<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sapta Darma, Aliran Kepercayaan yang Ditolak Warga </title><description>Mengenal Sapta Darma aliran kepercayaan yang ditolak warga di Kabupaten Brebes. Aliran ini memiliki 300 pengikut dan selalu rutin berkumpul.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/10/340/1077126/sapta-darma-aliran-kepercayaan-yang-ditolak-warga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/12/10/340/1077126/sapta-darma-aliran-kepercayaan-yang-ditolak-warga"/><item><title>Sapta Darma, Aliran Kepercayaan yang Ditolak Warga </title><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/10/340/1077126/sapta-darma-aliran-kepercayaan-yang-ditolak-warga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/12/10/340/1077126/sapta-darma-aliran-kepercayaan-yang-ditolak-warga</guid><pubDate>Rabu 10 Desember 2014 09:41 WIB</pubDate><dc:creator>Mustholih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/10/340/1077126/sapta-darma-aliran-kepercayaan-yang-ditolak-warga-7MTH1llJkG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sapta Darma, Aliran Kepercayaan yang Ditolak Warga  (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/10/340/1077126/sapta-darma-aliran-kepercayaan-yang-ditolak-warga-7MTH1llJkG.jpg</image><title>Sapta Darma, Aliran Kepercayaan yang Ditolak Warga  (Foto: Okezone)</title></images><description>
SEMARANG - Aliran Kepercayaan Sapta Darma menjadi perbincangan setelah Daodah, salah seorang pengikutnya di Kabupaten Brebes, meninggal dunia namun jenazahnya ditolak warga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Jenazah Daodah sempat telantar selama 12 jam sebelum akhirnya dikebumikan di pekarangan rumahnya di Desa Siandong RT 01 RW 04 Kecamatan Larangan, Brebes.

Tetua Yayasan Sapta Darma, Charlim, menjelaskan, ajaran Sapta Darma lahir di Kediri pada 1952 oleh Harjo Sabdoyo. Charlim menyatakan Sapta Darma secara harfiah berarti tujuh perbuatan baik.

&quot;Sapta Darma itu kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,&quot; kata Charlim saat dihubungi Okezone, Rabu (10/12/2014).

Ketujuh perbuatan baik Sapta Darma itu adalah:

1. Setia kepada Allah Yang Santun, Allah Yang Maha Rahim, Allah Yang Maha Adil, Allah Yang Maha Wasesa, Allah Yang Maha Langgeng.

2. Setia menjalankan perundang-undangan negara.

3. Singsingkan lengan baju demi nusa dan bangsa.

4. Menolong kepada siapa saja bila perlu tanpa mengharapkan balasan melainkan atas cinta dan kasih.

5. Hidup berdasarkan kepercayaan atas kekuatan diri sendiri.

6. Sikap dalam hidup bermasyarakat, kekeluargaan, halus susila serta halusnya  budi pekerti selalu melupakan petunjuk jalan yang mengandung jasa serta memuaskan.

7. Yakin keadaan dunia itu tidak abadi melainkan selalu berubah-ubah. Di mana saja warga Sapta Darma harus bersih melaksanakan kerja.

Menurut Charlim, para pengikut Sapta Darma memiliki ritual saat menyembah kepada Tuhan. &quot;Sujud ke Maha Kuasa. Menghadap ke timur. mengagungkan nama Tuhan. Sujud pertama Allah maha kuasa tiga kali, sujud kedua, Allah maha suci mohon ampun, tiga kali. Yang ketiga, Yang Maha Suci, Yang Maha Kuasa tiga kali,&quot; terang Charlim.

Charlim menambahkan di Kabupaten Brebes, Sapta Darma memiliki 300-an pengikut dan mereka selalu mengadakan perkumpulan rutin.

&quot;Ada perkumpulan rutin. Kalau di Desa Sengon Jumat Manis, Desa Singosari Jumat Kliwon, Sigentong Jumat Wage dan Senin Manis,&quot; ungkap Charlim.

Dijelaskan, Charlim bahwa tujuan Sapta Darma bagi pengikutnya adalah menuju alam kelanggengan. Di mata pengikut, Sapta Darma merupakan ajaran tersendiri yang tidak mengindung agama mana pun.

&quot;Sapta Darma itu ajaran tunggal. Bukan kejawen. Kejawen itu campur-campuran ajaran. Kalau saya pribadi, Sapta Darma itu agama. Bagi Sapta Darma, tujuannya adalah keselamatan dunia akhirat ke alam kelanggengan,&quot; ungkapnya.
</description><content:encoded>
SEMARANG - Aliran Kepercayaan Sapta Darma menjadi perbincangan setelah Daodah, salah seorang pengikutnya di Kabupaten Brebes, meninggal dunia namun jenazahnya ditolak warga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Jenazah Daodah sempat telantar selama 12 jam sebelum akhirnya dikebumikan di pekarangan rumahnya di Desa Siandong RT 01 RW 04 Kecamatan Larangan, Brebes.

Tetua Yayasan Sapta Darma, Charlim, menjelaskan, ajaran Sapta Darma lahir di Kediri pada 1952 oleh Harjo Sabdoyo. Charlim menyatakan Sapta Darma secara harfiah berarti tujuh perbuatan baik.

&quot;Sapta Darma itu kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,&quot; kata Charlim saat dihubungi Okezone, Rabu (10/12/2014).

Ketujuh perbuatan baik Sapta Darma itu adalah:

1. Setia kepada Allah Yang Santun, Allah Yang Maha Rahim, Allah Yang Maha Adil, Allah Yang Maha Wasesa, Allah Yang Maha Langgeng.

2. Setia menjalankan perundang-undangan negara.

3. Singsingkan lengan baju demi nusa dan bangsa.

4. Menolong kepada siapa saja bila perlu tanpa mengharapkan balasan melainkan atas cinta dan kasih.

5. Hidup berdasarkan kepercayaan atas kekuatan diri sendiri.

6. Sikap dalam hidup bermasyarakat, kekeluargaan, halus susila serta halusnya  budi pekerti selalu melupakan petunjuk jalan yang mengandung jasa serta memuaskan.

7. Yakin keadaan dunia itu tidak abadi melainkan selalu berubah-ubah. Di mana saja warga Sapta Darma harus bersih melaksanakan kerja.

Menurut Charlim, para pengikut Sapta Darma memiliki ritual saat menyembah kepada Tuhan. &quot;Sujud ke Maha Kuasa. Menghadap ke timur. mengagungkan nama Tuhan. Sujud pertama Allah maha kuasa tiga kali, sujud kedua, Allah maha suci mohon ampun, tiga kali. Yang ketiga, Yang Maha Suci, Yang Maha Kuasa tiga kali,&quot; terang Charlim.

Charlim menambahkan di Kabupaten Brebes, Sapta Darma memiliki 300-an pengikut dan mereka selalu mengadakan perkumpulan rutin.

&quot;Ada perkumpulan rutin. Kalau di Desa Sengon Jumat Manis, Desa Singosari Jumat Kliwon, Sigentong Jumat Wage dan Senin Manis,&quot; ungkap Charlim.

Dijelaskan, Charlim bahwa tujuan Sapta Darma bagi pengikutnya adalah menuju alam kelanggengan. Di mata pengikut, Sapta Darma merupakan ajaran tersendiri yang tidak mengindung agama mana pun.

&quot;Sapta Darma itu ajaran tunggal. Bukan kejawen. Kejawen itu campur-campuran ajaran. Kalau saya pribadi, Sapta Darma itu agama. Bagi Sapta Darma, tujuannya adalah keselamatan dunia akhirat ke alam kelanggengan,&quot; ungkapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
