<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok Laporkan &quot;Anggaran Siluman&quot; APBD DKI ke KPK</title><description>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyambangi Gedung KPK untuk melaporkan adanya anggaran siluman di APBD 2015.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111608/ahok-laporkan-anggaran-siluman-apbd-dki-ke-kpk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111608/ahok-laporkan-anggaran-siluman-apbd-dki-ke-kpk"/><item><title>Ahok Laporkan &quot;Anggaran Siluman&quot; APBD DKI ke KPK</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111608/ahok-laporkan-anggaran-siluman-apbd-dki-ke-kpk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/02/27/338/1111608/ahok-laporkan-anggaran-siluman-apbd-dki-ke-kpk</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 17:27 WIB</pubDate><dc:creator>Feri Agus Setyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/338/1111608/ahok-laporkan-anggaran-siluman-apbd-dki-ke-kpk-n1JIOHs3EU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/338/1111608/ahok-laporkan-anggaran-siluman-apbd-dki-ke-kpk-n1JIOHs3EU.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekira pukul 17.00 WIB. Kedatangannya untuk melaporkan temuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penyimpangan dalam APBD 2015.
&quot;Mau melaporkan temuan DKI (penyimpangan anggaran),&quot; tutur Ahok di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2015).
&amp;nbsp;
Mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengungkapkan membawa semua bukti yang mengarah pada penyimpangan di dalam APBD 2015.
&quot;Bawa semua (bukti). Kami sudah temukan ini menyimpang, bukti sangat jelas,&quot; tegasnya sambil bergegas masuk ke lobi Gedung KPK.
Dia menyerahkan semua bukti temuan tersebut ke KPK agar segera melakukan penyidikan. &quot;Saya kira biar KPK saja yang melakukan penyidikan bukti-bukti ini,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, salah satu pengadaan barang yang menurut Ahok termasuk &quot;anggaran siluman&quot; adalah uninterruptible power supply (UPS) atau alat penyimpan daya listrik.
Pada 2014, pengadan UPS seharga hampir Rp6 miliar per unit ke sekolah-sekolah berhasil lolos. Lalu pada APBD 2015, pengadaan UPS kembali ada untuk kelurahan dan kecamatan. Namun saat dirinya mengonfirmasi ke lurah dan camat, mereka mengaku tidak pernah mengajukan pengadaan UPS.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekira pukul 17.00 WIB. Kedatangannya untuk melaporkan temuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penyimpangan dalam APBD 2015.
&quot;Mau melaporkan temuan DKI (penyimpangan anggaran),&quot; tutur Ahok di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2015).
&amp;nbsp;
Mantan Bupati Belitung Timur tersebut mengungkapkan membawa semua bukti yang mengarah pada penyimpangan di dalam APBD 2015.
&quot;Bawa semua (bukti). Kami sudah temukan ini menyimpang, bukti sangat jelas,&quot; tegasnya sambil bergegas masuk ke lobi Gedung KPK.
Dia menyerahkan semua bukti temuan tersebut ke KPK agar segera melakukan penyidikan. &quot;Saya kira biar KPK saja yang melakukan penyidikan bukti-bukti ini,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, salah satu pengadaan barang yang menurut Ahok termasuk &quot;anggaran siluman&quot; adalah uninterruptible power supply (UPS) atau alat penyimpan daya listrik.
Pada 2014, pengadan UPS seharga hampir Rp6 miliar per unit ke sekolah-sekolah berhasil lolos. Lalu pada APBD 2015, pengadaan UPS kembali ada untuk kelurahan dan kecamatan. Namun saat dirinya mengonfirmasi ke lurah dan camat, mereka mengaku tidak pernah mengajukan pengadaan UPS.

</content:encoded></item></channel></rss>
