<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>DPR Tandingan Tidak Mengakui Kabinet Jokowi</title><description>Adanya DPR tandningan dinilai tak mengakui kabinet Jokowi-JK lantaran Jokowi menyerahkan pertimbangan kabinet pada DPR pimpinan Setnov.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/31/337/1059211/dpr-tandingan-tidak-mengakui-kabinet-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/10/31/337/1059211/dpr-tandingan-tidak-mengakui-kabinet-jokowi"/><item><title>DPR Tandingan Tidak Mengakui Kabinet Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/10/31/337/1059211/dpr-tandingan-tidak-mengakui-kabinet-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/10/31/337/1059211/dpr-tandingan-tidak-mengakui-kabinet-jokowi</guid><pubDate>Jum'at 31 Oktober 2014 04:24 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/31/337/1059211/dpr-tandingan-tidak-mengakui-kabinet-jokowi-ySE8YqNZcw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR Tandingan Tidak Mengakui Kabinet Jokowi</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/31/337/1059211/dpr-tandingan-tidak-mengakui-kabinet-jokowi-ySE8YqNZcw.jpg</image><title>DPR Tandingan Tidak Mengakui Kabinet Jokowi</title></images><description>JAKARTA -  Pemilihan pimpinan DPR tandingan oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH)  dinilai tak serius. Pasalnya, dalam akun twitter Pramono Anung  tertuliskan dirinya enggan menjadi Ketua DPR tandingan.&quot;Kalau  seorang Pramono Anung menyatakan tidak bersedia sebagai Ketua DPR  tandingan, maka bisa dikatakan ini hanya sebagian dari KIH, bukan atas  dasar keinginan koalisi secara keselurugan,&quot; ujar pengamat politik, Said  Salahudin, kepada Okezone, Kamis (30/10/2014) malam.Dikatakannya,  ada batas kekecewaan dari KIH yang masih bisa dipahami lantaran mereka  kerap kali kalah dalam perebutan pimpinan DPR maupun MPR.
&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/05/19/14735/92782_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Elite parpol Koalisi Indonesia Hebat
&amp;nbsp;
Namun,  sambungnya, sikap sebagian orang dari KIH yang membentuk DPR tandingan  tak bisa dibenarkan. Sebab, kata Said, awal mula pembentukan DPR  tandingan lantaran adanya rasa kekecewaan atas pembentukan alat  kelengkapan dewan.&quot;Menurut saya sebaiknya kembalilah pada alat  kelengkapan dewan. Kalau dibentuk pimpinan DPR tandingan, artinya tidak  mengakui pimpinan DPR yang dipimpin Ceu Popong, artinya prosesi  kenegaraan yang sudah dipimpin Setya Novanto tidak sah dong? Dan Jokowi  harus membentuk kabinet ulang, karena pertimbangan pembentukan kabinet itu  kan diajukan pada DPR yang dipimpin Setya Novanto,&quot; terangnya.Sebagaimana  diketahui, dalam akun twitter @pramonoanung, Pramono menuliskan  sikapnya yang tidak setuju dengan adanya DPR tandingan. Selian itu,  penolakan juga dinyatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang  mengatakan anggota DPR dari partai anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH)  menghentikan manuver seputar isu pimpinan parlemen tandingan. JK  beralasan, pimpinan komisi dan alat kelengkapan DPR sudah secara sah  dikuasai partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP). (ang)
&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8zMC8yMi81NjY2Ny8zODY2MDc5ODE4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA -  Pemilihan pimpinan DPR tandingan oleh Koalisi Indonesia Hebat (KIH)  dinilai tak serius. Pasalnya, dalam akun twitter Pramono Anung  tertuliskan dirinya enggan menjadi Ketua DPR tandingan.&quot;Kalau  seorang Pramono Anung menyatakan tidak bersedia sebagai Ketua DPR  tandingan, maka bisa dikatakan ini hanya sebagian dari KIH, bukan atas  dasar keinginan koalisi secara keselurugan,&quot; ujar pengamat politik, Said  Salahudin, kepada Okezone, Kamis (30/10/2014) malam.Dikatakannya,  ada batas kekecewaan dari KIH yang masih bisa dipahami lantaran mereka  kerap kali kalah dalam perebutan pimpinan DPR maupun MPR.
&amp;nbsp;
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/05/19/14735/92782_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Elite parpol Koalisi Indonesia Hebat
&amp;nbsp;
Namun,  sambungnya, sikap sebagian orang dari KIH yang membentuk DPR tandingan  tak bisa dibenarkan. Sebab, kata Said, awal mula pembentukan DPR  tandingan lantaran adanya rasa kekecewaan atas pembentukan alat  kelengkapan dewan.&quot;Menurut saya sebaiknya kembalilah pada alat  kelengkapan dewan. Kalau dibentuk pimpinan DPR tandingan, artinya tidak  mengakui pimpinan DPR yang dipimpin Ceu Popong, artinya prosesi  kenegaraan yang sudah dipimpin Setya Novanto tidak sah dong? Dan Jokowi  harus membentuk kabinet ulang, karena pertimbangan pembentukan kabinet itu  kan diajukan pada DPR yang dipimpin Setya Novanto,&quot; terangnya.Sebagaimana  diketahui, dalam akun twitter @pramonoanung, Pramono menuliskan  sikapnya yang tidak setuju dengan adanya DPR tandingan. Selian itu,  penolakan juga dinyatakan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang  mengatakan anggota DPR dari partai anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH)  menghentikan manuver seputar isu pimpinan parlemen tandingan. JK  beralasan, pimpinan komisi dan alat kelengkapan DPR sudah secara sah  dikuasai partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP). (ang)
&amp;nbsp;
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMC8zMC8yMi81NjY2Ny8zODY2MDc5ODE4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
