<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miskin, Warga Nunukan Pindah Kewarganegaraan Malaysia </title><description>Miskin, warga Nunukan pilih pindah kewarganegaraan Malaysia. Jumlah warga yang pindah sebanyak 20 KK</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/13/340/1064994/miskin-warga-nunukan-pindah-kewarganegaraan-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/11/13/340/1064994/miskin-warga-nunukan-pindah-kewarganegaraan-malaysia"/><item><title>Miskin, Warga Nunukan Pindah Kewarganegaraan Malaysia </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/13/340/1064994/miskin-warga-nunukan-pindah-kewarganegaraan-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/11/13/340/1064994/miskin-warga-nunukan-pindah-kewarganegaraan-malaysia</guid><pubDate>Kamis 13 November 2014 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/13/340/1064994/miskin-warga-nunukan-pindah-kewarganegaraan-malaysia-7zwFv1xEA5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miskin, Warga Nunukan Pindah Kewarganegaraan Malaysia  (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/13/340/1064994/miskin-warga-nunukan-pindah-kewarganegaraan-malaysia-7zwFv1xEA5.jpg</image><title>Miskin, Warga Nunukan Pindah Kewarganegaraan Malaysia  (Foto: Antara)</title></images><description>
NUNUKAN - Warga perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memilih berpindah tempat tinggal dan menjadi warga negara Malaysia. Warga beralasan hal itu dikarenakan desakan ekonomi, kebutuhan pendidikan, dan minimnya pelayanan kesehatan di kampung halaman.

Kepala Desa Samunti, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Pagalu di Nunukan, mengatakan, jumlah warga yang telah pindah tempat tinggal ke wilayah Kota Kinabalu Negeri Sabah, Malaysia, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dari total 85 KK di desanya.

Dari 20 KK tersebut, lanjut dia, sebagian besar telah menjadi warga negara Malaysia dan sebagian lagi masih menjadi pendatang asing ilegal namun telah memiliki pekerjaan tetap di sana.

Faktor utama yang menyebabkan warganya berpindah tempat tinggal ke Malaysia adalah desakan ekonomi dan pendidikan yang sangat sulit diperoleh di kampung halamannya di Desa Samunti, Kecamatan Lumbis Ogong. Hal itu ia jelaskan saat mengunjungi warganya yang bekerja sebagai buruh kebun di Sei Bilal Kelurahan Nunukan Barat Kecamatan Nunukan.

Pagalu mengatakan, perpindahan warga negara Indonesia (WNI) di desanya telah berlangsung sejak puluhan tahun silam dan tetap terjadi hingga saat ini. Tindakan tersebut selalu disebabkan hal yang sama, yakni sulitnya mendapat penghidupan yang layak di tanah kelahirannya tersebut.

Warga Desa Samunti yang berpindah tempat tinggal ke Malaysia masih sering bolak-balik ke kampung kelahirannya untuk menjenguk sanak keluarga.

Kondisi kehidupan warga setempat sangat memprihatinkan karena belum ada penerangan listrik, sarana pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan.

Hal yang sama disebutkan Butuk (40), warga Desa Samunti, yang bekerja sebagai buruh kebun di Pulau Nunukan sejak sebulan lalu. Ia mengungkapkan perpindahan itu memang karena sulitnya mendapatkan mata pencaharian di kampungnya.

Pekerjaan warga di desa tersebut hanya berkebun, sementara untuk mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari sangat susah akibat tidak adanya akses transportasi darat ke wilayah terdekat, seperti Desa Mansalong di Kecamatan Lumbis.

&quot;Hanya Desa Mansalong yang dekat dengan kampung kami. itu pun hanya bisa ke sana (Mansalong) dengan menggunakan katinting (perahu bermesin) melalui sungai yang berarus deras dengan waktu perjalanan selama 24 jam,&quot; kata Butuk terpaksa meninggalkan empat anaknya di Desa Samunti demi mencari pekerjaan di ibu kota Kabupaten Nunukan.

Pagalu juga mengeluhkan tidak adanya sarana komunikasi di kampung halamannya menjadi penyebab warganya berpindah ke Malaysia. Sebab, seluruh fasilitas disediakan Pemerintah Negeri Jiran, terutama rumah tempat tinggal dan sarana telekomunikasi serta penerangan listrik.
</description><content:encoded>
NUNUKAN - Warga perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memilih berpindah tempat tinggal dan menjadi warga negara Malaysia. Warga beralasan hal itu dikarenakan desakan ekonomi, kebutuhan pendidikan, dan minimnya pelayanan kesehatan di kampung halaman.

Kepala Desa Samunti, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Pagalu di Nunukan, mengatakan, jumlah warga yang telah pindah tempat tinggal ke wilayah Kota Kinabalu Negeri Sabah, Malaysia, sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dari total 85 KK di desanya.

Dari 20 KK tersebut, lanjut dia, sebagian besar telah menjadi warga negara Malaysia dan sebagian lagi masih menjadi pendatang asing ilegal namun telah memiliki pekerjaan tetap di sana.

Faktor utama yang menyebabkan warganya berpindah tempat tinggal ke Malaysia adalah desakan ekonomi dan pendidikan yang sangat sulit diperoleh di kampung halamannya di Desa Samunti, Kecamatan Lumbis Ogong. Hal itu ia jelaskan saat mengunjungi warganya yang bekerja sebagai buruh kebun di Sei Bilal Kelurahan Nunukan Barat Kecamatan Nunukan.

Pagalu mengatakan, perpindahan warga negara Indonesia (WNI) di desanya telah berlangsung sejak puluhan tahun silam dan tetap terjadi hingga saat ini. Tindakan tersebut selalu disebabkan hal yang sama, yakni sulitnya mendapat penghidupan yang layak di tanah kelahirannya tersebut.

Warga Desa Samunti yang berpindah tempat tinggal ke Malaysia masih sering bolak-balik ke kampung kelahirannya untuk menjenguk sanak keluarga.

Kondisi kehidupan warga setempat sangat memprihatinkan karena belum ada penerangan listrik, sarana pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan.

Hal yang sama disebutkan Butuk (40), warga Desa Samunti, yang bekerja sebagai buruh kebun di Pulau Nunukan sejak sebulan lalu. Ia mengungkapkan perpindahan itu memang karena sulitnya mendapatkan mata pencaharian di kampungnya.

Pekerjaan warga di desa tersebut hanya berkebun, sementara untuk mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari sangat susah akibat tidak adanya akses transportasi darat ke wilayah terdekat, seperti Desa Mansalong di Kecamatan Lumbis.

&quot;Hanya Desa Mansalong yang dekat dengan kampung kami. itu pun hanya bisa ke sana (Mansalong) dengan menggunakan katinting (perahu bermesin) melalui sungai yang berarus deras dengan waktu perjalanan selama 24 jam,&quot; kata Butuk terpaksa meninggalkan empat anaknya di Desa Samunti demi mencari pekerjaan di ibu kota Kabupaten Nunukan.

Pagalu juga mengeluhkan tidak adanya sarana komunikasi di kampung halamannya menjadi penyebab warganya berpindah ke Malaysia. Sebab, seluruh fasilitas disediakan Pemerintah Negeri Jiran, terutama rumah tempat tinggal dan sarana telekomunikasi serta penerangan listrik.
</content:encoded></item></channel></rss>
