<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Karyawan Pabrik Wig Keracunan Makanan</title><description>Kabid Pelayanan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Bantul, Pramuji,  mengatakan, sampel makanan sudah dikirimkan ke laboratorium untuk  diperiksa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/05/340/1101812/ratusan-karyawan-pabrik-wig-keracunan-makanan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/05/340/1101812/ratusan-karyawan-pabrik-wig-keracunan-makanan"/><item><title>Ratusan Karyawan Pabrik Wig Keracunan Makanan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/05/340/1101812/ratusan-karyawan-pabrik-wig-keracunan-makanan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/05/340/1101812/ratusan-karyawan-pabrik-wig-keracunan-makanan</guid><pubDate>Kamis 05 Februari 2015 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Markus Yuwono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/05/340/1101812/ratusan-karyawan-pabrik-wig-keracunan-makanan-X43Zu3wWgs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Karyawan pabrik wig dirawat akibat keracunan makanan (Markus Y/Sindo Radio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/05/340/1101812/ratusan-karyawan-pabrik-wig-keracunan-makanan-X43Zu3wWgs.jpg</image><title>Karyawan pabrik wig dirawat akibat keracunan makanan (Markus Y/Sindo Radio)</title></images><description>
YOGYAKARTA - Ratusan PT Dong Young Tres di Desa Sitimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY, mengalami keracunan. Informasi yang beredar, mereka keracunan usai menyatap makanan yang berasal dari perusahaan katering.

Para karyawan menyantap makanan saat jam makan sore antara pukul 17.00 WIB sampai pukul 18.30 WIB pada Rabu 4 Februari kemarin. Tak lama berselang, mereka mengeluhkan pusing kemudian muntah-muntah sampai ada yang pingsan.

Kabid Pelayanan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Bantul, Pramuji, mengatakan, sampel makanan sudah dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya baru diketahui dua pekan lagi.

&quot;Kita tunggu saja hasilnya sekira dua minggu lagi,&quot; katanya di RS Rajawali Citra di Bantul, Kamis (5/2/2015).

Keracunan makanan ini menyebabkan 200an karyawan dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Untuk di RS Rajawalai Citra sendiri ada 26 orang, sementara di RS Permata Husada 46 orang.

&quot;Belum rumah sakit dan puskesmas yang lain. Selain yang berobat jalan, ada 200an,&quot; jelasnya.

Keracunan massal di pabrik wig itu sudah dua kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sesuai dengan rekomendasi dinkes saat keracunan yang pertama, pihak pabrik sebenarnya sudah mengganti perusahaan katering.

&quot;Sebenarnya kateringnya sudah diganti, mungkin karena sial,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Direktur RS Rajawali Citra, Asri Priyani, mengatakan, dari 26 orang yang masih dirawat, 18 di antaranya masih dalam tahap observasi, sementara sisanya masuk bangsal.

&quot;Keluhannya mual, pusing dan yang patut kita waspadai yang deg-degan itu. Indikasinya keracunan, karena mereka mengeluhkan itu setelah menyantap makanan,&quot; katanya.

Salah seorang pasien, Devi Apriliyani, menceritakan, ia menyantap telur dadar yang diberi kuah mirip kari. Ia merasa tidak ada yang aneh baik rasa maupun bentuk makanan tersebut. &quot;Mungkin saya pas lapar jadi tidak merasakan,&quot; katanya di RS Rajawali Citra.

Pihak Kepolisian pun turun tangan atas peristiwa keracunan massal tersebut. Polisi sudah mengambil sampel makanan yang berasal dari perusahaan katering di Kota Gede, Kota Yogyakarta itu.

</description><content:encoded>
YOGYAKARTA - Ratusan PT Dong Young Tres di Desa Sitimulyo, Piyungan, Kabupaten Bantul, DIY, mengalami keracunan. Informasi yang beredar, mereka keracunan usai menyatap makanan yang berasal dari perusahaan katering.

Para karyawan menyantap makanan saat jam makan sore antara pukul 17.00 WIB sampai pukul 18.30 WIB pada Rabu 4 Februari kemarin. Tak lama berselang, mereka mengeluhkan pusing kemudian muntah-muntah sampai ada yang pingsan.

Kabid Pelayanan Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Bantul, Pramuji, mengatakan, sampel makanan sudah dikirimkan ke laboratorium untuk diperiksa. Hasilnya baru diketahui dua pekan lagi.

&quot;Kita tunggu saja hasilnya sekira dua minggu lagi,&quot; katanya di RS Rajawali Citra di Bantul, Kamis (5/2/2015).

Keracunan makanan ini menyebabkan 200an karyawan dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Untuk di RS Rajawalai Citra sendiri ada 26 orang, sementara di RS Permata Husada 46 orang.

&quot;Belum rumah sakit dan puskesmas yang lain. Selain yang berobat jalan, ada 200an,&quot; jelasnya.

Keracunan massal di pabrik wig itu sudah dua kali terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sesuai dengan rekomendasi dinkes saat keracunan yang pertama, pihak pabrik sebenarnya sudah mengganti perusahaan katering.

&quot;Sebenarnya kateringnya sudah diganti, mungkin karena sial,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Direktur RS Rajawali Citra, Asri Priyani, mengatakan, dari 26 orang yang masih dirawat, 18 di antaranya masih dalam tahap observasi, sementara sisanya masuk bangsal.

&quot;Keluhannya mual, pusing dan yang patut kita waspadai yang deg-degan itu. Indikasinya keracunan, karena mereka mengeluhkan itu setelah menyantap makanan,&quot; katanya.

Salah seorang pasien, Devi Apriliyani, menceritakan, ia menyantap telur dadar yang diberi kuah mirip kari. Ia merasa tidak ada yang aneh baik rasa maupun bentuk makanan tersebut. &quot;Mungkin saya pas lapar jadi tidak merasakan,&quot; katanya di RS Rajawali Citra.

Pihak Kepolisian pun turun tangan atas peristiwa keracunan massal tersebut. Polisi sudah mengambil sampel makanan yang berasal dari perusahaan katering di Kota Gede, Kota Yogyakarta itu.

</content:encoded></item></channel></rss>
