerah lain di Indonesia. Bahasa Madura banyak dipengaruhi Bahasa Jawa, Melayu, Bugis dan Tionghoa.

&quot;Seperti kata taddha' artinya tidak ada, ini hampir sama dengan kata tadak dalam Bahasa Melayu Pontianak. Serta kata dhimmah yang mempunyai arti mana, hampir sama dengan dima di Minangkabau,&quot; paparnya.

Namun, sambungnya, bahasa Madura mempunyai aturan baku sendiri. Kemudian bahasa Madura juga terdiri ada beberapa bagian, ada bahasa yang halus dan bahasa sehari-hari. &quot;Bahasa Madura juga ada yang bermacam kata, tetapi mempunyai arti yang sama. Misal, kata hedeh, sampean, ajungan, dan beknah, artinya sama yakni kamu,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
