<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Bripda Taufiq Penyeimbang Berita Rekening Gendut Polri</title><description>DPR menilai pemberitaan tentang Bripda Taufiq, polisi yang hidup di bawah garis kemiskinan mengimbangi pemberitaan rekening gendut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/16/337/1093119/kisah-bripda-taufiq-penyeimbang-berita-rekening-gendut-polri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/01/16/337/1093119/kisah-bripda-taufiq-penyeimbang-berita-rekening-gendut-polri"/><item><title>Kisah Bripda Taufiq Penyeimbang Berita Rekening Gendut Polri</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/01/16/337/1093119/kisah-bripda-taufiq-penyeimbang-berita-rekening-gendut-polri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/01/16/337/1093119/kisah-bripda-taufiq-penyeimbang-berita-rekening-gendut-polri</guid><pubDate>Jum'at 16 Januari 2015 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Qur'anul Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/01/16/337/1093119/kisah-bripda-taufiq-penyeimbang-berita-rekening-gendut-polri-nIUhRcX2r5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Bripda Taufiq Penyeimbang Berita Rekening Gendut Polri</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/01/16/337/1093119/kisah-bripda-taufiq-penyeimbang-berita-rekening-gendut-polri-nIUhRcX2r5.jpg</image><title>Kisah Bripda Taufiq Penyeimbang Berita Rekening Gendut Polri</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat dibuat prihatin dengan kisah hidup Bripda Muhammad Taufiq Hidayat, anggota Polisi yang hidup di kandang sapi. Pria kelahiran 25 Maret 1995 itu pun kemudian hangat diberitakan di berbagai media sejak dua hari yang lalu.

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsy menilai, pemberitaan tentang polisi yang hidup di bawah garis kemiskinan itu mengimbangi pemberitaan rekening gendut yang menimpa calon Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan.
&quot;Selama ini masyarakat memiliki persepsi bahwa polisi selalu sejahtera, bahkan ada yang memiliki rekening gendut. Berita dari Yogyakarta ini dapat menjadi penyeimbang untuk masyarakat,&quot; kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (16/1/2015).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menanggap, kisah hidup Bripda Taufiq juga menepis pemberitaan bahwa, untuk menjadi anggota polisi harus selalu mengeluarkan uang yang banyak.
&quot;Ini juga menampik asumsi bahwa masuk polisi harus selalu pakai duit dan beking yang kuat,&quot; tegasnya.
Seperti diketahui, Taufiq bersama ayah dan adiknya tinggal di Dusun Jongke Tengah RT 04/23, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Menempati gubuk berukuran 2,5 meter X 5 meter dengan satu tempat tidur dan lemari baju. Kandang sapi milik warga setempat itu dia sewa seharga Rp170 ribu per tahun. (fmi)
</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat dibuat prihatin dengan kisah hidup Bripda Muhammad Taufiq Hidayat, anggota Polisi yang hidup di kandang sapi. Pria kelahiran 25 Maret 1995 itu pun kemudian hangat diberitakan di berbagai media sejak dua hari yang lalu.

Anggota Komisi III DPR RI Aboe Bakar Al-Habsy menilai, pemberitaan tentang polisi yang hidup di bawah garis kemiskinan itu mengimbangi pemberitaan rekening gendut yang menimpa calon Kapolri, Komjen Pol Budi Gunawan.
&quot;Selama ini masyarakat memiliki persepsi bahwa polisi selalu sejahtera, bahkan ada yang memiliki rekening gendut. Berita dari Yogyakarta ini dapat menjadi penyeimbang untuk masyarakat,&quot; kata dia saat dihubungi wartawan, Jumat (16/1/2015).
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menanggap, kisah hidup Bripda Taufiq juga menepis pemberitaan bahwa, untuk menjadi anggota polisi harus selalu mengeluarkan uang yang banyak.
&quot;Ini juga menampik asumsi bahwa masuk polisi harus selalu pakai duit dan beking yang kuat,&quot; tegasnya.
Seperti diketahui, Taufiq bersama ayah dan adiknya tinggal di Dusun Jongke Tengah RT 04/23, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Menempati gubuk berukuran 2,5 meter X 5 meter dengan satu tempat tidur dan lemari baju. Kandang sapi milik warga setempat itu dia sewa seharga Rp170 ribu per tahun. (fmi)
</content:encoded></item></channel></rss>
