<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Samad dan BW Jangan Bermanuver   </title><description>
Pimpinan KPK nonaktif, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto (BW) untuk tidak terus melakukan manuver setelah keduanya jadi tersangka.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/26/337/1111219/samad-dan-bw-jangan-bermanuver</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/26/337/1111219/samad-dan-bw-jangan-bermanuver"/><item><title>Samad dan BW Jangan Bermanuver   </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/26/337/1111219/samad-dan-bw-jangan-bermanuver</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/26/337/1111219/samad-dan-bw-jangan-bermanuver</guid><pubDate>Kamis 26 Februari 2015 20:27 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/26/337/1111219/samad-dan-bw-jangan-bermanuver-xS5umUF2cG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Samad dan BW Jangan Bermanuver (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/26/337/1111219/samad-dan-bw-jangan-bermanuver-xS5umUF2cG.jpg</image><title>Samad dan BW Jangan Bermanuver (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi Relawan Jokowi yang tergabung dalam Gerakan Trisakti Nusantara, yaitu Laskar Rakyat Jokowi (LRJ), Aliansi Nasionalis Nahdliyin (ANN) dan Sahabat Nusantara (SN), meminta pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW) untuk tidak terus melakukan manuver setelah keduanya jadi tersangka.

&amp;ldquo;Tidak perlu melakukan manuver-manuver yang menggiring opini publik kalau mereka adalah korban kriminalisasi,&amp;rdquo; kata Ketua Umum LRJ, Riano Oscha, di Jakarta, Kamis (26/02/2015).
Menurutnya, terbukti atau tidaknya sangkaan terhadap AS dan BW, biar nanti pengadilan yang memutuskan. &amp;ldquo;Jadi AS dan BW jangan banyak bermanuver dan berdalih agar tidak sampai diperiksa oleh pihak Bareskrim Mabes Polri,&amp;rdquo; tukasnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/02/18/18577/115964_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Ketua Umum SN, Giat Wahyudi, menambahkan,  AS dan BW yang tidak mau diperiksa oleh pihak kepolisian, telah memperkeruh suasana yang sudah kondusif setelah ditunjuknya Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri.
&amp;ldquo;Karena Jokowi sendiri sudah melakukan langkah-langkah produktif guna menghentikan perdebatan panjang terkait KPK dan Polri,&amp;rdquo; ucapnya.
Kata dia, langkah yang diambil Presiden Jokowi  mampu meredam gejolak di masyarakat atas konflik dua lembaga penegak hukum tersebut.
Oleh karena itu, baik Riano maupun Giat sangat meyakini, Presiden Jokowi mampu memberikan penjelasan kepada DPR maupun rakyat Indonesia, bahwa langkah yang diambil adalah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Organisasi Relawan Jokowi yang tergabung dalam Gerakan Trisakti Nusantara, yaitu Laskar Rakyat Jokowi (LRJ), Aliansi Nasionalis Nahdliyin (ANN) dan Sahabat Nusantara (SN), meminta pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif, Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW) untuk tidak terus melakukan manuver setelah keduanya jadi tersangka.

&amp;ldquo;Tidak perlu melakukan manuver-manuver yang menggiring opini publik kalau mereka adalah korban kriminalisasi,&amp;rdquo; kata Ketua Umum LRJ, Riano Oscha, di Jakarta, Kamis (26/02/2015).
Menurutnya, terbukti atau tidaknya sangkaan terhadap AS dan BW, biar nanti pengadilan yang memutuskan. &amp;ldquo;Jadi AS dan BW jangan banyak bermanuver dan berdalih agar tidak sampai diperiksa oleh pihak Bareskrim Mabes Polri,&amp;rdquo; tukasnya.

&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/02/18/18577/115964_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, Ketua Umum SN, Giat Wahyudi, menambahkan,  AS dan BW yang tidak mau diperiksa oleh pihak kepolisian, telah memperkeruh suasana yang sudah kondusif setelah ditunjuknya Badrodin Haiti sebagai calon Kapolri.
&amp;ldquo;Karena Jokowi sendiri sudah melakukan langkah-langkah produktif guna menghentikan perdebatan panjang terkait KPK dan Polri,&amp;rdquo; ucapnya.
Kata dia, langkah yang diambil Presiden Jokowi  mampu meredam gejolak di masyarakat atas konflik dua lembaga penegak hukum tersebut.
Oleh karena itu, baik Riano maupun Giat sangat meyakini, Presiden Jokowi mampu memberikan penjelasan kepada DPR maupun rakyat Indonesia, bahwa langkah yang diambil adalah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.


</content:encoded></item></channel></rss>
