<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kenaikkan BBM Akan Bikin Jokowi Kehilangan Loyalis</title><description>Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi)&amp;nbsp; menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan membuat dirinya kehilangan simpatik masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/14/337/1065362/kenaikkan-bbm-akan-bikin-jokowi-kehilangan-loyalis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/11/14/337/1065362/kenaikkan-bbm-akan-bikin-jokowi-kehilangan-loyalis"/><item><title>Kenaikkan BBM Akan Bikin Jokowi Kehilangan Loyalis</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/14/337/1065362/kenaikkan-bbm-akan-bikin-jokowi-kehilangan-loyalis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/11/14/337/1065362/kenaikkan-bbm-akan-bikin-jokowi-kehilangan-loyalis</guid><pubDate>Jum'at 14 November 2014 10:43 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/14/337/1065362/kenaikkan-bbm-akan-bikin-jokowi-kehilangan-loyalis-qytK8dk7mv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kenaikkan BBM Akan Bikin Jokowi Kehilangan Loyalis (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/14/337/1065362/kenaikkan-bbm-akan-bikin-jokowi-kehilangan-loyalis-qytK8dk7mv.jpg</image><title>Kenaikkan BBM Akan Bikin Jokowi Kehilangan Loyalis (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan membuat masyarakat yang semula mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tidak simpatik. Apalagi, kenaikkan harga BBM ini tak lama setelah Jokowi-JK dilantik.
Pengamat politik asal Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menjelaskan, publik kian bergejolak dengan indikasi maraknya aksi yang dilakukan mahasiswa. Jika ini dibiarkan oleh pemerintah, ujar Suprio, akan mengakibatkan kebencian masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
&amp;ldquo;Akan ada efek domino, jika nantinya ada kenaikan harga BBM, ketika masyarakat yang dulunya mendukung pemerintahan Jokowi-JK, saat harga BBM  naik, maka masyarakat menjadi tidak mendukung lagi,&amp;rdquo; katanya kepada Okezone saat dihubungi, Jumat (14/11/14).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/26/16899/105249_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Agung menegaskan, kebijakan menaikkan harga BBM diawal masa pemerintahan bukanlah sesuatu yang tepat. Pasalnya, ini akan menjadi cerminan pemerintahan Jokowi-JK kedepan.
Menurut Agung, sebaiknya Jokowi-JK bersama para menterinya menunjukkan kinerjanya terlebih dulu sebelum menaikkan harga BBM.
&amp;ldquo;Seharusnya para Menteri-Menteri tersebut bekerja keras, nanti setelah setahun diadakan evaluasi, hasil dari evaluasi tersebut baru ditentukan apakah layak BBM untuk dinaikkan harganya,&amp;rdquo; pungkasnya.(rif)

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan membuat masyarakat yang semula mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tidak simpatik. Apalagi, kenaikkan harga BBM ini tak lama setelah Jokowi-JK dilantik.
Pengamat politik asal Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menjelaskan, publik kian bergejolak dengan indikasi maraknya aksi yang dilakukan mahasiswa. Jika ini dibiarkan oleh pemerintah, ujar Suprio, akan mengakibatkan kebencian masyarakat terhadap Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
&amp;ldquo;Akan ada efek domino, jika nantinya ada kenaikan harga BBM, ketika masyarakat yang dulunya mendukung pemerintahan Jokowi-JK, saat harga BBM  naik, maka masyarakat menjadi tidak mendukung lagi,&amp;rdquo; katanya kepada Okezone saat dihubungi, Jumat (14/11/14).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/10/26/16899/105249_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Agung menegaskan, kebijakan menaikkan harga BBM diawal masa pemerintahan bukanlah sesuatu yang tepat. Pasalnya, ini akan menjadi cerminan pemerintahan Jokowi-JK kedepan.
Menurut Agung, sebaiknya Jokowi-JK bersama para menterinya menunjukkan kinerjanya terlebih dulu sebelum menaikkan harga BBM.
&amp;ldquo;Seharusnya para Menteri-Menteri tersebut bekerja keras, nanti setelah setahun diadakan evaluasi, hasil dari evaluasi tersebut baru ditentukan apakah layak BBM untuk dinaikkan harganya,&amp;rdquo; pungkasnya.(rif)

</content:encoded></item></channel></rss>
