<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gara-Gara Babi, Sepupu Saling Bacok hingga Tewas</title><description>Gara-gara seekor babi sepupu saling bacok di Desa Naku, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara , Nusa Tenggara Timur</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/12/340/1078380/gara-gara-babi-sepupu-saling-bacok-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/12/12/340/1078380/gara-gara-babi-sepupu-saling-bacok-hingga-tewas"/><item><title>Gara-Gara Babi, Sepupu Saling Bacok hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/12/340/1078380/gara-gara-babi-sepupu-saling-bacok-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/12/12/340/1078380/gara-gara-babi-sepupu-saling-bacok-hingga-tewas</guid><pubDate>Jum'at 12 Desember 2014 15:00 WIB</pubDate><dc:creator>Sefnat Besie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/12/340/1078380/gara-gara-babi-sepupu-saling-bacok-hingga-tewas-7uROO4BZkl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gara-Gara Babi, Sepupu Saling Bacok hingga Tewas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/12/340/1078380/gara-gara-babi-sepupu-saling-bacok-hingga-tewas-7uROO4BZkl.jpg</image><title>Gara-Gara Babi, Sepupu Saling Bacok hingga Tewas (Foto: Okezone)</title></images><description>
KEFAMANU - Agustinus Mauk (38) warga Desa Naku, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur tewas setelah ditebas empat orang sepupunya hanya karena seekor babi hutan.

Selain Agustinus, Melkior  Manek (42) juga kritis dibacok di bagian pinggang, punggung bagian belakang dan rahang serta pipi atas sehingga menjalani perawatan intensif di RSUD Atambua Belu.

Kejadian tragis itu bermula saat empat pelaku yang masih bersepupu mencurigai babi hutan hasil jeratan Melkior Manek yang dibawa dari kebun merupakan babi hasil curian. Lantaran aksi saling tuding itu timbul keributan.

Keributan itu berbuntut aksi saling kejar antara dua korban dan empat pelaku hingga depan Gereja Naku. Karena terkepung, dua orang korban pun akhirnya dihujani batu dan pukulan menggunakan kayu kudung. Saat itu Agustinus Mauk (38) yang sudah tak berdaya akhirnya menjadi sasaran tebas hingga tewas di tempat.

&quot;Usai bacok, seorang pelaku atas nama Gregorius Manehat (23) lari dan menyerahkan diri di Polsek dan langsung dibawa ke Polres pada Jumat pagi, sementara tiga pelaku lainnya atas nama Frans Bouk Mali (49), Martinus Fahik (37), Anus Mau Seran (42) masih menjadi DPO.&quot; ujar Ipda Felix Kadati, Kasubaghumas Polres TTU, Jumat (12/12/2014).

Felix menambahkan, kini pihak kepolisian terus mencari tiga pelaku lain yang belum menyerahkan diri sedangkan seorang pelaku yang sudah menyerahkan diri sedang menjalani pemeriksaan di ruang Reserse dan Kriminal Polres Timor Tengah Utara.
</description><content:encoded>
KEFAMANU - Agustinus Mauk (38) warga Desa Naku, Kecamatan Biboki Feotleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur tewas setelah ditebas empat orang sepupunya hanya karena seekor babi hutan.

Selain Agustinus, Melkior  Manek (42) juga kritis dibacok di bagian pinggang, punggung bagian belakang dan rahang serta pipi atas sehingga menjalani perawatan intensif di RSUD Atambua Belu.

Kejadian tragis itu bermula saat empat pelaku yang masih bersepupu mencurigai babi hutan hasil jeratan Melkior Manek yang dibawa dari kebun merupakan babi hasil curian. Lantaran aksi saling tuding itu timbul keributan.

Keributan itu berbuntut aksi saling kejar antara dua korban dan empat pelaku hingga depan Gereja Naku. Karena terkepung, dua orang korban pun akhirnya dihujani batu dan pukulan menggunakan kayu kudung. Saat itu Agustinus Mauk (38) yang sudah tak berdaya akhirnya menjadi sasaran tebas hingga tewas di tempat.

&quot;Usai bacok, seorang pelaku atas nama Gregorius Manehat (23) lari dan menyerahkan diri di Polsek dan langsung dibawa ke Polres pada Jumat pagi, sementara tiga pelaku lainnya atas nama Frans Bouk Mali (49), Martinus Fahik (37), Anus Mau Seran (42) masih menjadi DPO.&quot; ujar Ipda Felix Kadati, Kasubaghumas Polres TTU, Jumat (12/12/2014).

Felix menambahkan, kini pihak kepolisian terus mencari tiga pelaku lain yang belum menyerahkan diri sedangkan seorang pelaku yang sudah menyerahkan diri sedang menjalani pemeriksaan di ruang Reserse dan Kriminal Polres Timor Tengah Utara.
</content:encoded></item></channel></rss>
