<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bekantan si Hidung Besar dari Kalimantan</title><description>Bekantan si hidung besar yang menjadi mahkota dan kebanggaan masyarakat di Kalimantan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/04/340/1113456/bekantan-si-hidung-besar-dari-kalimantan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/04/340/1113456/bekantan-si-hidung-besar-dari-kalimantan"/><item><title>Bekantan si Hidung Besar dari Kalimantan</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/04/340/1113456/bekantan-si-hidung-besar-dari-kalimantan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/04/340/1113456/bekantan-si-hidung-besar-dari-kalimantan</guid><pubDate>Rabu 04 Maret 2015 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dina Prihatini</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/04/340/1113456/bekantan-si-hidung-besar-dari-kalimantan-EbtyvkvyDR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bekantan si hidung besar dari Kalimantan (Foto: Mongabay)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/04/340/1113456/bekantan-si-hidung-besar-dari-kalimantan-EbtyvkvyDR.jpg</image><title>Bekantan si hidung besar dari Kalimantan (Foto: Mongabay)</title></images><description>
PONTIANAK - Indonesia memiliki banyak keanekaragaman satwa yang tak kalah dengan negara lain, salah satunya Bekantan. Satwa ini menjadi mahkota dan kebanggaan masyarakat Kalimantan.

Bekantan adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan yang tersebar di hutan bakau, rawa, dan hutan pantai di Pulau Kalimantan.

Hewan ini hanya memakan daun-daunan yang berasal dari lapisan pertama setelah nipah yang hanya ada di hutan bakau.

Di Kalimantan Barat sendiri, jelas Koordinator Spesies WWF Indonesia Program Kalbar Albertus Tjiu, bekantan berada di beberapa titik, seperti di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu, Taman Nasional Ketapang, kemudian di Kabupaten Kubu Raya dan di Sungai Kakap.

&quot;Untuk populasi bekantan sesuai survei WWF dua minggu terakhir di sembilan titik kawasan Kabupaten Kubu Raya terdapat 150 yang tampak. Sementara diperkirakan masih terdapat 200 hingga 250 bekantan yang tidak terlihat,&quot; ungkapnya kepada Okezone, Selasa (3/3/2015).

Mengenai populasinya, diakui Alberthus, hingga saat ini belum ada survei yang memastikan jumlah bekantan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Barat.

&quot;WWF sendiri hingga saat ini tetap concern terhadap bekantan karena perlakuan untuk Bekantan beda dengan perlindungan terhadap orang utan,&quot; ujarnya.

</description><content:encoded>
PONTIANAK - Indonesia memiliki banyak keanekaragaman satwa yang tak kalah dengan negara lain, salah satunya Bekantan. Satwa ini menjadi mahkota dan kebanggaan masyarakat Kalimantan.

Bekantan adalah sejenis kera berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan yang tersebar di hutan bakau, rawa, dan hutan pantai di Pulau Kalimantan.

Hewan ini hanya memakan daun-daunan yang berasal dari lapisan pertama setelah nipah yang hanya ada di hutan bakau.

Di Kalimantan Barat sendiri, jelas Koordinator Spesies WWF Indonesia Program Kalbar Albertus Tjiu, bekantan berada di beberapa titik, seperti di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu, Taman Nasional Ketapang, kemudian di Kabupaten Kubu Raya dan di Sungai Kakap.

&quot;Untuk populasi bekantan sesuai survei WWF dua minggu terakhir di sembilan titik kawasan Kabupaten Kubu Raya terdapat 150 yang tampak. Sementara diperkirakan masih terdapat 200 hingga 250 bekantan yang tidak terlihat,&quot; ungkapnya kepada Okezone, Selasa (3/3/2015).

Mengenai populasinya, diakui Alberthus, hingga saat ini belum ada survei yang memastikan jumlah bekantan di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Barat.

&quot;WWF sendiri hingga saat ini tetap concern terhadap bekantan karena perlakuan untuk Bekantan beda dengan perlindungan terhadap orang utan,&quot; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
