<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Naik, PDIP Kecewa dengan Jokowi</title><description>Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menilai perpecahan di tubuh PDIP ihwal kenaikan harga BBM karena PDIP kecewa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/06/337/1061693/bbm-naik-pdip-kecewa-dengan-jokowi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/11/06/337/1061693/bbm-naik-pdip-kecewa-dengan-jokowi"/><item><title>BBM Naik, PDIP Kecewa dengan Jokowi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/06/337/1061693/bbm-naik-pdip-kecewa-dengan-jokowi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/11/06/337/1061693/bbm-naik-pdip-kecewa-dengan-jokowi</guid><pubDate>Kamis 06 November 2014 08:02 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/06/337/1061693/bbm-naik-pdip-kecewa-dengan-jokowi-NVUynxfFhf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Megawati Soekarnoputri (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/06/337/1061693/bbm-naik-pdip-kecewa-dengan-jokowi-NVUynxfFhf.jpg</image><title>Megawati Soekarnoputri (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dipastikan akan naik akhir tahun ini. Imbas kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, internal PDI Perjuangan pun menjadi terpecah, ada yang pro dan tidak sedikit pula yang kontra.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menilai perpecahan di tubuh PDIP menyoal kenaikan harga BBM tak lain disebabkan oleh kekecewaan mendalam terhadap Jokowi.
&amp;ldquo;Saya melihat ini ada kekecewaan di PDIP karena komposisi kabinet Jokowi. Jumlah PDIP sama dengan partai lain, oleh karena itu terjadi suara kritis di parlemen soal BBM, momennya pas antara sakit hati karena kecewa dan kenaikan BBM,&amp;rdquo; terangnya saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Rabu (5/11/2014) malam.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/06/23/15196/95577_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tidak hanya itu, sikap ketua umum PDIP itu yang belum memberikan sinyal positif terhadap keputusan tersebut sehingga membuat para kadernya bersuara lantang menolak kenaikan BBM karena tidak sesuai dengan buku putih dan prinsip PDIP yang membela rakyat.
&amp;ldquo;Megawati masih belum bersikap tegas dengan keputusan kenaikan BBM di parlemen, dia belum beri tanda mendukung atau menolak, ini yang memicu perpecahan. Di sisi lain banyak anggota PDIP yang masih memegang prinsip di sisi lain ada kebijakan Jokowi yang akan menaikan harga BBM,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8wNS80LzU2ODU2LzM4NzYxNjMxMTMwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Menurutnya, anggota PDIP harus patuh terhadap keputusan pimpinan partai. Jika Megawati belum memberikan keputusan, mereka harus mematuhi kebijakan Megawati.
&amp;ldquo;Kuncinya ada di Megawati, dan anggota harus loyal terhadap keputusan ketua umum,&amp;rdquo; tutupnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dipastikan akan naik akhir tahun ini. Imbas kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, internal PDI Perjuangan pun menjadi terpecah, ada yang pro dan tidak sedikit pula yang kontra.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menilai perpecahan di tubuh PDIP menyoal kenaikan harga BBM tak lain disebabkan oleh kekecewaan mendalam terhadap Jokowi.
&amp;ldquo;Saya melihat ini ada kekecewaan di PDIP karena komposisi kabinet Jokowi. Jumlah PDIP sama dengan partai lain, oleh karena itu terjadi suara kritis di parlemen soal BBM, momennya pas antara sakit hati karena kecewa dan kenaikan BBM,&amp;rdquo; terangnya saat berbincang dengan Okezone, di Jakarta, Rabu (5/11/2014) malam.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/06/23/15196/95577_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tidak hanya itu, sikap ketua umum PDIP itu yang belum memberikan sinyal positif terhadap keputusan tersebut sehingga membuat para kadernya bersuara lantang menolak kenaikan BBM karena tidak sesuai dengan buku putih dan prinsip PDIP yang membela rakyat.
&amp;ldquo;Megawati masih belum bersikap tegas dengan keputusan kenaikan BBM di parlemen, dia belum beri tanda mendukung atau menolak, ini yang memicu perpecahan. Di sisi lain banyak anggota PDIP yang masih memegang prinsip di sisi lain ada kebijakan Jokowi yang akan menaikan harga BBM,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMS8wNS80LzU2ODU2LzM4NzYxNjMxMTMwMDE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
Menurutnya, anggota PDIP harus patuh terhadap keputusan pimpinan partai. Jika Megawati belum memberikan keputusan, mereka harus mematuhi kebijakan Megawati.
&amp;ldquo;Kuncinya ada di Megawati, dan anggota harus loyal terhadap keputusan ketua umum,&amp;rdquo; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
