<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>  Menderita Tumor, Perut Batita di Bengkulu Membesar</title><description>Menderita tumor, perut batita di Bengkulu membesar seperti kondisi wanita hamil. Sampai saat ini belum ada perhatian dari pemda setempat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/05/340/1114312/menderita-tumor-perut-batita-di-bengkulu-membesar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2015/03/05/340/1114312/menderita-tumor-perut-batita-di-bengkulu-membesar"/><item><title>  Menderita Tumor, Perut Batita di Bengkulu Membesar</title><link>https://news.okezone.com/read/2015/03/05/340/1114312/menderita-tumor-perut-batita-di-bengkulu-membesar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2015/03/05/340/1114312/menderita-tumor-perut-batita-di-bengkulu-membesar</guid><pubDate>Kamis 05 Maret 2015 19:38 WIB</pubDate><dc:creator>Demon Fajri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/05/340/1114312/menderita-tumor-perut-batita-di-bengkulu-membesar-0IuKS8Voee.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menderita tumor, perut batita membesar (Foto: ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/05/340/1114312/menderita-tumor-perut-batita-di-bengkulu-membesar-0IuKS8Voee.jpg</image><title>Menderita tumor, perut batita membesar (Foto: ilustrasi)</title></images><description>
BENGKULU - R (2,7), anak dari pasangan Firman Ahmadi (23) dan Amrina Rosadah (21), warga  Desa Linau, Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, didiagnosis oleh dokter menderita penyakit tumor intraabdomen susp tratama. Akibatnya, perut batita malang itu membesar seperti hamil.

Tumor tersebut sudah diidap R sejak 2014. Kini kondisinya makin memprihatinkan karena perutnya membesar sebesar buah semangka.

&quot;Anak kami hanya diobati dengan obat tradisional, karena tidak ada biaya yang cukup untuk berobat ke rumah sakit. Jangankan berobat, makan saja kami susah,&quot; kata Firman yang berprofesi sebagia nelayan, Kamis (5/3/2015).

Ia mengatakan, anak semata wayangnya itu ketika lahir normal layaknya bayi lain. Namun setelah berumur dua tahun, batita kelahiran 18 September 2012 ini mulai mengalami gejala aneh.
Di bagian perut dan mata sayu karena menahan sakit. Lama-kelamaan perut R semakin besar. Bahkan dengan membesarnya perut, tubuh R menjadi kurus kering.

&quot;Saya bersama keluarga pernah membawa ke Puskesmas Linau, Agustus 2014. Namun, dokter puskesmas merujuk R ke RSUD Kaur. Karena keterbatasan alat di RSUD Kaur, maka R harus dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu,&quot; ujar Firman.

Sayangnya, kata dia, RSUD M Yunus Bengkulu menolak dan kembali merujuk ke Palembang serta Jakarta. Lantaran tidak memiliki biaya, maka dirinya bersama keluarga membawa sang anak kembali pulang.

&quot;Saat ini pihak pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat belum ada yang memberikan uluran tangan untuk membantu atau sekadar datang untuk melihat anak saya,&quot; ujarnya dengan sedih.



</description><content:encoded>
BENGKULU - R (2,7), anak dari pasangan Firman Ahmadi (23) dan Amrina Rosadah (21), warga  Desa Linau, Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, didiagnosis oleh dokter menderita penyakit tumor intraabdomen susp tratama. Akibatnya, perut batita malang itu membesar seperti hamil.

Tumor tersebut sudah diidap R sejak 2014. Kini kondisinya makin memprihatinkan karena perutnya membesar sebesar buah semangka.

&quot;Anak kami hanya diobati dengan obat tradisional, karena tidak ada biaya yang cukup untuk berobat ke rumah sakit. Jangankan berobat, makan saja kami susah,&quot; kata Firman yang berprofesi sebagia nelayan, Kamis (5/3/2015).

Ia mengatakan, anak semata wayangnya itu ketika lahir normal layaknya bayi lain. Namun setelah berumur dua tahun, batita kelahiran 18 September 2012 ini mulai mengalami gejala aneh.
Di bagian perut dan mata sayu karena menahan sakit. Lama-kelamaan perut R semakin besar. Bahkan dengan membesarnya perut, tubuh R menjadi kurus kering.

&quot;Saya bersama keluarga pernah membawa ke Puskesmas Linau, Agustus 2014. Namun, dokter puskesmas merujuk R ke RSUD Kaur. Karena keterbatasan alat di RSUD Kaur, maka R harus dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu,&quot; ujar Firman.

Sayangnya, kata dia, RSUD M Yunus Bengkulu menolak dan kembali merujuk ke Palembang serta Jakarta. Lantaran tidak memiliki biaya, maka dirinya bersama keluarga membawa sang anak kembali pulang.

&quot;Saat ini pihak pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat belum ada yang memberikan uluran tangan untuk membantu atau sekadar datang untuk melihat anak saya,&quot; ujarnya dengan sedih.



</content:encoded></item></channel></rss>
