<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Warga Pondok Aren Tak Menyesal Bakar Pelaku Begal</title><description>Warga tak menyesal karena dengan membakar pelaku begal motor dianggap dapat memberikan efek jera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/26/338/1110955/warga-pondok-aren-tak-menyesal-bakar-pelaku-begal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/26/338/1110955/warga-pondok-aren-tak-menyesal-bakar-pelaku-begal"/><item><title>Warga Pondok Aren Tak Menyesal Bakar Pelaku Begal</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/26/338/1110955/warga-pondok-aren-tak-menyesal-bakar-pelaku-begal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/26/338/1110955/warga-pondok-aren-tak-menyesal-bakar-pelaku-begal</guid><pubDate>Kamis 26 Februari 2015 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Raiza Andini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/26/338/1110955/warga-pondok-aren-tak-menyesal-bakar-pelaku-begal-usya7YYHe8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Warga Pondok Aren Tak Menyesal Bakar Pelaku Begal (Foto: Ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/26/338/1110955/warga-pondok-aren-tak-menyesal-bakar-pelaku-begal-usya7YYHe8.jpg</image><title>Warga Pondok Aren Tak Menyesal Bakar Pelaku Begal (Foto: Ilustrasi)</title></images><description>JAKARTA - Perilaku warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, yang sadis membakar pelaku begal motor membuktikan kalau hukum rimba masih berlaku di Indonesia. Bahkan, warga tak menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.
&amp;nbsp;

Warga Pondok Aren, Afandi (32), mengatakan, dirinya merasa tenang karena salah satu pelaku begal tewas diamuk massa.&amp;nbsp;
&quot;Ya harus begitu, enggak apa-apa dibikin babak belur biar kapok yang begal. Jangan macam-macam sama warga Pondok Aren,&quot; terangnya kepada Okezone di Jalan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/215).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/16/18109/112970_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ilustrasi
Afandi menambahkan, tindakan anarkis warga merupakan bukti bahwa banyak masyarakat yang resah dengan adanya begal motor di wilayah mereka. Meski hal tersebut disayangkan banyak pihak, dirinya tetap tidak membenarkan aksi main hakim sendiri ini.
&quot;Masyarakat itu resah dengan adanya begal. Jadi mereka melakukan aksi brutal. Sebetulnya kan tidak boleh, kita punya aturan, boleh dihakimi sampai babak belur kalau dia sudah tidak berdaya langsung bawa ke polisi,&quot; katanya.
Pria yang bekerja di kawasan Kebayoran Baru dan kerap pulang tengah malam ini mengimbau kepada pihak kepolisian untuk dapat menjaga kawasan rawan kriminal. Bagi pelaku begal harus dihukum seberat-beratnya.
&quot;Ya, saya mohon kepada Pak Polisi untuk dapat melakukan patroli di tengah malam. Pokoknya pelaku begal harus dihukum berat jangan diampuni,&quot; simpulnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNi8yMi81OTUzMi80MDgwOTYzMzk5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>JAKARTA - Perilaku warga Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, yang sadis membakar pelaku begal motor membuktikan kalau hukum rimba masih berlaku di Indonesia. Bahkan, warga tak menyesal telah melakukan perbuatan tersebut.
&amp;nbsp;

Warga Pondok Aren, Afandi (32), mengatakan, dirinya merasa tenang karena salah satu pelaku begal tewas diamuk massa.&amp;nbsp;
&quot;Ya harus begitu, enggak apa-apa dibikin babak belur biar kapok yang begal. Jangan macam-macam sama warga Pondok Aren,&quot; terangnya kepada Okezone di Jalan Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/215).
&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/16/18109/112970_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Ilustrasi
Afandi menambahkan, tindakan anarkis warga merupakan bukti bahwa banyak masyarakat yang resah dengan adanya begal motor di wilayah mereka. Meski hal tersebut disayangkan banyak pihak, dirinya tetap tidak membenarkan aksi main hakim sendiri ini.
&quot;Masyarakat itu resah dengan adanya begal. Jadi mereka melakukan aksi brutal. Sebetulnya kan tidak boleh, kita punya aturan, boleh dihakimi sampai babak belur kalau dia sudah tidak berdaya langsung bawa ke polisi,&quot; katanya.
Pria yang bekerja di kawasan Kebayoran Baru dan kerap pulang tengah malam ini mengimbau kepada pihak kepolisian untuk dapat menjaga kawasan rawan kriminal. Bagi pelaku begal harus dihukum seberat-beratnya.
&quot;Ya, saya mohon kepada Pak Polisi untuk dapat melakukan patroli di tengah malam. Pokoknya pelaku begal harus dihukum berat jangan diampuni,&quot; simpulnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNi8yMi81OTUzMi80MDgwOTYzMzk5MDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
