<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konflik Golkar Bukan Sekedar Berebut Kekuasaan</title><description>Konflik yang terjadi di internal Partai Golkar dinilai bukan sekedar berebut kekuasaan, ada agenda lain di balik semua itu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070769/konflik-golkar-bukan-sekedar-berebut-kekuasaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070769/konflik-golkar-bukan-sekedar-berebut-kekuasaan"/><item><title>Konflik Golkar Bukan Sekedar Berebut Kekuasaan</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070769/konflik-golkar-bukan-sekedar-berebut-kekuasaan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070769/konflik-golkar-bukan-sekedar-berebut-kekuasaan</guid><pubDate>Rabu 26 November 2014 06:18 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/26/337/1070769/konflik-golkar-bukan-sekedar-beredbut-kekuasaan-WQENXxaXgN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konflik Golkar Bukan Sekedar Beredbut Kekuasaan</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/26/337/1070769/konflik-golkar-bukan-sekedar-beredbut-kekuasaan-WQENXxaXgN.jpg</image><title>Konflik Golkar Bukan Sekedar Beredbut Kekuasaan</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadhina, Hendri Satrio menilai Kericuhan yang terjadi di DPP Partai Golkar bukan hanya dilatari konflik internal belaka, melainkan ada agenda terselubung lainnya.
&amp;ldquo;Terlihat sekali ini bukan hanya perebutan kekuasaan di internal Golkar, ada agenda yang lebih besar,&amp;rdquo; Katanya Kepada Okezone, Selasa (25/11/2014) malam.
Hendri menuturkan agenda besar tersebut mengembalikan fitrah politik partai yang berlogo pohon beringin itu untuk dekat dengan pemerintah.
&amp;ldquo;Baru kali ini Golkar mengambil peran di oposisi, kemungkinan yang terjadi saat ini adalah ada usaha untuk mengembalikan garis politik Golkar yang sebenarnya adalah selalu dekat dengan kekuasaan (pemerintah),&amp;rdquo; tegasnya.
Dengan adanya perbedaan pendapat terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) merupakan salah satu agenda untuk menentukan sikap partai tersebut.
&amp;ldquo;Bila ketua baru partai Golkar bukan ARB (Ical) lagi, otomatis konstelasi dan peta politik berubah,&amp;rdquo; tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) menjamin bahwa seiapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum, partainya akan tetap tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Ical juga berjanji dalam proses pemilihan Ketua Umum baru dalam Munas di Bali nanti akan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh Kader untuk maju menjadi orang nomor satu di Golkar. (ang)
</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadhina, Hendri Satrio menilai Kericuhan yang terjadi di DPP Partai Golkar bukan hanya dilatari konflik internal belaka, melainkan ada agenda terselubung lainnya.
&amp;ldquo;Terlihat sekali ini bukan hanya perebutan kekuasaan di internal Golkar, ada agenda yang lebih besar,&amp;rdquo; Katanya Kepada Okezone, Selasa (25/11/2014) malam.
Hendri menuturkan agenda besar tersebut mengembalikan fitrah politik partai yang berlogo pohon beringin itu untuk dekat dengan pemerintah.
&amp;ldquo;Baru kali ini Golkar mengambil peran di oposisi, kemungkinan yang terjadi saat ini adalah ada usaha untuk mengembalikan garis politik Golkar yang sebenarnya adalah selalu dekat dengan kekuasaan (pemerintah),&amp;rdquo; tegasnya.
Dengan adanya perbedaan pendapat terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) merupakan salah satu agenda untuk menentukan sikap partai tersebut.
&amp;ldquo;Bila ketua baru partai Golkar bukan ARB (Ical) lagi, otomatis konstelasi dan peta politik berubah,&amp;rdquo; tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Aburizal Bakrie (Ical) menjamin bahwa seiapapun yang terpilih menjadi Ketua Umum, partainya akan tetap tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP).
Ical juga berjanji dalam proses pemilihan Ketua Umum baru dalam Munas di Bali nanti akan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh Kader untuk maju menjadi orang nomor satu di Golkar. (ang)
</content:encoded></item></channel></rss>
