<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantu Cari AirAsia, Rusia Perlihatkan Kekuatan Militer </title><description>Pengamat menilai Rusia memanfaatkan momen itu untuk memperlihatkan kekuatan militer.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/07/18/1089132/bantu-cari-airasia-rusia-perlihatkan-kekuatan-militer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/01/07/18/1089132/bantu-cari-airasia-rusia-perlihatkan-kekuatan-militer"/><item><title>Bantu Cari AirAsia, Rusia Perlihatkan Kekuatan Militer </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/07/18/1089132/bantu-cari-airasia-rusia-perlihatkan-kekuatan-militer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/01/07/18/1089132/bantu-cari-airasia-rusia-perlihatkan-kekuatan-militer</guid><pubDate>Rabu 07 Januari 2015 17:22 WIB</pubDate><dc:creator>Hendra Mujiraharja</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/07/18/1089132/bantu-cari-airasia-rusia-perlihatkan-kekuatan-militer-MNSxiemoxt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Militer Rusia. (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/07/18/1089132/bantu-cari-airasia-rusia-perlihatkan-kekuatan-militer-MNSxiemoxt.jpg</image><title>Militer Rusia. (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>
PERTH &amp;ndash; Rusia merupakan negara yang ikut mengirim bantuan ke Indonesia untuk mencari pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di perairan Kalimantan. Pengamat menilai Rusia memanfaatkan momen itu untuk memperlihatkan kekuatan militer.

Sebagaimana diberitakan, Rusia mengirim satu tim yang terdiri dari dua pesawat dan 22 penyelam pada 2 Januari 2015 atas permintaan Wakil Kepala Misi Kedutaan Rusia untuk Indonesia, Alexander Shilin.
Hal itu tentu kontras dengan peristiwa pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur menuju Beijing, China, yang hilang pada Maret 2014. Rusia tidak mengirimkan tim mencari pesawat tersebut.
Militer Rusia ingin unjuk kekuatan, mengingat negara seperti China dan Amerika Serikat (AS) juga berpartisipasi dalam mencari pesawat QZ 8501 di perairan Kalimantan.

Apalagi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memang berniat memperkuat infrastruktur maritim. Pasalnya, Indonesia acap kali menghadapi pembajakan dan penangkapan ikan yang ilegal.
&amp;ldquo;Rusia memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Indonesia. Mereka menganggap Indonesia sebagai mitra terdekat di Asia Tenggara,&amp;rdquo; kata Alexey Muraviev, spesialis pertahanan Rusia di Universitas Curtin, Perth, Australia.
&quot;Ini merupakan bagian dari pendekatan strategis secara keseluruhan dalam mengembangkan hubungan dengan Indonesia,&amp;rdquo; sambungnya, sebagaimana dilaporkan Bloomberg, Rabu (7/1/2015).
</description><content:encoded>
PERTH &amp;ndash; Rusia merupakan negara yang ikut mengirim bantuan ke Indonesia untuk mencari pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di perairan Kalimantan. Pengamat menilai Rusia memanfaatkan momen itu untuk memperlihatkan kekuatan militer.

Sebagaimana diberitakan, Rusia mengirim satu tim yang terdiri dari dua pesawat dan 22 penyelam pada 2 Januari 2015 atas permintaan Wakil Kepala Misi Kedutaan Rusia untuk Indonesia, Alexander Shilin.
Hal itu tentu kontras dengan peristiwa pesawat Malaysia Airlines MH370 rute Kuala Lumpur menuju Beijing, China, yang hilang pada Maret 2014. Rusia tidak mengirimkan tim mencari pesawat tersebut.
Militer Rusia ingin unjuk kekuatan, mengingat negara seperti China dan Amerika Serikat (AS) juga berpartisipasi dalam mencari pesawat QZ 8501 di perairan Kalimantan.

Apalagi, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memang berniat memperkuat infrastruktur maritim. Pasalnya, Indonesia acap kali menghadapi pembajakan dan penangkapan ikan yang ilegal.
&amp;ldquo;Rusia memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Indonesia. Mereka menganggap Indonesia sebagai mitra terdekat di Asia Tenggara,&amp;rdquo; kata Alexey Muraviev, spesialis pertahanan Rusia di Universitas Curtin, Perth, Australia.
&quot;Ini merupakan bagian dari pendekatan strategis secara keseluruhan dalam mengembangkan hubungan dengan Indonesia,&amp;rdquo; sambungnya, sebagaimana dilaporkan Bloomberg, Rabu (7/1/2015).
</content:encoded></item></channel></rss>
