<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Valentine, Penjualan Kondom di Medan Meningkat 100 Persen</title><description>Tudingan sejumlah pihak yang mengidentikkan perayaan hari valentine dengan perilaku seks bebas, mungkin benar adanya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/15/340/1105963/valentine-penjualan-kondom-di-medan-meningkat-100-persen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/15/340/1105963/valentine-penjualan-kondom-di-medan-meningkat-100-persen"/><item><title>Valentine, Penjualan Kondom di Medan Meningkat 100 Persen</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/15/340/1105963/valentine-penjualan-kondom-di-medan-meningkat-100-persen</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/15/340/1105963/valentine-penjualan-kondom-di-medan-meningkat-100-persen</guid><pubDate>Minggu 15 Februari 2015 03:20 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/15/340/1105963/valentine-penjualan-kondom-di-medan-menigkat-100-persen-lzBeRlndle.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Valentine, Penjualan Kondom di Medan Meningkat 100 Persen</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/15/340/1105963/valentine-penjualan-kondom-di-medan-menigkat-100-persen-lzBeRlndle.jpg</image><title>Valentine, Penjualan Kondom di Medan Meningkat 100 Persen</title></images><description>MEDAN - Tudingan sejumlah pihak yang mengidentikkan perayaan hari kasih sayang (valentine) dengan perilaku seks bebas, mungkin benar adanya. Setidaknya fenomena itu terlihat dari peningkatan penjualan alat kontrasepsi di sejumlah tempat di Medan, yang meningkat hingga 100 persen dari penjualan di hari-hari biasanya.
Rina (25), seseorang karyawan apotek di Jalan AR Hakim Medan, mengatakan, peningkatan penjualan kondom sudah terjadi sejak Jumat 13 Februari 2015 malam.
Jika di hari biasanya apotik tempatnya bekerja hanya menjual sekira 20 bungkus kondom sehari, maka sejak kemarin mereka sudah menjual setidaknya 350 bungkus kondom.
&quot;Sejak kemarin lah. Umumnya yang membeli laki-laki. Usianya kebanyakan masih muda. Bahkan ada seperti yang masih anak-anak,&quot; ujarnya Sabtu (14/2/2015) malam.
Hal serupa juga diakui Tina (23). Karyawan sebuah apotek di Jalan HM Yakin itu mengaku telah menjual setidaknya 70 bungkus kondom hari ini. Padahal di hari biasanya hanya sekitar 10 bungkus saja yang terjual.
&quot;Iya banyak kali memang. Kita sampai harus minta tambahan sama salesnya pagi tadi. Sejak semalam udah habis stok. Yang lucu itu, yang beli masih muda-muda sekali. Tapi mereka enggak sedikitpun canggung membeli kondom, padahal yang dewasa saja biasanya agak malu-malu,&quot; jelasnya.
Tina mengaku, kebanyakan kondom yang terjual adalah kondom yang memiliki rasa. Padahal kondom jenis itu biasanya tak digunakan oleh pasangan suami istri yang bertujuan untuk mencegah kehamilan.
&quot;Kalau orang KB biasanga beli yang enggak berasa. Karena untuk mereka yang penting keamanan. Sementara yang berasa itu kan cenderung sensasi dan fantasi saja. Makanya yang banyak beli anak muda. Apalagi harganya cukup murah. Ada yang 6 ribuan per bungkus, ada juga yang 2 ribuan,&quot; paparnya.Valentine, Penjualan Kondom di Medan Menigkat 100 Persen
</description><content:encoded>MEDAN - Tudingan sejumlah pihak yang mengidentikkan perayaan hari kasih sayang (valentine) dengan perilaku seks bebas, mungkin benar adanya. Setidaknya fenomena itu terlihat dari peningkatan penjualan alat kontrasepsi di sejumlah tempat di Medan, yang meningkat hingga 100 persen dari penjualan di hari-hari biasanya.
Rina (25), seseorang karyawan apotek di Jalan AR Hakim Medan, mengatakan, peningkatan penjualan kondom sudah terjadi sejak Jumat 13 Februari 2015 malam.
Jika di hari biasanya apotik tempatnya bekerja hanya menjual sekira 20 bungkus kondom sehari, maka sejak kemarin mereka sudah menjual setidaknya 350 bungkus kondom.
&quot;Sejak kemarin lah. Umumnya yang membeli laki-laki. Usianya kebanyakan masih muda. Bahkan ada seperti yang masih anak-anak,&quot; ujarnya Sabtu (14/2/2015) malam.
Hal serupa juga diakui Tina (23). Karyawan sebuah apotek di Jalan HM Yakin itu mengaku telah menjual setidaknya 70 bungkus kondom hari ini. Padahal di hari biasanya hanya sekitar 10 bungkus saja yang terjual.
&quot;Iya banyak kali memang. Kita sampai harus minta tambahan sama salesnya pagi tadi. Sejak semalam udah habis stok. Yang lucu itu, yang beli masih muda-muda sekali. Tapi mereka enggak sedikitpun canggung membeli kondom, padahal yang dewasa saja biasanya agak malu-malu,&quot; jelasnya.
Tina mengaku, kebanyakan kondom yang terjual adalah kondom yang memiliki rasa. Padahal kondom jenis itu biasanya tak digunakan oleh pasangan suami istri yang bertujuan untuk mencegah kehamilan.
&quot;Kalau orang KB biasanga beli yang enggak berasa. Karena untuk mereka yang penting keamanan. Sementara yang berasa itu kan cenderung sensasi dan fantasi saja. Makanya yang banyak beli anak muda. Apalagi harganya cukup murah. Ada yang 6 ribuan per bungkus, ada juga yang 2 ribuan,&quot; paparnya.Valentine, Penjualan Kondom di Medan Menigkat 100 Persen
</content:encoded></item></channel></rss>
