<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Khasiat Batu Akik, Mulai Kewibawaan Hingga Pengasihan</title><description>Banyak masyarakat meyakini ada kekuatan mistis yang tersimpan di dalam batu akik, di mana khasiatnya mulai kewibawaan hingga pengasihan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/18/340/1107322/khasiat-batu-akik-mulai-kewibawaan-hingga-pengasihan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/18/340/1107322/khasiat-batu-akik-mulai-kewibawaan-hingga-pengasihan"/><item><title>Khasiat Batu Akik, Mulai Kewibawaan Hingga Pengasihan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/18/340/1107322/khasiat-batu-akik-mulai-kewibawaan-hingga-pengasihan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/18/340/1107322/khasiat-batu-akik-mulai-kewibawaan-hingga-pengasihan</guid><pubDate>Rabu 18 Februari 2015 05:43 WIB</pubDate><dc:creator>Bramantyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/18/340/1107322/khasiat-batu-akik-mulai-kewibawaan-hingga-pengasihan-ZVG40xhdqZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">batu akik diyakini menyimpan kekuatan mistis mulai kewibawaan hingga pengasihan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/18/340/1107322/khasiat-batu-akik-mulai-kewibawaan-hingga-pengasihan-ZVG40xhdqZ.jpg</image><title>batu akik diyakini menyimpan kekuatan mistis mulai kewibawaan hingga pengasihan (Foto: Okezone)</title></images><description>
KARANGANYAR - Fenomena meroketnya animo masyarakat terhadap batu akik terutama di kalangan anak muda, baik laki-laki maupun perempuan di Kota Solo, Jawa Tengah bisa terbilang luar biasa.
Ada yang merasa dengan menggunakan batu akik tersebut kewibawaannya timbul seketika. Namun, adapula yang berkeyakinan bahwa aura mistis tersimpan di dalam batu akik yang mereka pakai.
Kustawa, terlihat begitu bangga dengan dua buah cincin batu yang dimiliknya. Meski telah lama memiliki dua buah cincin batu akik berwarna biru dan merah jambu (pink) tersebut, namun mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar ini mengaku tak pernah bosan memandangi batu akik miliknya.
Menurutnya, seperti para penggemar ikan hias yang bisa menghilangkan kejenuhan pikiran dengan memandang ikan hias peliharaannya. Begitupula dengan dirinya yang mengaku mampu menghilangkan kejenuhan dengan memandang batu akik.
&quot;Ya, seperti para penggemar ikan hias kalau suntuk hilang begitu melihat ikan peliharaannya. Begitu juga saya kalau jenuh dengan rutinitas, langsung saja saya ambil minyak penggosok, kapas terus membersihakan kedua batu akik ini. Jadi hilang sudah kejenuhan, begitu melihat batu akik ini mengkilat lagi,&quot; jelas Kustawa saat berbincang dengan Okezone, Selasa (17/2/2015).
Kustawa sendiri mengaku telah memiliki batu akik jauh sebelum batu alam ini naik daun. Sebenarnya dirinya tidak hanya memiliki dua buah batu akik yang selalu dikenakannya. Namun, koleksi batu akiknya itu hilang saat dia merenovasi rumahnya.
&quot;Tadinya tidak cuma dua ini saja batu akik punya saya. Tadinya banyak, tapi pada hilang pas rumah sedang direnovasi,&quot; keluhnya.
Diakuinya, ada kebanggan tersendiri dalam menggunakan batu akik. Bukan karena harganya, tetapi dirinya merasa sangat berwibawa dan percaya diri tinggi bila menggunakan batu akik. Cincin batu dipilih olehnya karena dirasa menampilkan kesan maskulin.
Kustawa juga tak punya perhatian ke model cincin atau kemungkinannya untuk dijadikan investasi. Biasa mengenakan cincin di jari manis tangan kanan, Kustawa mengaku tak ada efek spesial saat mengenakan cincin.
&quot;Saya suka pakai batu akik ini bukan karena sekarang harganya sangat gila-gilaan, tapi saya merasa sangat berwibawa dan terlihat jantan sekali kalau pakai batu akik ini. Kalau kedua batu akik saya ini, harganya murah. Beda jauh dengan harga batu akik saat ini,&quot; bebernya merendah.
Dia mengaku tak terbesit sama sekali menekankan cincin tersebut sebagai sesuatu yang bersifat klenik. Namun, Kustawa menekankan penghayatan penggunaan cincin secara spiritual sebagai salah satu sunnah rasul.
Namun ada pula keyakinan pengguna batu akik adanya aura mistis di batu yang mereka pakai. Keyakinan itulah yang mendorong Sumarni, warga Alas Tua, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah ini untuk datang ke lokasi penjual batu akik di kios Alun-Alun Utara, Keraton Kasunanan Surakarta.
Sumarni yang datang bersama anaknya ini mengaku, dirinya tengah mencari emban atau ikatan untuk batu akik pemberian dari keluarganya. Sumarni meyakini batu akik berwarna merah jambu pemberian dari neneknya tersebut bisa membuat siapa saja yang melihatnya akan timbul rasa iba atau lazim disebut pengasihan.
