<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Said Iqbal: Tak Ada yang Peduli Upah Buruh Indonesia</title><description>Mal dan apartemen berdiri dimana-mana, tetapi masih banyak masyarakat yang tidur di emperan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/05/337/1101895/said-iqbal-tak-ada-yang-peduli-upah-buruh-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/05/337/1101895/said-iqbal-tak-ada-yang-peduli-upah-buruh-indonesia"/><item><title>Said Iqbal: Tak Ada yang Peduli Upah Buruh Indonesia</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/05/337/1101895/said-iqbal-tak-ada-yang-peduli-upah-buruh-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/05/337/1101895/said-iqbal-tak-ada-yang-peduli-upah-buruh-indonesia</guid><pubDate>Kamis 05 Februari 2015 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Fardiansyah </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/05/337/1101895/said-iqbal-tak-ada-yang-peduli-upah-buruh-indonesia-8fIC6mJ0rA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Said Iqbal: Tak Ada yang Peduli Upah Buruh Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/05/337/1101895/said-iqbal-tak-ada-yang-peduli-upah-buruh-indonesia-8fIC6mJ0rA.jpg</image><title>Said Iqbal: Tak Ada yang Peduli Upah Buruh Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Persoalan upah layak bagi buruh di Indonesia hingga saat ini belum mampu dituntaskan oleh pemerintah. Hal tersebut menunjukkan kalau selama ini tidak ada yang serius untuk menyelesaikan permasalahan itu.
&amp;nbsp;

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Said Iqbal, mengatakan, fenomena tersebut terjadi karena pejabat maupun pemodal di Indonesia tidak ada yang betul-betul perhatian terhadap tingkat kesejahteraan buruh.&amp;nbsp;
&quot;Tidak ada yang peduli pada upah buruh di negeri ini,&quot; tegas Said dalam orasinya saat peluncuran buku Gagasan Besar Serikat Buruh, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2015).
Said menjelaskan, kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang tumbuh baik menjadi ironi ketika masih banyak masyarakat yang tinggal atau tidur di emperan. Hal itu pun menimbulkan kesenjangan di masyarakat.
&quot;Mal dan apartemen berdiri di mana-mana, tapi juga banyak yang tinggal di emperan,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/10/17568/109502_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal semacam itu yang akan membuat kaum buruh untuk terus melakukan perlawanan, supaya mereka yang terpinggirkan bisa merasakan hidup sejahtera.
&quot;Kenapa kita mengorganisasi juataan buruh? Untuk memperjuangkan buruh. Buruh akan terus melawan semua bentuk ekspolitasi oleh mereka pejabat, pemodal yang mengisap,&quot; tegasnya.
Said berharap ke depan ada kebijakan yang lebih adil dengan distribusi pendapatan secara merata antara kaum pemodal dan para pekerja.
&quot;Kita setuju para investor hadir di Indonesia. Tapi, kita secara bersamaan tidak setuju orang-orang kaya itu memiskinkan kaum buruh. Harus ada keadilan, pendapatan harus dibagikan secara lebih adil,&quot; tuturnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMi8xMS8yMi81NzgzMi8zOTM1MzU1OTc4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Persoalan upah layak bagi buruh di Indonesia hingga saat ini belum mampu dituntaskan oleh pemerintah. Hal tersebut menunjukkan kalau selama ini tidak ada yang serius untuk menyelesaikan permasalahan itu.
&amp;nbsp;

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Said Iqbal, mengatakan, fenomena tersebut terjadi karena pejabat maupun pemodal di Indonesia tidak ada yang betul-betul perhatian terhadap tingkat kesejahteraan buruh.&amp;nbsp;
&quot;Tidak ada yang peduli pada upah buruh di negeri ini,&quot; tegas Said dalam orasinya saat peluncuran buku Gagasan Besar Serikat Buruh, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2015).
Said menjelaskan, kondisi pertumbuhan ekonomi nasional yang sedang tumbuh baik menjadi ironi ketika masih banyak masyarakat yang tinggal atau tidur di emperan. Hal itu pun menimbulkan kesenjangan di masyarakat.
&quot;Mal dan apartemen berdiri di mana-mana, tapi juga banyak yang tinggal di emperan,&quot; ungkapnya.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/12/10/17568/109502_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Hal semacam itu yang akan membuat kaum buruh untuk terus melakukan perlawanan, supaya mereka yang terpinggirkan bisa merasakan hidup sejahtera.
&quot;Kenapa kita mengorganisasi juataan buruh? Untuk memperjuangkan buruh. Buruh akan terus melawan semua bentuk ekspolitasi oleh mereka pejabat, pemodal yang mengisap,&quot; tegasnya.
Said berharap ke depan ada kebijakan yang lebih adil dengan distribusi pendapatan secara merata antara kaum pemodal dan para pekerja.
&quot;Kita setuju para investor hadir di Indonesia. Tapi, kita secara bersamaan tidak setuju orang-orang kaya itu memiskinkan kaum buruh. Harus ada keadilan, pendapatan harus dibagikan secara lebih adil,&quot; tuturnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNC8xMi8xMS8yMi81NzgzMi8zOTM1MzU1OTc4MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
