<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JK Enggan Jadi Ketua PMI Lagi</title><description>Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK) enggan dicalonkan kembali menjadi Ketua PMI periode 2014-2019.</description><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/16/337/1079953/jk-enggan-jadi-ketua-pmi-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2014/12/16/337/1079953/jk-enggan-jadi-ketua-pmi-lagi"/><item><title>JK Enggan Jadi Ketua PMI Lagi</title><link>https://news.okezone.com/read/2014/12/16/337/1079953/jk-enggan-jadi-ketua-pmi-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2014/12/16/337/1079953/jk-enggan-jadi-ketua-pmi-lagi</guid><pubDate>Selasa 16 Desember 2014 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Gunawan Wibisono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/16/337/1079953/jk-enggan-jadi-ketua-pmi-lagi-taNEVBok5Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/16/337/1079953/jk-enggan-jadi-ketua-pmi-lagi-taNEVBok5Q.jpg</image><title>Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK) enggan dicalonkan kembali menjadi Ketua PMI periode 2014-2019.
Menurutnya, banyak generasi muda yang lebih potensial dari dirinya. Menurut JK, harus ada regenerasi di dalam tubuh PMI.
&quot;Saya kan sudah pernah jadi Ketua PMI,&quot; ujar JK ditemui wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
JK yang juga Wakil Presiden ini mengaku, tim seleksi harus jeli dalam memilih Ketua PMI, terlebih harus melihat dari pengalaman organisasi yang diikuti serta rekam jejak (track record) dari masing-masing calon.
&quot;Kemampuan jelas, pengalaman organisasi, kedua harus punya jaringan yang baik ke pemerintah dan swasta karena itu yang akan berpartisipasi dengan PMI nantinya,&quot; terangnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/11/21/12198/76318_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu JK mengungkapkan, tantangan PMI ke depan akan semakin sulit, dalam membantu para korban yang terkena bencana alam. Oleh karena itu, dirinya mengungkapkan sebelum masa jabatannya habis, PMI harus memiliki kelengkapan yang memadai dalam untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
&quot;Tantangannya, bencana semakin banyak dan cara kita harus lebih baik lagi, perlengkapan harus lebih banyak lagi. Penduduk makin banyak, kebutuhan makin banyak,&quot; tutup JK.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla (JK) enggan dicalonkan kembali menjadi Ketua PMI periode 2014-2019.
Menurutnya, banyak generasi muda yang lebih potensial dari dirinya. Menurut JK, harus ada regenerasi di dalam tubuh PMI.
&quot;Saya kan sudah pernah jadi Ketua PMI,&quot; ujar JK ditemui wartawan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).
JK yang juga Wakil Presiden ini mengaku, tim seleksi harus jeli dalam memilih Ketua PMI, terlebih harus melihat dari pengalaman organisasi yang diikuti serta rekam jejak (track record) dari masing-masing calon.
&quot;Kemampuan jelas, pengalaman organisasi, kedua harus punya jaringan yang baik ke pemerintah dan swasta karena itu yang akan berpartisipasi dengan PMI nantinya,&quot; terangnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2013/11/21/12198/76318_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu JK mengungkapkan, tantangan PMI ke depan akan semakin sulit, dalam membantu para korban yang terkena bencana alam. Oleh karena itu, dirinya mengungkapkan sebelum masa jabatannya habis, PMI harus memiliki kelengkapan yang memadai dalam untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
&quot;Tantangannya, bencana semakin banyak dan cara kita harus lebih baik lagi, perlengkapan harus lebih banyak lagi. Penduduk makin banyak, kebutuhan makin banyak,&quot; tutup JK.
</content:encoded></item></channel></rss>