&quot;Ini dari nenek saya. Katanya ini batu pengasihan. Batu ini diberikan nenek saya biar orang-orang kalau ketemu saya kasihan. Soalnya ini batu pengasihan. Cocok untuk saya yang berjualan soto,&quot; papar Sumarni.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/09/19/16371/102315_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahkan dia mengaku, kalau cincinnya itu pernah hilang namun kembali lagi. Ternyata ada orang dekatnya yang mengambil cincin itu tanpa sepengetahuannya. Ia pun akhirnya diberi tahu orang sekitarnya tentang keberadaan cincinnya tersebut.
&quot;Batunya pernah hilang. Sebelum berenang cincin dilepas dulu. Tapi sampai di rumah ternyata ada,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>
KARANGANYAR - Fenomena meroketnya animo masyarakat terhadap batu akik terutama di kalangan anak muda, baik laki-laki maupun perempuan di Kota Solo, Jawa Tengah bisa terbilang luar biasa.
Ada yang merasa dengan menggunakan batu akik tersebut kewibawaannya timbul seketika. Namun, adapula yang berkeyakinan bahwa aura mistis tersimpan di dalam batu akik yang mereka pakai.
Kustawa, terlihat begitu bangga dengan dua buah cincin batu yang dimiliknya. Meski telah lama memiliki dua buah cincin batu akik berwarna biru dan merah jambu (pink) tersebut, namun mantan anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar ini mengaku tak pernah bosan memandangi batu akik miliknya.
Menurutnya, seperti para penggemar ikan hias yang bisa menghilangkan kejenuhan pikiran dengan memandang ikan hias peliharaannya. Begitupula dengan dirinya yang mengaku mampu menghilangkan kejenuhan dengan memandang batu akik.
&quot;Ya, seperti para penggemar ikan hias kalau suntuk hilang begitu melihat ikan peliharaannya. Begitu juga saya kalau jenuh dengan rutinitas, langsung saja saya ambil minyak penggosok, kapas terus membersihakan kedua batu akik ini. Jadi hilang sudah kejenuhan, begitu melihat batu akik ini mengkilat lagi,&quot; jelas Kustawa saat berbincang dengan Okezone, Selasa (17/2/2015).
Kustawa sendiri mengaku telah memiliki batu akik jauh sebelum batu alam ini naik daun. Sebenarnya dirinya tidak hanya memiliki dua buah batu akik yang selalu dikenakannya. Namun, koleksi batu akiknya itu hilang saat dia merenovasi rumahnya.
&quot;Tadinya tidak cuma dua ini saja batu akik punya saya. Tadinya banyak, tapi pada hilang pas rumah sedang direnovasi,&quot; keluhnya.
Diakuinya, ada kebanggan tersendiri dalam menggunakan batu akik. Bukan karena harganya, tetapi dirinya merasa sangat berwibawa dan percaya diri tinggi bila menggunakan batu akik. Cincin batu dipilih olehnya karena dirasa menampilkan kesan maskulin.
Kustawa juga tak punya perhatian ke model cincin atau kemungkinannya untuk dijadikan investasi. Biasa mengenakan cincin di jari manis tangan kanan, Kustawa mengaku tak ada efek spesial saat mengenakan cincin.
&quot;Saya suka pakai batu akik ini bukan karena sekarang harganya sangat gila-gilaan, tapi saya merasa sangat berwibawa dan terlihat jantan sekali kalau pakai batu akik ini. Kalau kedua batu akik saya ini, harganya murah. Beda jauh dengan harga batu akik saat ini,&quot; bebernya merendah.
Dia mengaku tak terbesit sama sekali menekankan cincin tersebut sebagai sesuatu yang bersifat klenik. Namun, Kustawa menekankan penghayatan penggunaan cincin secara spiritual sebagai salah satu sunnah rasul.
Namun ada pula keyakinan pengguna batu akik adanya aura mistis di batu yang mereka pakai. Keyakinan itulah yang mendorong Sumarni, warga Alas Tua, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah ini untuk datang ke lokasi penjual batu akik di kios Alun-Alun Utara, Keraton Kasunanan Surakarta.
Sumarni yang datang bersama anaknya ini mengaku, dirinya tengah mencari emban atau ikatan untuk batu akik pemberian dari keluarganya. Sumarni meyakini batu akik berwarna merah jambu pemberian dari neneknya tersebut bisa membuat siapa saja yang melihatnya akan timbul rasa iba atau lazim disebut pengasihan.
&quot;Ini dari nenek saya. Katanya ini batu pengasihan. Batu ini diberikan nenek saya biar orang-orang kalau ketemu saya kasihan. Soalnya ini batu pengasihan. Cocok untuk saya yang berjualan soto,&quot; papar Sumarni.
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2014/09/19/16371/102315_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Bahkan dia mengaku, kalau cincinnya itu pernah hilang namun kembali lagi. Ternyata ada orang dekatnya yang mengambil cincin itu tanpa sepengetahuannya. Ia pun akhirnya diberi tahu orang sekitarnya tentang keberadaan cincinnya tersebut.
&quot;Batunya pernah hilang. Sebelum berenang cincin dilepas dulu. Tapi sampai di rumah ternyata ada,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
