<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkumham Jangan Sampai Blunder Soal Golkar</title><description>Zainal Bintang, meminta Menkumham agar tidak mengulangi kesalahan dalam kisruh yang terjadi di PPP, terulang di Partai Golkar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/08/337/1076252/menkumham-jangan-sampai-blunder-soal-golkar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/12/08/337/1076252/menkumham-jangan-sampai-blunder-soal-golkar"/><item><title>Menkumham Jangan Sampai Blunder Soal Golkar</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/08/337/1076252/menkumham-jangan-sampai-blunder-soal-golkar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/12/08/337/1076252/menkumham-jangan-sampai-blunder-soal-golkar</guid><pubDate>Senin 08 Desember 2014 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/08/337/1076252/menkumham-jangan-sampai-blunder-soal-golkar-ikjDisGHkY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkumham jangan sampai blunder soal Golkar (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/08/337/1076252/menkumham-jangan-sampai-blunder-soal-golkar-ikjDisGHkY.jpg</image><title>Menkumham jangan sampai blunder soal Golkar (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Politikus Senior Partai Golkar, Zainal Bintang, meminta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yossuna H Laoly agar tidak mengulangi kesalahan dalam kisruh yang terjadi di PPP, terjadi dalam konflik Partai Golkar.

&quot;Kemenkumham harus lebih teliti, agar kisruh yang terjadi di PPP tidak terulang di tubuh Golkar,&quot; jelas dia kepada Okezone saat dihubungi, Senin (8/12/2014).

Zainal menyarankan agar Menkumham lebih hati-hati mengambil keputusan terkait dualisme kepengurusan Partai Golkar.

&quot;Jangan sampai terperosok lagi lah, jangan sampai terjadi blunder&quot; tambahnya.

Menurut dia, sebelum mengambil kebijakan, Menkumham harus menelusuri peserta Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang sah yang terdiri dari unsur DPP, DPD tingkat I dan II beserta pengurus Ormas sayap Golkar.

&quot;Artinya Kemenkumham harus menilai mana pihak yang benar dan mana pihak yang salah, yang sesuai aturan main di AD/ART Partai Golkar,&quot; tukasnya.

Seperti diketahui, Partai Golkar terbelah menjadi dua kubu antara kelompok Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono. Keduanya sama-sama mengklaim sebagai pengurus DPP Golkar yang sah.&amp;nbsp; Saat ini kedua kubu tengah berjuang di Kemenkumham untuk mendapatkan pengakuan sebagai pengurus DPP Golkar yang sah.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Politikus Senior Partai Golkar, Zainal Bintang, meminta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yossuna H Laoly agar tidak mengulangi kesalahan dalam kisruh yang terjadi di PPP, terjadi dalam konflik Partai Golkar.

&quot;Kemenkumham harus lebih teliti, agar kisruh yang terjadi di PPP tidak terulang di tubuh Golkar,&quot; jelas dia kepada Okezone saat dihubungi, Senin (8/12/2014).

Zainal menyarankan agar Menkumham lebih hati-hati mengambil keputusan terkait dualisme kepengurusan Partai Golkar.

&quot;Jangan sampai terperosok lagi lah, jangan sampai terjadi blunder&quot; tambahnya.

Menurut dia, sebelum mengambil kebijakan, Menkumham harus menelusuri peserta Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang sah yang terdiri dari unsur DPP, DPD tingkat I dan II beserta pengurus Ormas sayap Golkar.

&quot;Artinya Kemenkumham harus menilai mana pihak yang benar dan mana pihak yang salah, yang sesuai aturan main di AD/ART Partai Golkar,&quot; tukasnya.

Seperti diketahui, Partai Golkar terbelah menjadi dua kubu antara kelompok Aburizal Bakrie (Ical) dan Agung Laksono. Keduanya sama-sama mengklaim sebagai pengurus DPP Golkar yang sah.&amp;nbsp; Saat ini kedua kubu tengah berjuang di Kemenkumham untuk mendapatkan pengakuan sebagai pengurus DPP Golkar yang sah.
</content:encoded></item></channel></rss>
