<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pulau Derawan Terancam Diambil Malaysia</title><description>Pulau Derawan terancam diambil Malaysia. Sebab banyak imigran gelap, yang bermoduskan jadi manusia nelayan dan menetap Derawan, Kalimantan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/21/337/1068941/pulau-derawan-terancam-diambil-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/11/21/337/1068941/pulau-derawan-terancam-diambil-malaysia"/><item><title>Pulau Derawan Terancam Diambil Malaysia</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/21/337/1068941/pulau-derawan-terancam-diambil-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/11/21/337/1068941/pulau-derawan-terancam-diambil-malaysia</guid><pubDate>Jum'at 21 November 2014 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Kusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/21/337/1068941/pulau-derawan-terancam-diambil-malaysia-kiN0Hh5fUV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pulau Derawan terancam diambil Malaysia (Foto: Indonesia Travel)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/21/337/1068941/pulau-derawan-terancam-diambil-malaysia-kiN0Hh5fUV.jpg</image><title>Pulau Derawan terancam diambil Malaysia (Foto: Indonesia Travel)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mendapat laporan mengenai banyaknya imigran gelap, yang bermoduskan menjadi nelayan atau yang kerap disebut manusia nelayan di Indonesia dan menetap di pulau Derawan, Kalimantan.


&quot;Dia masuk ke Derawan, namanya suku Bajo berasal dari Malaysia dan Filipina, yang ditakutkan adalah Derawan menjadi pulaunya orang lain,&quot; kata Indroyono di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014).

Indroyo mengaku, saat ini pemerintah masih mengkaji penetapan hukum yang akan ditegakan kepada manusia perahu tersebut.

Untuk tahapan awal ini, para nelayan ilegal tersebut akan dideportasikan ke masing-masing negara asalnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan, kapal yang digunakan manusia perahu lebih besar dibandingkan dengan nelayan asli wilayah Derawan.

&quot;Kalau ini nelayan kecil, nelayan di Berau lebih kecil, hanya 5GT, dan yang itu 10-15 GT. Pengepulnya kapal besar, modus kapal kecil ini ada kapal besar di perbatasan,&quot; ujar Susi.

Susi menilai, prilaku penangkapan ikan yang dilakukan manusia perahu ini tidak lazim, atau tidak menerapkan penangkapan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

&quot;Pakai portes 1 gram bisa merusak 6 meter persegi, seperti di Derawan penyu hijau laki biasanya 100 setiap malam, itu hanya ada 30 saja, dan nelayan pun sudah sulit mencari ikan,&quot; tukas Susi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mendapat laporan mengenai banyaknya imigran gelap, yang bermoduskan menjadi nelayan atau yang kerap disebut manusia nelayan di Indonesia dan menetap di pulau Derawan, Kalimantan.


&quot;Dia masuk ke Derawan, namanya suku Bajo berasal dari Malaysia dan Filipina, yang ditakutkan adalah Derawan menjadi pulaunya orang lain,&quot; kata Indroyono di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014).

Indroyo mengaku, saat ini pemerintah masih mengkaji penetapan hukum yang akan ditegakan kepada manusia perahu tersebut.

Untuk tahapan awal ini, para nelayan ilegal tersebut akan dideportasikan ke masing-masing negara asalnya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengungkapkan, kapal yang digunakan manusia perahu lebih besar dibandingkan dengan nelayan asli wilayah Derawan.

&quot;Kalau ini nelayan kecil, nelayan di Berau lebih kecil, hanya 5GT, dan yang itu 10-15 GT. Pengepulnya kapal besar, modus kapal kecil ini ada kapal besar di perbatasan,&quot; ujar Susi.

Susi menilai, prilaku penangkapan ikan yang dilakukan manusia perahu ini tidak lazim, atau tidak menerapkan penangkapan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

&quot;Pakai portes 1 gram bisa merusak 6 meter persegi, seperti di Derawan penyu hijau laki biasanya 100 setiap malam, itu hanya ada 30 saja, dan nelayan pun sudah sulit mencari ikan,&quot; tukas Susi.
</content:encoded></item></channel></rss>
