<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Jangan Ikut Campur Urusan Golkar</title><description>Jokowi jangan ikut campur urusan Golkar dengan melarang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Golkar di Bali.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070806/jokowi-jangan-ikut-campur-urusan-golkar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070806/jokowi-jangan-ikut-campur-urusan-golkar"/><item><title>Jokowi Jangan Ikut Campur Urusan Golkar</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070806/jokowi-jangan-ikut-campur-urusan-golkar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/11/26/337/1070806/jokowi-jangan-ikut-campur-urusan-golkar</guid><pubDate>Rabu 26 November 2014 10:07 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Fatimah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/26/337/1070806/jokowi-jangan-ikut-campur-urusan-golkar-JbIaD45Oxu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Jangan Ikut Campur Urusan Golkar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/26/337/1070806/jokowi-jangan-ikut-campur-urusan-golkar-JbIaD45Oxu.jpg</image><title>Jokowi Jangan Ikut Campur Urusan Golkar (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Pengamat internasional dari Universitas Islam Indonesia (UII), Djawahir Tantowi, tidak sepakat dengan sikap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang pelaksanaan Munas Golkar di Bali.
&quot;Pelarangan sesungguhnya tidak tepat, itu adalah hak partai menentukan haluan partai mereka ke depan. Pemerintah jangan ikut campur urusan internal Golkar,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu (26/11/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/08/17129/106711_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Seharusnya, lanjut Djawahir, pemerintah memberi saran dan mendorong agar Golkar melakukan upaya penyelesaian secara damai.
&quot;Nantinya Golkar apakah memperkuat Jokowi berada di dalam pemerintahan atau oposisi itu adalah proses. Kalau sekarang belum selesai, bagaimana mau kontribusi politik. Dorong Golkar segera menyelesaikan internal partainya,&quot; tutupnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/04/17051/106219_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebelumnya diberitakan, Jokowi melalui Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno melarang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Bali. Hal itu menuai kontroversi.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Pengamat internasional dari Universitas Islam Indonesia (UII), Djawahir Tantowi, tidak sepakat dengan sikap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang pelaksanaan Munas Golkar di Bali.
&quot;Pelarangan sesungguhnya tidak tepat, itu adalah hak partai menentukan haluan partai mereka ke depan. Pemerintah jangan ikut campur urusan internal Golkar,&quot; ujarnya kepada Okezone, Rabu (26/11/2014).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/08/17129/106711_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Seharusnya, lanjut Djawahir, pemerintah memberi saran dan mendorong agar Golkar melakukan upaya penyelesaian secara damai.
&quot;Nantinya Golkar apakah memperkuat Jokowi berada di dalam pemerintahan atau oposisi itu adalah proses. Kalau sekarang belum selesai, bagaimana mau kontribusi politik. Dorong Golkar segera menyelesaikan internal partainya,&quot; tutupnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/11/04/17051/106219_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sebelumnya diberitakan, Jokowi melalui Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno melarang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Bali. Hal itu menuai kontroversi.

</content:encoded></item></channel></rss>
