<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Gagal Realisasikan Janji soal Kabinet Ramping</title><description>Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terbukti tidak mampu merealisasikan janjinya untuk merampingkan postur kabinet.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/27/337/1057283/jokowi-gagal-realisasikan-janji-soal-kabinet-ramping</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/27/337/1057283/jokowi-gagal-realisasikan-janji-soal-kabinet-ramping"/><item><title>Jokowi Gagal Realisasikan Janji soal Kabinet Ramping</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/27/337/1057283/jokowi-gagal-realisasikan-janji-soal-kabinet-ramping</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/27/337/1057283/jokowi-gagal-realisasikan-janji-soal-kabinet-ramping</guid><pubDate>Senin 27 Oktober 2014 07:23 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Setyadi </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/27/337/1057283/jokowi-gagal-realisasikan-janji-soal-kabinet-ramping-wa7eSQpPSi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Joko Widodo-Jusuf Kalla (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/27/337/1057283/jokowi-gagal-realisasikan-janji-soal-kabinet-ramping-wa7eSQpPSi.jpg</image><title>Joko Widodo-Jusuf Kalla (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terbukti tidak mampu merealisasikan janjinya untuk merampingkan postur kabinet. Dia justru malah menggabungkan beberapa kementerian yang berimplikasi negara harus mengeluarkan anggaran yang besar.

&quot;Janji untuk merampingkan postur kabinet tidak terbukti bahkan menambah satu pos baru Menko Kemaritiman. Perubahan nomenklatur dan penggabungan serta pemisahan kementerian membawa konsekuensi anggaran yang amat besar,&quot; katanya pengamat kebijakan publik Univeritas Brawijaya (Unbraw), Khairul Muluk kepada Okezone, Minggu (26/10/2014) malam.

Menurutnya, yang dilakukan Jokowi ini cenderung simbolis karena sebenarnya dia bisa melakukan perubahan melalui pendekatan fungsi kementerian.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/26/16899/105252_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain itu, kata dia, janji profesional sebenarnya juga tidak terpenuhi dalam postur kabinet saat ini, Di dalam beberapa pos terasa benar nuansa politisnya dalam penunjukan menteri.

Lebih lanjut Muluk menambahkan, dalam format kabinet Jokowi juga ada perubahan konvensi yang selama ini Menteri Koordinator pada umumnya adalah mantan menteri karena biasa dianggap sebagai menteri senior yang mengkordinir kerja para menteri dibawahnya.

&quot;Dari empat Menteri Koordinator, hanya satu saja yang pernah menjadi menteri. Kabinet ini  benar-benar diisi oleh orang-orang yang benar-benar baru dari kabinet sebelumnya. Kecuali Lukman Hakim Saifuddin, semuanya bukan menteri dalam kabinet sebelumnya. Ini benar-benar mengosongkan orang-orang yang pernah membantu Presiden periode sebelumnya,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya terbukti tidak mampu merealisasikan janjinya untuk merampingkan postur kabinet. Dia justru malah menggabungkan beberapa kementerian yang berimplikasi negara harus mengeluarkan anggaran yang besar.

&quot;Janji untuk merampingkan postur kabinet tidak terbukti bahkan menambah satu pos baru Menko Kemaritiman. Perubahan nomenklatur dan penggabungan serta pemisahan kementerian membawa konsekuensi anggaran yang amat besar,&quot; katanya pengamat kebijakan publik Univeritas Brawijaya (Unbraw), Khairul Muluk kepada Okezone, Minggu (26/10/2014) malam.

Menurutnya, yang dilakukan Jokowi ini cenderung simbolis karena sebenarnya dia bisa melakukan perubahan melalui pendekatan fungsi kementerian.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/26/16899/105252_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

Selain itu, kata dia, janji profesional sebenarnya juga tidak terpenuhi dalam postur kabinet saat ini, Di dalam beberapa pos terasa benar nuansa politisnya dalam penunjukan menteri.

Lebih lanjut Muluk menambahkan, dalam format kabinet Jokowi juga ada perubahan konvensi yang selama ini Menteri Koordinator pada umumnya adalah mantan menteri karena biasa dianggap sebagai menteri senior yang mengkordinir kerja para menteri dibawahnya.

&quot;Dari empat Menteri Koordinator, hanya satu saja yang pernah menjadi menteri. Kabinet ini  benar-benar diisi oleh orang-orang yang benar-benar baru dari kabinet sebelumnya. Kecuali Lukman Hakim Saifuddin, semuanya bukan menteri dalam kabinet sebelumnya. Ini benar-benar mengosongkan orang-orang yang pernah membantu Presiden periode sebelumnya,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
