<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disebut Arogan, Ahok Sindir DPRD Tak Punya Etika</title><description>Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnawa (Ahok), menyindir wakil  rakyat di DPRD tidak punya sopan santun karena berani mencuri uang rakyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111299/disebut-arogan-ahok-sindir-dprd-tak-punya-etika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111299/disebut-arogan-ahok-sindir-dprd-tak-punya-etika"/><item><title>Disebut Arogan, Ahok Sindir DPRD Tak Punya Etika</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111299/disebut-arogan-ahok-sindir-dprd-tak-punya-etika</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111299/disebut-arogan-ahok-sindir-dprd-tak-punya-etika</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 04:28 WIB</pubDate><dc:creator>Angkasa Yudhistira</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnawa (Ahok), menyindir wakil rakyat di DPRD tidak punya sopan santun karena mencuri uang rakyat dengan memasukkan anggaran siluman dalam APBD.

Sindiran itu menjawab pernyataan anggota DPRD DKI Jakarta, Ahmad Nawawi yang &amp;lrm;menyebut Ahok arogan, angkuh, sombong, dan tidak mengenal sopan santun saat berhadapan dengan publik dan selalu melecehkan anggota legislatif.

&quot;Saya bilang yang menurut saya etika itu orang yang tidak mencuri uang rakyat,&quot; kata Ahok.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/29/18259/113922_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Mantan Bupati Belitung Timur itu menyatakan, ada anggaran siluman yang diajukan DPRD DKI Jakarta, salah satunya adalah pengadaan Uninteruptable Power System (UPS) atau alat penyimpan daya listrik buat sekolah yang nilainya mencapai sekira Rp5,8 miliar.

&quot;Menurut saya kalau anda beli UPS buat sekolah hampir Rp6 miliar itu tidak beretika, sekalipun anda amat santun berbicara. Menurut saya seperti itu. Orang mencuri uang rakyat untuk sekolah, UPS,&quot; terangnya.

Ahok pun memberikan data mengenai mark up Dinas Pendidikan untuk pengadaan UPS tahun 2014, salah satu yang terbesar ada di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Dengan begitu, bisa dikroscek ke kepala sekolah yang bersangkutan.

&quot;Kalian cek ke kepala sekolah. Ini kan dari SMA, tanya emang betul sekolah butuh UPS begitu canggih,&quot; tandasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNi8yMi81OTU1OC80MDgxMzc1MjczMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</description><content:encoded>
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnawa (Ahok), menyindir wakil rakyat di DPRD tidak punya sopan santun karena mencuri uang rakyat dengan memasukkan anggaran siluman dalam APBD.

Sindiran itu menjawab pernyataan anggota DPRD DKI Jakarta, Ahmad Nawawi yang &amp;lrm;menyebut Ahok arogan, angkuh, sombong, dan tidak mengenal sopan santun saat berhadapan dengan publik dan selalu melecehkan anggota legislatif.

&quot;Saya bilang yang menurut saya etika itu orang yang tidak mencuri uang rakyat,&quot; kata Ahok.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;http://i.okezone.tv/photos/2015/01/29/18259/113922_medium.jpg&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Mantan Bupati Belitung Timur itu menyatakan, ada anggaran siluman yang diajukan DPRD DKI Jakarta, salah satunya adalah pengadaan Uninteruptable Power System (UPS) atau alat penyimpan daya listrik buat sekolah yang nilainya mencapai sekira Rp5,8 miliar.

&quot;Menurut saya kalau anda beli UPS buat sekolah hampir Rp6 miliar itu tidak beretika, sekalipun anda amat santun berbicara. Menurut saya seperti itu. Orang mencuri uang rakyat untuk sekolah, UPS,&quot; terangnya.

Ahok pun memberikan data mengenai mark up Dinas Pendidikan untuk pengadaan UPS tahun 2014, salah satu yang terbesar ada di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Dengan begitu, bisa dikroscek ke kepala sekolah yang bersangkutan.

&quot;Kalian cek ke kepala sekolah. Ini kan dari SMA, tanya emang betul sekolah butuh UPS begitu canggih,&quot; tandasnya.
&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;340&quot; src=&quot;http://video.okezone.com/embed/MjAxNS8wMi8yNi8yMi81OTU1OC80MDgxMzc1MjczMDAx&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
</content:encoded></item></channel></rss>
