<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lanud Iskandar di Pangkalan Bun yang Jadi Sorotan Dunia (II) </title><description>Kini, nama Lanud Iskandar dikenal negara-negara di dunia lantaran  dijadikan posko evakuasi pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di sekitar  Selat Karimata.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/10/337/1090512/lanud-iskandar-di-pangkalan-bun-yang-jadi-sorotan-dunia-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/01/10/337/1090512/lanud-iskandar-di-pangkalan-bun-yang-jadi-sorotan-dunia-ii"/><item><title>Lanud Iskandar di Pangkalan Bun yang Jadi Sorotan Dunia (II) </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/10/337/1090512/lanud-iskandar-di-pangkalan-bun-yang-jadi-sorotan-dunia-ii</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/01/10/337/1090512/lanud-iskandar-di-pangkalan-bun-yang-jadi-sorotan-dunia-ii</guid><pubDate>Sabtu 10 Januari 2015 22:06 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/10/337/1090512/lanud-iskandar-di-pangkalan-bun-yang-jadi-sorotan-dunia-ii-gORpOzjoMJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Posko utama AirAsia QZ 8501 di Lanud Iskandar Pangkalan Bun (Angakasa Y/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/10/337/1090512/lanud-iskandar-di-pangkalan-bun-yang-jadi-sorotan-dunia-ii-gORpOzjoMJ.jpg</image><title>Posko utama AirAsia QZ 8501 di Lanud Iskandar Pangkalan Bun (Angakasa Y/Okezone)</title></images><description>
PANGKALAN BUN - Tanggal 17 Oktober 1947 menjadi hari bersejarah bagi Angkatan Udara RI yang dahulu bernama AURI, akronim dari Angkatan Udara Republik Indonesia. Di hari itu, Letnan Udara Iskandar menjadi komandan operasi penerjunan pertama bersama 12 prajurit untuk dapat merebut landasan udara dari tangan Belanda.

Namun, Letnan Iskandar dan dua anggotanya tewas dalam peperangan. Namanya pun akhirnya diabadikan menjadi nama lanud di Pangkalan Bun. Di hari dirinya melakukan penerjunan pun diabadikan sebagai tanggal kelahiran Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat/PGT) yang kini bernama Korps Pasukan Khas (Kopaskhas), pasukan khusus TNI AU.

Kini, nama Lanud Iskandar dikenal negara-negara di dunia lantaran dijadikan posko evakuasi pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di sekitar Selat Karimata. Tak cuma media lokal, sejumlah media asing juga turut meliput di Lanud Iskandar.

&quot;Jangankan media, anggota TNI saja masih ada yang tidak mengerti ada Lanud Iskandar. Jadi, tidak semua orang tahu dan pernah melihat Lanud Iskandar ini,&quot; ungkap Danlanud Iskandar, Jhonson Simatupang.

Ia melanjutkan, tugas PGT pada zamannya adalah melakukan pertahanan pangkalan udara dan penerjunan serta membuka stasiun radio induk untuk menghubungkan daerah itu dengan Yogyakarta yang dulunya dijadikan pusat pemerintahan. PGT juga melakukan penyempurnaan lokasi untuk penerjunan selanjutnya.

Kini, Kopaskhas merupakan satuan tempur yang punya kemampuan tiga matra, yakni udara, laut, dan darat. Jhonson mengatakan, pasukan Baret Jingga itu adalah pasukan pemukul yang siap diterjunkan di segala medan.

&quot;Entah itu hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut. Paskhas juga punya tugas tambahan yang tak dimiliki pasukan lain, yakni operasi pembentukan dan pengoperasian pangkalan udara depan (OP3UD),&quot; kata Jhonson.

Sebagai penghargaan atas jasa dan keberanian PGT pada peristiwa 17 Oktober 1947, sebuah monumen di Pangkalan Bun pun dibangun. Monumen itu bernama Operasi Penerjunan Pertama &amp;lrm;Palagan Sambi yang terletak di dekat Bundaran Pancasila, atau berjarak beberapa kilometer dari Lanud Iskandar.

Di halaman depan monumen tersebut terdapat Tugu Pesawat Dakota C-47 RI-002. Pesawat yang membawa 13 penerjun pertama di bawah pimpinan Letnan II Udara Iskandar. Pesawat itu berwarna putih de&amp;lrm;ngan aksen hitam di beberapa bagiannya.

Di bagian bawah sayap kiri dan di bagian sirip atas ada ekor pesawat. Warna merah putih juga terdapat pada sirip atas ekor. Nama-nama penerjun pun dutulis.&amp;lrm;&amp;lrm; &quot;Monumen Palagan Sambi ini diresmikan oleh Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Hanafie Asnan pada 1998. Itu pesawat asli. Setiap tahun kita melakukan perawatan agar tetap bersih dan tidak rusak,&quot; ucap Jhonson.

