<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Bullying, Jokowi Harus Berguru kepada SBY</title><description>Pengamat Politik Arbi Sanit menyatakan menghadapi bullying di media sosial, Presiden Jokowi harus berguru kepada SBY.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/29/337/1058260/soal-bullying-jokowi-harus-berguru-kepada-sby</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/29/337/1058260/soal-bullying-jokowi-harus-berguru-kepada-sby"/><item><title>Soal Bullying, Jokowi Harus Berguru kepada SBY</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/29/337/1058260/soal-bullying-jokowi-harus-berguru-kepada-sby</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/29/337/1058260/soal-bullying-jokowi-harus-berguru-kepada-sby</guid><pubDate>Rabu 29 Oktober 2014 10:03 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/29/337/1058260/soal-bullying-jokowi-harus-berguru-kepada-sby-CUC5XoM37g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Soal Bullying, Jokowi Harus Berguru kepada SBY (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/29/337/1058260/soal-bullying-jokowi-harus-berguru-kepada-sby-CUC5XoM37g.jpg</image><title>Soal Bullying, Jokowi Harus Berguru kepada SBY (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengeluhkan aksi penangkapan Bareskrim Mabes Polri yang menangkap MA (23), karena mem-bully Presiden Joko Widodo (Jokowi).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/08/25/16020/100327_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut dia, tindakan yang dilakukan oleh Mabes Polri sangat melanggar kebebasan berpendapat yang selama ini digaungkan oleh Indonesia. Karenanya, dirinya melihat kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjukan kediktatorannya.

&quot;Ini (MA) harus dibebaskan, kalau tidak Jokowi sebagai pemimpin bisa dicap diktator,&quot; ujarnya kepada Okezone di Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Arbi Sanit melanjutkan, penangkapan tersebut sangat tidak dibenarkan. Dia pun meminta Jokowi belajar kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sering di-bully dengan lontaran kata-kata yang parah oleh warga dunia maya (netizen).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16786/104600_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, SBY hanya diam saja. Karena dia tahu, kebebasan menyampiakan pendapat tidak bisa dilarang. &quot;Iya waktu dahulu SBY mukanya diganti jadi kerbau, dan SBY dibilang kerbau juga tidak melapor,&quot; tegasnya.

Dengan demikian, alangkah baiknya pihak Mabes Polri mengkaji kembali penangkapan tersebut, dan melihat apakah yang dilontarkan MA lewat akun Facebooknya memang tidak pantas dilakukan.

&quot;Kalau bahasanya masih sopan itu berati tidak melanggar apa-apa, dan itu juga tidak jadi soal karena subtansi Indonesia adalah demokratis,&quot; pungkasnya.(fid)
</description><content:encoded>
JAKARTA - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengeluhkan aksi penangkapan Bareskrim Mabes Polri yang menangkap MA (23), karena mem-bully Presiden Joko Widodo (Jokowi).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/08/25/16020/100327_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Menurut dia, tindakan yang dilakukan oleh Mabes Polri sangat melanggar kebebasan berpendapat yang selama ini digaungkan oleh Indonesia. Karenanya, dirinya melihat kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) sudah menunjukan kediktatorannya.

&quot;Ini (MA) harus dibebaskan, kalau tidak Jokowi sebagai pemimpin bisa dicap diktator,&quot; ujarnya kepada Okezone di Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Arbi Sanit melanjutkan, penangkapan tersebut sangat tidak dibenarkan. Dia pun meminta Jokowi belajar kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sering di-bully dengan lontaran kata-kata yang parah oleh warga dunia maya (netizen).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/20/16786/104600_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Namun, SBY hanya diam saja. Karena dia tahu, kebebasan menyampiakan pendapat tidak bisa dilarang. &quot;Iya waktu dahulu SBY mukanya diganti jadi kerbau, dan SBY dibilang kerbau juga tidak melapor,&quot; tegasnya.

Dengan demikian, alangkah baiknya pihak Mabes Polri mengkaji kembali penangkapan tersebut, dan melihat apakah yang dilontarkan MA lewat akun Facebooknya memang tidak pantas dilakukan.

&quot;Kalau bahasanya masih sopan itu berati tidak melanggar apa-apa, dan itu juga tidak jadi soal karena subtansi Indonesia adalah demokratis,&quot; pungkasnya.(fid)
</content:encoded></item></channel></rss>
