<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Basarnas Bertarung dengan Waktu Temukan Penumpang AirAsia</title><description>Basarnas bertarung dengan waktu dalam pencarian jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 8501.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/05/337/1087735/basarnas-bertarung-dengan-waktu-temukan-penumpang-airasia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/01/05/337/1087735/basarnas-bertarung-dengan-waktu-temukan-penumpang-airasia"/><item><title>Basarnas Bertarung dengan Waktu Temukan Penumpang AirAsia</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/05/337/1087735/basarnas-bertarung-dengan-waktu-temukan-penumpang-airasia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/01/05/337/1087735/basarnas-bertarung-dengan-waktu-temukan-penumpang-airasia</guid><pubDate>Senin 05 Januari 2015 03:16 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/05/337/1087735/basarnas-bertarung-dengan-waktu-temukan-penumpang-airasia-jsImbGj6kQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Basarnas Bertarung dengan Waktu Temukan Penumpang AirAsia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/05/337/1087735/basarnas-bertarung-dengan-waktu-temukan-penumpang-airasia-jsImbGj6kQ.jpg</image><title>Basarnas Bertarung dengan Waktu Temukan Penumpang AirAsia (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Berbagai kendala dan tantangan dalam operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ 8501 begitu banyak. Namun, hal tersebut tak menyurutkan langkah Tim SAR untuk melakukan pencarian.
Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo, mengatakan, tantangan tersebut adalah  jika korban yang mengapung di permukaan air dalam waktu tertentu, maka jenazah tersebut akan kembali tengelam.
&quot;Semakin lama korban yang mengapung akan berkurang,&quot; ucapnya di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 4 Januari 2015.
Selanjutnya, jika jenazah korban sudah tenggelam maka di prediksi juga sulit untuk dikenali. &quot;Kedua korban tidak sesuai dengan semula,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/03/17893/111486_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karenanya, pihaknya akan bergerak cepat sebelum para jenazah korban turun kembali ke permukaan.
&quot;Makanya kita bermain dengan waktu,&quot; tegasnya.
Tantangan terakhir, Soelistyo mengungkapkan, yakni faktor lokasi yang dipenuhi dengan lumpur yang dapat menyulitkan dalam pencarian korban.
&quot;Tantangan kita selanjutnya adalah lumpur meskipun peralatan kita lengkap. Pasalnya yang menjadi permasalahan mengambilnya,&quot; pungkasnya.(rif)
</description><content:encoded>
JAKARTA - Berbagai kendala dan tantangan dalam operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ 8501 begitu banyak. Namun, hal tersebut tak menyurutkan langkah Tim SAR untuk melakukan pencarian.
Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo, mengatakan, tantangan tersebut adalah  jika korban yang mengapung di permukaan air dalam waktu tertentu, maka jenazah tersebut akan kembali tengelam.
&quot;Semakin lama korban yang mengapung akan berkurang,&quot; ucapnya di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 4 Januari 2015.
Selanjutnya, jika jenazah korban sudah tenggelam maka di prediksi juga sulit untuk dikenali. &quot;Kedua korban tidak sesuai dengan semula,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/03/17893/111486_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Oleh karenanya, pihaknya akan bergerak cepat sebelum para jenazah korban turun kembali ke permukaan.
&quot;Makanya kita bermain dengan waktu,&quot; tegasnya.
Tantangan terakhir, Soelistyo mengungkapkan, yakni faktor lokasi yang dipenuhi dengan lumpur yang dapat menyulitkan dalam pencarian korban.
&quot;Tantangan kita selanjutnya adalah lumpur meskipun peralatan kita lengkap. Pasalnya yang menjadi permasalahan mengambilnya,&quot; pungkasnya.(rif)
</content:encoded></item></channel></rss>