Untuk mengenang jasa putra asli Kotawaringin Barat tersebut, TNI AU juga mendirikan Patung Iskandar lengkap dengan pakaian tentara dan senjatanya. Patung Iskandar itu berada tepat di depan Gapura Lanud Iskandar. Patung tersebut diresmikan oleh Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) II Marsekal Pertama TNI Sutiharsono pada 1978.

Selain di depan Gapura Lanud Iskandar, Patung Iskandar juga didirikan di Desa Sambi, lokasi penerjunan pertama Iskandar dan kawan-kawan. Patung Iskandar di Desa Sambi tersebut diresmikan oleh KSAU Masekal TNI Rilo Pambudi pada 1995. (Selesai..)
</description><content:encoded>
PANGKALAN BUN - Tanggal 17 Oktober 1947 menjadi hari bersejarah bagi Angkatan Udara RI yang dahulu bernama AURI, akronim dari Angkatan Udara Republik Indonesia. Di hari itu, Letnan Udara Iskandar menjadi komandan operasi penerjunan pertama bersama 12 prajurit untuk dapat merebut landasan udara dari tangan Belanda.

Namun, Letnan Iskandar dan dua anggotanya tewas dalam peperangan. Namanya pun akhirnya diabadikan menjadi nama lanud di Pangkalan Bun. Di hari dirinya melakukan penerjunan pun diabadikan sebagai tanggal kelahiran Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat/PGT) yang kini bernama Korps Pasukan Khas (Kopaskhas), pasukan khusus TNI AU.

Kini, nama Lanud Iskandar dikenal negara-negara di dunia lantaran dijadikan posko evakuasi pesawat AirAsia QZ 8501 yang jatuh di sekitar Selat Karimata. Tak cuma media lokal, sejumlah media asing juga turut meliput di Lanud Iskandar.

&quot;Jangankan media, anggota TNI saja masih ada yang tidak mengerti ada Lanud Iskandar. Jadi, tidak semua orang tahu dan pernah melihat Lanud Iskandar ini,&quot; ungkap Danlanud Iskandar, Jhonson Simatupang.

Ia melanjutkan, tugas PGT pada zamannya adalah melakukan pertahanan pangkalan udara dan penerjunan serta membuka stasiun radio induk untuk menghubungkan daerah itu dengan Yogyakarta yang dulunya dijadikan pusat pemerintahan. PGT juga melakukan penyempurnaan lokasi untuk penerjunan selanjutnya.

Kini, Kopaskhas merupakan satuan tempur yang punya kemampuan tiga matra, yakni udara, laut, dan darat. Jhonson mengatakan, pasukan Baret Jingga itu adalah pasukan pemukul yang siap diterjunkan di segala medan.

&quot;Entah itu hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut. Paskhas juga punya tugas tambahan yang tak dimiliki pasukan lain, yakni operasi pembentukan dan pengoperasian pangkalan udara depan (OP3UD),&quot; kata Jhonson.

Sebagai penghargaan atas jasa dan keberanian PGT pada peristiwa 17 Oktober 1947, sebuah monumen di Pangkalan Bun pun dibangun. Monumen itu bernama Operasi Penerjunan Pertama &amp;lrm;Palagan Sambi yang terletak di dekat Bundaran Pancasila, atau berjarak beberapa kilometer dari Lanud Iskandar.

Di halaman depan monumen tersebut terdapat Tugu Pesawat Dakota C-47 RI-002. Pesawat yang membawa 13 penerjun pertama di bawah pimpinan Letnan II Udara Iskandar. Pesawat itu berwarna putih de&amp;lrm;ngan aksen hitam di beberapa bagiannya.

Di bagian bawah sayap kiri dan di bagian sirip atas ada ekor pesawat. Warna merah putih juga terdapat pada sirip atas ekor. Nama-nama penerjun pun dutulis.&amp;lrm;&amp;lrm; &quot;Monumen Palagan Sambi ini diresmikan oleh Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Hanafie Asnan pada 1998. Itu pesawat asli. Setiap tahun kita melakukan perawatan agar tetap bersih dan tidak rusak,&quot; ucap Jhonson.

Untuk mengenang jasa putra asli Kotawaringin Barat tersebut, TNI AU juga mendirikan Patung Iskandar lengkap dengan pakaian tentara dan senjatanya. Patung Iskandar itu berada tepat di depan Gapura Lanud Iskandar. Patung tersebut diresmikan oleh Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) II Marsekal Pertama TNI Sutiharsono pada 1978.

Selain di depan Gapura Lanud Iskandar, Patung Iskandar juga didirikan di Desa Sambi, lokasi penerjunan pertama Iskandar dan kawan-kawan. Patung Iskandar di Desa Sambi tersebut diresmikan oleh KSAU Masekal TNI Rilo Pambudi pada 1995. (Selesai..)
</content:encoded></item></channel></rss>
