<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nemtsov Mungkin Dibunuh Ekstremis Muslim  </title><description>Komisi penyelidik penembakan atas Pemimpin Oposisi Boris Nemtsov mengemukakan beberapa dugaan pelaku penembakan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/01/18/1112153/nemtsov-mungkin-dibunuh-ekstremis-muslim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/01/18/1112153/nemtsov-mungkin-dibunuh-ekstremis-muslim"/><item><title>Nemtsov Mungkin Dibunuh Ekstremis Muslim  </title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/01/18/1112153/nemtsov-mungkin-dibunuh-ekstremis-muslim</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/01/18/1112153/nemtsov-mungkin-dibunuh-ekstremis-muslim</guid><pubDate>Minggu 01 Maret 2015 14:25 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/01/18/1112153/nemsov-mungkin-dibunuh-ekstremis-muslim-CUxxedVZH0.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/01/18/1112153/nemsov-mungkin-dibunuh-ekstremis-muslim-CUxxedVZH0.jpg</image><title></title></images><description>
MOSKOW &amp;ndash; Komisi yang menyelidiki penembakan politisi oposisi Boris Nemtsov di Moskow 28 Februari, menyatakan kelompok ekstremis muslim diduga berada di balik pembunuhan tersebut.
Komite penyelidik juga menyebut kemungkinan bahwa pembunuhan tersebut adalah usaha untuk menimbulkan ketidakstabilan di Rusia. Selain hal tersebut  konflik Rusia  - Ukraina juga menjadi salah satu isu yang diduga menjadi motif penembakan.
Pernyataan dari komite penyelidik tersebut menyebutkan pria berusia 55 tahun tersebut kemungkinan merupakan korban dari mereka yang menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan politik mereka. Pernyataan ini mengulangi pernyataan dari Presiden Vladimir Putin yang menyebut kejadian ini sebagai sebuah provokasi.
Namun, komite tersebut tidak menyebutkan tuduhan dari para sang pemimpin oposisi yang menunjuk Presiden Putin sebagai dalang dari penembakan. Tuduhan ini muncul karena Nemtsov merupakan pengkritik keras Putin.
Bahkan pada wawancara dengan laman berita Sobesednik, 10 Februari dia mengaku takut akan keselamatannya.
&amp;ldquo;Saya takut Putin akan membunuh saya. Saya yakin dia yang mengobarkan perang di Ukraina. Saya sangat tidak suka dengan dia (Putin),&amp;rdquo; kata Nemtsov dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip The Independent, Minggu (1/3/2015).
Beberapa jam sebelum terbunuh, Nemtsov bahkan menyebut kebijakan Putin sebagai kebijakan yang gila, agresif, dan mematikan.
Sang presiden menyatakan mengutuk pembunuhan atas Nemtsov. Negara Eropa dan Amerika Serikat menyatakan belasungkawa mereka atas terbunuhnya  wakil perdana menteri masa pemerintahan Presiden Boris Yeltsin tersebut.
</description><content:encoded>
MOSKOW &amp;ndash; Komisi yang menyelidiki penembakan politisi oposisi Boris Nemtsov di Moskow 28 Februari, menyatakan kelompok ekstremis muslim diduga berada di balik pembunuhan tersebut.
Komite penyelidik juga menyebut kemungkinan bahwa pembunuhan tersebut adalah usaha untuk menimbulkan ketidakstabilan di Rusia. Selain hal tersebut  konflik Rusia  - Ukraina juga menjadi salah satu isu yang diduga menjadi motif penembakan.
Pernyataan dari komite penyelidik tersebut menyebutkan pria berusia 55 tahun tersebut kemungkinan merupakan korban dari mereka yang menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan politik mereka. Pernyataan ini mengulangi pernyataan dari Presiden Vladimir Putin yang menyebut kejadian ini sebagai sebuah provokasi.
Namun, komite tersebut tidak menyebutkan tuduhan dari para sang pemimpin oposisi yang menunjuk Presiden Putin sebagai dalang dari penembakan. Tuduhan ini muncul karena Nemtsov merupakan pengkritik keras Putin.
Bahkan pada wawancara dengan laman berita Sobesednik, 10 Februari dia mengaku takut akan keselamatannya.
&amp;ldquo;Saya takut Putin akan membunuh saya. Saya yakin dia yang mengobarkan perang di Ukraina. Saya sangat tidak suka dengan dia (Putin),&amp;rdquo; kata Nemtsov dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip The Independent, Minggu (1/3/2015).
Beberapa jam sebelum terbunuh, Nemtsov bahkan menyebut kebijakan Putin sebagai kebijakan yang gila, agresif, dan mematikan.
Sang presiden menyatakan mengutuk pembunuhan atas Nemtsov. Negara Eropa dan Amerika Serikat menyatakan belasungkawa mereka atas terbunuhnya  wakil perdana menteri masa pemerintahan Presiden Boris Yeltsin tersebut.
</content:encoded></item></channel></rss>
